Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Ciri-ciri Harga Saham yang Akan Turun (Koreksi)

Jangan Mengejar Saham-saham yang harganya sudah tinggi
Anda mungkin sering mendengar quote diatas. Quote ini terkadang membingungkan bagi seorang trader. Karena saham2 yang harganya sudah naik banyak, bisa saja naik lebih tinggi lagi. Contohnya, PPRO yang pada tahun 2015, harganya di 190-an, saat harganya sudah naik 1.200, ternyata  masih ditarik naik sampai 1.400. Di satu sisi, harga saham yang sudah naik banyak, juga sangat rentan untuk koreksi. 

Lalu, bagaimana cara mengetahui harga saham yang akan koreksi?   

Ciri2 harga saham yang akan koreksi adalah: Harga saham tersebut tidak mampu naik (tertahan) di harga resisten. Untuk lebih mudah, akan saya jelaskan siklus harga saham yang akan koreksi:

1. Diawali dengan kenaikan IHSG yang tinggi (diikuti dengan kenaikan sebagian besar saham). IHSG mengalami kenaikan tinggi dari koreksi sebelumnya atau sedang rally.

2. Harga saham mengalami kenaikan drastis selama lebih dari sehari, hingga kembali mencapai titik resistennya.

3. Pada suatu waktu tertentu, IHSG dan saham2 masih bergerak naik, tapi terbatas. Tanda2nya, banyak saham yang sudah mulai sulit untuk naik lebih tinggi.

4. Banyak harga saham yang tertahan di harga resisten dan tidak naik lagi. 

5. Harga saham mulai koreksi dalam jangka waktu tertentu. 

[Jika Anda ingin mempelajari cara membaca saham downtrend yang akan diangkat naik? Bagaimana pola dan ciri-cirinya? Saya membahasnya secara lengkap, Anda bisa mendapatkan di ebook trading dan belajar saham. Silahkan buka disini: Buku Saham.]

Sebagai contoh, saya berikan contoh saham ANTM dibawah. Perhatikan grafik ANTM dibawah. 



Setelah harga saham ANTM turun cukup banyak, ANTM mampu rebound dengan kencang. Dari harga 650 menuju harga puncak 820-850 (perhatikan tanda persegi pertama).  Tapi nampaknya setelah mencapai puncak ANTM langsung koreksi dan kembali menuju harga 650. 

Setelah sideways selama 1 minggu, Anda perhatikan, ANTM rebound sangat kencang dan cepat. Dan ANTM kembali mencapai puncak resisten di 820-850 (perhatikan tanda persegi kedua). Di saat2 inilah rasa serakah (greed) para trader mulai muncul. Dimana rasa serakah tersebut? Yaitu keinginan untuk mengejar saham ANTM yang sudah terbang tinggi. 

Saat ANTM mencapai harga resisten, banyak trader tergoda untuk membeli ANTM, padahal selama di harga resisten, ANTM TIDAK MAMPU NAIK LAGI.. Perhatikan, setelah mencapai kenaikan drastis, ANTM terus bermain di resisten 820-850, dan naik diatas harga tersebut. Inilah ciri2 saham yang akan koreksi (akan turun).

Bagaimana dengan trader yang sudah terlanjur membeli ANTM di harga atas? Ya pastinya sahamnya langsung nyangkut ketika ANTM mulai koreksi. Trader mungkin akan melakukan cut loss, atau hanya menunggu kalau2 ANTM akan naik lagi. 

Jadi, kalau Anda menemukan saham2 harganya naik tinggi atau rebound kencang, ada baiknya Anda menunggu konfirmasi breakout. Atau, Anda bisa memilih untuk menunggu koreksi agar bisa mengambil di harga bawah. Yang jelas, saya tidak menyarankan Anda untuk membeli ketika harga saham tampak sideways di harga resisten, ketika saham tersebut sebelumnya sudah naik kencang. Saham2 dengan pola seperti inilah yang rentan koreksi jangka pendek.

Kalau Anda menunggu konfirmasi breakout, Anda bisa menerapkan strategi buy high, sell higher, seperti pada saham PWON dibawah ini. 


PWON terlihat naik kencang dari harga 550 ke harga 670-690 (perhatikan tanda persegi pertama). Sangat kencangggg... Tapi setelah itu, PWON langsung koreksi. Tidak lama kemudian, PWON kembali rebound kencang dan kembali menyentuh harga 670-690 dan belum mampu menembus resistennya. 

Benar saja, PWON terkoreksi kembali setelah sideways lagi di harga 670-690 (perhatikan tanda persegi kedua).. PWON terlihat mempertahankan level resisten sebelumnya di tanda persegi pertama. Tetapi, PWON tiba2 break sampai 700. Nah disinilah Anda bisa memanfaatkan momen beli. Dimana momen belinya?

Momen belinya ada 2. Pertama, ketika PWON koreksi (tanda lingkaran pertama). Karena pada harga 650, PWON biasanya akan naik lagi sampai 680-an, maka momen belinya adalah ketika koreksi di harga 650 (tanda lingkaran pertama). Kedua, Ketika PWON mampu menembus 695 (tanda lingkaran kedua). Ketika PWON breakout dari resisten 670-690, Anda lihat, PWON mampu naik sampai 735.   

"Bung Heze, kalau harga sahamnya sideways terus gimana?" Tanya Anda

Kalau sideways terus? Ya Anda harus wait and see. Yang jelas, saya menyarankan jangan nekad masuk. Jangan mengejar saham2 yang sudah naik terlalu tinggi, hanya karena nafsu ingin profit, takut ketinggalan kereta. Keinginan serakah (greed) inilah yang menyebabkan trader sering nyangkut di harga atas. Ketika beli saham, ternyata harganya malah turun, karena trader membeli di harga puncak dan tidak bersabar untuk menunggu koreksi terlebih dahulu, atau breakout. 

Nah, itu adalah sedikit tips dari saya mengenai cara membaca harga saham yang akan koreksi.

2 komentar:

  1. pa, bagaimana menganalisa saham IPO ? apakah buy atau tidak , karena tidak terlalu banyak informasi yang tersedia, sehubungan baru go public tapi perusahaan jelas ada dan jajaran direksi cukup dikenal di kalangan pengusaha ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. San San,

      saya pernah menulis pos tentang membeli saham IPO:

      http://www.sahamgain.com/2016/12/hindari-trading-saham-yang-baru-go.html

      Semoga bisa menjawab pertanyaan anda

      Delete

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.