Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

S&P Investment Grade Indonesia dan Pasar Saham

Pada perdagangan saham 19 Mei 2017, IHSG tiba-tiba naik nggak tanggung-tanggung lebih dari 2%. Akhirnya, penutupan perdagangan IHSG ditutup menguat 2,59%. IHSG mampu menembus all time high ke level 5.825 dan keesokan harinya masih mampu naik hinga 5.874, tetapi akhirnya koreksi. Perhatikan pergerakan IHSG dibawah ini.


Mengapa IHSG saat itu naik kencang? Jawabannya karena adanya kenaikan rating Indonesia menjadi Investment Grade dari BB+ menjadi BBB- dan outlook stabil. Kenaikan rating Indonesia dikeluarkan oleh salah satu perusahaan pemeringkat rating investasi, yaitu S&P. 

Sebelumnya lembaga pemeringkat rating yaitu Fitch dan Moody's sudah terlebih dahulu meningkatkan rating investasi Indonesia. Namun, IHSG tidak naik sebanyak seperti saat 19 Mei tersebut. 

Hal ini dikarenakan Indonesia masih membutuhkan kepastian dari S&P untuk kenaikan rating investasi, karena degnan mendapat kenaikan investment grade dari 3 perusahaan pemeringkat terbesar dunia (Fitch, Moody's, S&P), maka Indonesia menjadi lebih terpercaya sebagai tempat investasi. 

Kok bisa investment grade dapat menaikkan IHSG sebanyak itu Pak Heze? Bukannya itu hanya ukuran angka ya? Tanya anda penasaran

Tidak, itu bukan hanya soal angka. Kenaikan peringkat investasi Indonesia dapat membuat aliran dana ke pasar modal meningkat. Dengan masuknya Indonesia menjadi kategori investment grade, Indonesia dapat dipercaya oleh dunia. Indonesia bisa memperoleh investasi dengan biaya lebih rendah, misalnya dari negara seperti Jepang. 

Saya beri contoh. Sebagian besar perusahaan dana pensiun di Jepang mewajibkan sebelum investasi di suatu negara, negara harus mendapat rating investment grade (layak investasi) dari perusahaan pemeringkat dunia. Dalam hal ini yang dimaksud adalah Fitch, Moody's dan S&O. 

Sekedar informasi, peringkat rating Indonesia dinaikkan dari BB+ ke BBB-. Alias naik satu tingkat. Tetapi efeknya sangat besar. Mengapa? Karena level BB+ adalah kateogri Non Investment Grade, sedangkan BBB- adalah kategori Investment grade. Untuk lebih jelasnya perhatikan tabel dibawah ini. 


Terus dalam jangka menengah- panjang, apa dampaknya buat IHSG dan saham2 di Bursa Efek Bung Heze? Tanya anda penasaran

Tentu dampaknya sangat bagus untuk IHSG. Sekali lagi, suatu negara yang berada di level investment grade dapat menarik para investor asing untuk menanamkan modal di suatu negara. Kini Indonesia sudah mendapatkan peringkat itu.

Dengan kenaikan peringkat, IHSG diprediksi akan terus menanjak. Tetapi perlu anda ingat bahwa IHSG tidak seterusnya naik. Fluktuatif harga saham dalam jangka pendek tetap akan terjadi. So, dalam trading anda harus tetap menyiapkan trading plan, dan jangan serakah. 

1 komentar:

  1. Bulan madu yang terlalu cepat berakhir.... hadeuh IHSG...

    ReplyDelete

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.