Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Investasikan Modal Anda: PPRO dan WSBP

Sejak Februari 2016, saham PT PP Properti (PPRO) mulai mencatakan kenaikan harga saham yang sangat drastis. Harganya kala itu masih di kisaran 185-190. Dan sekarang memasuki Oktober 2016, harga sahamnya sudah di harga 1.330. Artinya, dalam kurun waktu hampir satu tahun, harga saham PPRO sudah naik sekitar 700%. Beruntunglah bagi Anda yang sudah pegang saham PPRO sejak di harga murah ini. Perhatikan grafik PPRO dibawah.


Bagi Anda yang belum pegang sahamnya, Anda masih bisa beli sahamnya untuk investasi. Tapi kapan belinya? Apakah sekarang kita bisa membeli? 

PPRO memang juga mencatatkan kinerja cemerlang. Salah satunya, tahun 2015 saat kondisi ekonomi lesu PPRO masih mencatatkan kenaikan laba bersih. Namun, anda bisa membeli PPRO saat kondisi pasar sudah benar-benar mulai pulih. Ada beberapa analisis yang perlu saya paparkan: 

1. Sampai saat pos ini ditulis yaitu awal tahun 2017, kondisi bisnis properti masih lesu. Anda bisa lihat tren saham2 properti yang cenderung turun. Properti juga masih belum booming. 

2. Valuasi saham PPRO saat ini sudah terlalu tinggi, walaupun fundamental PPRO masih sangat bagus. PPRO ini pernah saya investasikan pada tahun 2016 saat harganya masih 190-an. Anda bisa baca strategi membeli growth investing disini: Buku Saham. 

Jadi, jika anda ingin investasi PPRO ada baiknya anda menunggu PPRO mulai koreksi, kondisi pasar sudah benar2 bagus dan pastinya BISNIS PROPERTI sudah mulai bangkit lagi, seperti halnya batu bara yang baru2 ini mulai rebound kencang setelah lesu lama. 

Selain PPRO, ada satu saham lagi yang menurut saya punya prospek bagus, yaitu PT Waksita Karya Beton (WSBP) yang baru listing 20 September 2016. WSBP dan PPRO sama2 perusahaan BUMN. WSBP adalah anak usaha Waksita Karya (WKST). WSBP juga merupakan emiten yang sangat layak investasi. Harga sahamnya saat ini masih di kisaran 520. Tren WSBP belakangan ini sideways cenderung turun. 

Tren WSBP hampir sama dengan induknya WSKT. WSKT waktu awal melantai di Bursa, harga sahamnya nggak langsung naik. Bahkan cenderung turun. Perhatikan grafik WSKT dibawah ini. 


WSBP adalah salah satu emiten sub sektor konstruksi yang akan terkena dampak positif tax amnesty dan pembangunan infrastruktur. Jadi, WSBP adalah saham yang sangat layak investasi. 

Namun, sama seperti saham PPRO, karena WSBP ini masuk di satu sektor yang sama, yaitu sektor PROPERTI, maka prediksi saya setelah saham ini IPO, maka pergerakan harganya mungkin lebih fluktuatif, and means anda tidak disarankan untuk langsung masuk dalam jumlah gede untuk investasi.  

Tapi jika nantinya bisnis properti sudah benar2 booming (maybe tahun 2018), maka saya yakin baik PPRO maupun WSBP harganya setidaknya bisa naik kencang. Kalau kita perhatikan grafik WSKT tersebut yang uptrend, seharusnya anak usahanya, WSBP, bisa mengikuti laju pergerakannya. Tapi kita harus tunggu momen yang pas. 

6 komentar:

  1. Luar biasa pak,,saham ini sy pegang trnyata sgt bgs,wlau tdk bnyk mklum baru blajr
    Sukses slalu pak El

    ReplyDelete
  2. gimana pak nanti saham ppro sebelum dan sesudah CA SS dan RI 2017.... kpn waktu yang pas untuk membelinya dan di harga berapa?? trims

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dampak Right Issue (RI) tidak akan terasa dalam waktu dekat.... Setelah RI harga saham biasanya cenderung naik

      Kalau anda ingin beli PPRO lebih baik ketika sudah Stock split.. Saat ini harganya masih cenderung turun dan antriannya mulai sedikit,karena faktor koreksi dan right issue

      Delete
  3. Pak haze gimana dengan saham wton yang juga merupakan salah satu anak perusahaan dari wika apakah juga layak buat investasi jangka panjang?

    ReplyDelete
    Replies
    1. WTOn masih bagus untuk jangka panjang. Harga sudah diskon dan tinggal tunggu proyek infra berjalan lagi

      Delete

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.