Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Analisis Teknikal: Pola Harga saham yang akan Berubah Arah / Tren

Pernahkah ketika anda membeli saham yang awalnya oke-oke saja, tetapi kemudian saham tersebut tiba-tiba berubah tren? Dalam trading saham, yang seringkali banyak ditemui adalah saham tersebut awalnya uptrend, tiba-tiba berubah jadi downtrend. Setelah saham downtrend, saham tersebut biasanya akan sideways lama di harga bawah. 

Ada banyak cara untuk mengetahui pola harga saham yang akan berubah tren. Di pos ini saya akan memaparkan 2 (dua) pola harga saham yang memiliki kecenderungan perubahan tren. 

1. Pergerakan harga saham tidak seperti biasanya

Misalnya anda biasa mentradingkan saham PGAS di kisaran harga 3.000. Anda nyaman trading di saham PGAS di kisaran harga tersebut. Tiba-tiba harga saham PGAS tidak bisa lagi bertahan di harga 3.000. PGAS yang biasanya ada di kisaran harga 3.000 tiba2 turun hingga 2.900, dan turun terus meninggalkan harga 3.000. 

Atau justru sebaliknya, PGAS harganya naik perlahan-lahan meninggalkan kisaran harga 3.000. Katakanlah PGAS sudah naik hingga harga 3.500. Ini artinya, harga saham sudah mulai ada tanda-tanda perubahan tren. Kalau harga saham sudah meninggalkan kisaran harga yang biasanya anda tradingkan, berarti anda  harus menentukan titik support dan resisten yang baru. 

Trader terkadang masih belum bisa "move on". Ini yang juga menjadi kendala trader "tidak dapat barang" karena harga sudah naik tetapi trader masih ngotot ingin beli di harga lama (3.000). Atau, saham jadi nyangkut karena saham sudah membentuk support yang baru, sedangkan trader tidak mau menjual sahamnya terlebih dahulu saat tren sudah berubah. 

2. Harga saham mulai jatuh dari resisten-resistennya 

Harga saham yang awalnya cenderung uptrend namun kemudian jatuh dari resisten sehingga membentuk lower high yang baru terus menunjukkan bahwa pola harga saham tersebut sudah akan berubah menuju downtrend. 

Hal ini juga pernah saya alami ketika trading di saham LSIP. LSIP yang awalnya selalu berada di rentang harga 2.000-2.100 dengan pola uptrend cenderung sideways, tiba-tiba harganya turun terus. Berikut adalah contoh grafik saham yang memiliki kecenderungan adanya perubahan tren harga saham. 


Pada grafik LSIP diatas tampak LSIP selalu berada di rentang harga 1.900-2.100. Namun, perlahan tapi pasti, LSIP meninggalkan kisaran harga tersebut dan terus turun sampai ke 1.400-an. Nah, inilah contoh pola saham yang akan mengalami perubahan tren. 

Kalau anda menemukan saham2 yang polanya punya kecenderungan untuk berubah maka yang perlu anda lakukan adalah:

1. Tentukan titik support dan resisten pada harga yang baru. 

2. Jika anda tidak yakin pergerakan selanjutnya karena adanya perubahan tersebut, lebih baik anda jangan tradingkan sahamnya, karena saham yang anda tidak yakin biasanya mengandung unsur risiko yang tinggi.  

2 komentar:

  1. Bung Heze mohon analisanya dong apakah PWON besok akan bs mencapai resisten 685 atau akan terjun kembali ke support ? Makasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. PWON saya rasa kuat sampai 640-650 setelah itu koreksi.. Terlalu jauh ke 685

      Delete

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.