Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Trading Saham dengan Melihat Buy-Sell Terbesar

Suatu saat seorang Bapak Keren bertanya pada sang broker: "Pak, apakah saham LSIP masih bisa naik hari ini? Apakah LSIP sedang akumulasi? Terus bagaimana dengan saham ELSA?"

Sang broker menjawab: "LSIP banyak diakumulasi oleh Broker A dan Broker B. Kalau saham ELSA lagi distribusi besar2an oleh Broker X, Broker Y dan Broker Z". 

Dalam trading saham, anda pasti akan sering mendengar obrolan2 sesama trader maupun broker saham tentang "pembeli dan penjual terbesar" dalam saham tertentu. Yang dimaksud sebagai pembeli dan penjual terbesar disini mengacu pada broker/ perusahaan sekuritas tertentu. 

Ketika anda memantau saham tertentu, sejatinya setiap sekuritas menyediakan fasilitas yang memungkinan anda untuk mengetahui perusahaan2 sekuritas mana yang sedang membeli atau menjual saham tersebut. Berikut adalah contoh tampilan buy-sell broker pada saham LSIP


"Terus apakah bisa trading dengan melihat buy-sell terbesar? Bung Heze, apakah jika ada broker yang sedang akumulasi besar berarti harga saham besok akan naik? Dan kalau broker sedang distribusi apakah harga saham akan turun?" Tanya anda

Pertanyaan dari para trader ini sering ditujukan ke saya. Saya sudah pernah mencoba beli saham dengan melihat broker mana yang banyak akumulasi. Hasilnya? Ternyata cara tersebut kurang akurat. Nah lho

Sehingga sekarang saya sudah tidak pernah lagi melihat buy dan sell broker untuk keputusan membeli dan menjual saham. Secara logika, memang benar jika kemarin broker tertentu dengan modal jumbo seharusnya harga saham akan naik. 

Sebaliknya, pada saat broker tertentu bersiap melakukan distribusi dalam jumlah besar maka harga saham akan turun. Tetapi, hal ini tidaklah selalu benar. Ketika broker tertentu melakukan akumulasi besar, bisa saja broker dengan cepat melepas sahamnya, karena dirasa sudah untung.

Atau, bisa juga ketika broker banyak sell, tiba2 dengan cepat ada broker (perusahaan sekuritas) lain yang melakukan akumulasi saham lagi dalam jumlah besar dan cepat, sehingga harga saham naik. Sehingga, cara ini memang kurang akurat digunakan dalam trading.

Jika anda ingin trading saham, ada baiknya anda jangan menggunakan cara ini. Untuk mengetahui psikologi pasar dan prediksi, gunakanlah analisis teknikal (grafik) dan berita2 yang sedang berkembang.  

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.