Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Nyangkut di Saham Gorengan, Saya Harus Ngapain?

El Heze
Banyak sekali rekan2 yang nyangkut di saham gorengan grup Bakrie sejak saham2 ini mulai naik tanggal 27 Oktober 2016, tapi kemudian kembali lagi menjadi saham tidur. Akhirnya banyak trader yang bingung harus ngapain. Ada yang mau jual di pasar negosiasi dengan harga serendah mungkin, ada yang "mempengaruhi" orang lain biar goreng lagi sahamnya. 

Yang jadi persoalan, kalau harga sahamnya sudah jadi saham tidur maka anda nggak akan bisa jual sahamnya lagi. Kalau sudah gocap, gimana mau jual, kecuali jual di pasar nego. Itupun kalau ada yang mau. Tapi kalau sudah nyerah duluan dan anda jual saham di pasar nego, anda mungkin akan rugi besar, karena harga di pasar nego umumnya lebih rendah daripada harga di pasar reguler. Baca juga: Cara Transaksi Saham di Pasar Negosiasi.

Jadi kalau saham anda nyangkut di saham gorengan (Grup Bakrie dan gorengan2 lainnya) dan tidak bisa jual, mau nggak mau anda harus SABAR menunggu. Perhatikan, kata kuncinya disini adalah: Sabar. Saham Grup Bakrie contohnya. Ketika saham2 Bakrie kembali jadi saham gocap sampai 3 bulan, tiba2 sahamnya digoreng lagi.

DEWA, ENRG, UNSP, BRMS kembali naik sampai ke harga 70-an per lembar. Nah, jadi seumpama anda nyangkut di harga 53, maka ketika harga sahamnya sudah digoreng lagi, anda bisa langsung jual. I mean, anda tidak perlu terburu-buru menjual di pasar negosiasi atau menjual ketika harganya baru naik ke 50, karena kalau jual di harga segitu anda tetap saja masih rugi.  

"Terus kalau saya nyangkut di saham gorengan target jualnya di harga donk berapa Bung Heze?" Tanya anda

Anda sudah tahu saham gorengan bukanlah saham yang bagus secara teknikal maupun fundamental. Jadi, kalau anda sudah nyangkut di saham gorengan dan tiba2 sahamnya gerak lagi, alangkah baiknya anda jual dengan target yang nggak muluk2. Kalau sudah profit atau minimal break event point (BEP), sebaiknya anda jual. 

Nggak usah terlalu banyak ngarep. "Wah sahamnya udah digoreng lagi. Saya nyangkut di 55, target jual harga 100 ah"... Target yang seperti ini jelas tidak masuk akal dan kurang bijaksana sebagai seorang trader.

Banyak trader yang nyangkut dan ketika sahamnya sudah gerak lagi, malah nggak mau jual, dan ngarep bisa jual di harga setinggi langit. Akhirnya, harganya bukannya naik seperti yang diharapkan, tapi malah turun lagi.  

Tapi yang lebih penting lagi, kalau anda sudah merasakan nyangkut saham gorengan berbulan-bulan, bertahun-tahun apalagi modal anda gede, dan akhirnya anda bisa jual saat harganya sudah digoreng lagi, maka ada baiknya anda ambil pelajaran: Jangan nekad memasukkan modal anda di saham gorengan (kalaupun trading, pakailah modal sekecil mungkin). Baca juga: Pemula, Hindari Saham Gorengan. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.