Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Beli Saham yang Sama Setelah Jual Untung?

Banyak para trader ketika membeli saham dan harganya langsung naik, dan ketika menjual untung, biasanya saham tersebut akan menjadi saham idola, karena saham tersebut sudah terbukti memberikan return yang memuaskan. Saya pernah dapat pertanyaan dari salah satu pembaca web Saham Gain:

"Pak Heze, kalau saya beli saham TLKM di 3.700, lalu saya jual untung di 3.850. Apakah saya harus beli sahamnya lagi di 3.850 atau saya pindahkan ke saham lain yang naik?"

Jawaban untuk pertanyaan ini sebenarnya sederhana: Kalau anda yakin TLKM akan naik lagi, kenapa anda harus ragu untuk ambil lagi? Sebaliknya, kalau anda melihat TLKM akan koreksi, sebaiknya anda alihkan modal anda ke saham2 lain yang akan rebound. 

Pada umumnya, trader yang yakin sahamnya naik setelah dijual biasanya akan buy lagi. Tapi, bahayanya kalau trader melihat satu saham bisa memberikan keuntungan berkali-kali, trader tersebut cenderung lupa diri (Trader akan mulai mengabaikan analisis objektifnya).

Saat satu saham bisa memberikan keuntungan lebih dari sekali, para trader akan senang, dan berpikir saham tersebut bisa mengulang untuk memberikan keuntungan. Sehingga, disinilah rasa serakah (greed) mulai kelihatan. 

Trader mulai berpikir untuk membeli saham tersebut secara terus menerus. Hal terburuk yang sering dialami trader adalah saking percayanya dengan satu saham, trader akan menjadi overconfidence untuk terus membeli saham yang sama, sehingga trader tidak sadar kalau harga sahamnya sudah naik terlalu tinggi. 

Pada suatu titik tertentu, saat trader terlalu euforia dengan satu saham tertentu padahal harganya sudah naik tinggi, harganya langsung anjlok. Baca juga: Jangan Mencintai Satu Saham. Hal inilah yang membuat trader sering nyangkut di harga langit. 

Kesalahan seperti ini memang lumrah dialami oleh sebagian besar pemain saham. Nah, yang bisa anda pelajari dari pos ini adalah: Tidak masalah jika anda membeli lagi saham yang sama setelah menjual untung saham tersebut. Namun, jangan sampai anda melupakan analisis, karena di pasar saham, senjata utama adalah analisis yang objektif. Jangan sampai kebojektifan anda dipengaruhi oleh sifat2 serakah (ingin profit besar terus) tanpa mempertimbangkan risiko. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.