Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

5 Keputusan Utama dalam Trading Saham

Dalam trading saham maupun forex ada beberapa macam keputusan trading yang harus mampu diambil seorang trader. Setidaknya di pasar saham ada 5 (lima) keputusan utama yang harus mampu dipilah secara cerdas oleh trader.  

"Kok banyak sekali Bung Heze? Bukannya keputusan trading itu cuma beli dan jual?" Tanya anda

Benar, keputusan trading bukan hanya berkaitn dengan beli dan jual saja. Tetapi ada keputusan-keputusan lain yang harus anda ambil. Apakah itu? Mari kita simak. 

1. Beli (Buy)

Trading saham berarti anda harus membeli saham. Membeli saham dilakukan ketika: Harga saham dan market turun, saham yang anda watchlist sudah menunjukkan adanya tanda-tanda kenaikan, harga saham breakout dari resisten. Banyak strategi membeli saham yang bisa lakukan, antara lain adalah buy low sell highest, buy high sell higher dan lain-lain.

2. Jual (Sell)

Setelah membeli saham, maka anda pasti merealisasikan untung atau take profit. Tujuan menjual saham adalah untuk mendapatkan untung atau istilahnya capital gain (harga jual - harga beli). Menjual saham dilakukan ketika harga saham sudah naik. Ketika harga saham mulai turun, maka saatnya anda membeli kembali (buy).

3. Tahan (Hold)

Keputusan menahan saham adalah keputusan yang diambil ketika anda yakin bahwa harga saham masih dapat naik terus sesuai dengan target yang anda tentukan. Keputusan hold juga bisa dilakukan ketika harga saham anda turun dan anda yakin harga saham dapat berbalik lagi dengan cepat, sehingga ketika hold artinya anda tidak terburu-buru untuk menjual saham lebih awa.  

4. Tunggu dan Amati (Wait and see)

Wait and see adalah keputusan yang dilakukan ketika memilih untuk tidak trading karena anda sedang menunggu harga saham turun, menunggu kondisi market lebih baik untuk mengambil saham (baca: beli saham) di harga bawah atau harga diskon.  

"Bung Heze, setahu saya keputusan trading itu ya  beli dan jual.. Memangnya harus ya trader itu sering-sering wait and see?" Tanya anda penasaran 

Trader seringkali beranggapan bahwa trading itu adalah: BELI dan JUAL. Iya memang benar. Tetapi apakah berarti anda harus melakukannya setiap hari? Jawabannya: Tidak! Sangat tidak bijaksana apabila anda melakukan trading setiap hari bahkan tanpa mempertimbangkan kondisi pasar. Trading setiap hari justru membuat anda berpotensi rugi. Lho?

Kondisi market tidak selalu bagus dan sesuai harapan anda. Selain itu, terkadang ada saham-saham yang belum tepat waktunya untuk entry buy secara analisis teknikal, sehingga anda perlu menunggu waktu yang tepat. Kalau anda memaksa trading terus tanpa banyak pertimbangan, percayalah modal anda akan cepat habis. 

Terkadang keputusan menunggu adalah keputusan yang paling bijaksana daripada buy and sellAda alasan lain kenapa anda tidak perlu trading setiap hari. Apakah itu? Baca poin nomor 5.  

5. Berhenti trading sejenak / rest

Berhenti sejenak atau istirahat dari trading juga merupakan keputusan trading yang sering dilupakan. Istirahat dari trading harus anda lakukan ketika anda mengalami rugi besar. Hal ini bertujuan untuk memulihkan kembali mental dan psikologis anda. Ketika anda rugi besar, jangan coba-coba untuk trading dengan modal besar.

Keputusan istirahat trading juga bisa anda lakukan saat anda sudah meraih profit besar. Ketika trader berhasil meraih profit besar, trader biasanya cenderung senang. Bahayanya, trader bisa euforia dan ingin terus mencetak profit lebih besar. Ketika trader mulai lupa diri, hal ini sangat berbahaya bagi keputusan tradingnya. Baca juga: Waktu Terbaik Berhenti (rest) trading saham. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.