Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Edukasi Saham "Yang Keliru"


Coba anda baca karikatur diatas (saya bacanya sambil mesam-mesem☺). Karikatur tersebut saya ambil dari Lukas Setia Atmaja, Thomdean dari situs www.jokersyndicate.com. Kalau anda mengikuti edukasi2 pasar modal dimana saja, di workshop umum, edukasi pasar modal mahasiswa, ataupun mendengarkan penjelasan dari pakar2 mengenai pasar saham, anda mungkin akan dijelaskan seperti pada gambar diatas (HOW STOCK MARKET WORKS). Saya menyebutnya dengan edukasi "alim"

Tapi saya lebih (sangat) setuju dengan gambar karikatur HOW STOCK MARKET REALLY WORKS. Saya menyebutnya dengan edukasi "riil". Kenapa lebih setuju? Karena suka tidak suka di pasar saham kita, itulah kenyataannya. Banyak sekali investor ritel yang tidak memperhatikan analisis, banyak saham2 yang dipermainkan "orang dalam", kemudian para investor ritel-lah yang jadi korbannya (nyangkut). Banyak trader yang lebih memilih saham gorengan karena profit yang didapatkan lebih cepat. Bahkan, saham2 di Bursa Efek yang jumlahnya 530-an, yang likuid sebenarnya cuma puluhan saja, sisanya saham2 nggak gerak, sisanya saham2 lapis 3. 

Di pasar saham ada orang2 dalam perusahaan (orang2 yang bekerja di perusahaan, bisa direksi, presiden direktur). Mereka sebenarnya bisa disebut juga bandar. Bandar tidak selalu juga orang dalam perusahaan, namun mereka adalah sekelompok orang yang pintar dan punya duit gedee, sehingga punya kemampuan untuk menggerakkan harga saham ke harga terentu yang mereka inginkan, terutama saham2 yang kurang likuid. 

Dibawahnya bandar ada yang namanya trader kawakan, mereka adalah trader2 yang sangat berpengalaman, sudah trading bertahun-tahun (modal lumayan gede dan masih kalah jauh dengan bandar, namun mereka perorangan, pintar menebak arah harga saham). Kemudian yang tidak kalah banyaknya, adalah orang2 yang termakan informasi dan opini, tergoda oleh saham2 yang naik cepat tanpa indikator yang jelas. Inilah yang dinamakan "trader culun". Trader culun inilah yang sering menjadi "korban". 

Saya pribadi sebenarnya jarang mengedukasi saham seseorang menggunakan cara yang pertama (how stock market works). Kalau anda pembaca setia web Saham Gain ini, saya banyak menulis materi2 mengenai psikologi trading, saham gorengan, anjuran trading, trading plan, dan lain2.

Tulisan2 saya di setiap pos sebenarnya ingin menunjukkan bahwa pasar saham tidak se-alim yang anda pikirkan. Pasar saham itu kejam. Seperti kata Warren Buffet: "Pasar saham itu seperti Tuhan, yang menolong dirinya sendiri. Tetapi tidak seperti Tuhan yang tidak mengampuni mereka yang tidak mengetahui apa yang mereka lakukan."

Dengan membaca pos ini anda setidaknya sudah tahu gambaran pasar saham yang sebenarnya. Tidak seperti yang ada di edukasi2, tidak seperti pelajaran2 teori yang anda terima. Kalau anda baca pos ini dan punya niat terjun ke pasar saham, pikirkan kembali niat anda untuk masuk pasar saham, karena di pasar saham anda bisa untung besar. Dan sebaliknya, anda bisa rugi besar. Jika anda ingin terjun di dunia saham anda harus siap mental, pengetahuan yang cukup, siap belajar, dan tentunya harus siap menanggung risiko. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.