Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Strategi Trading Saat IHSG Down

El Heze
Setelah IHSG naik kencang sejak akhir Bulan Juni 2016 sampai Agustus 2016, pasar saham tiba2 dikejutkan dengan koreksi besar. Koreksi ini juga terjadi secara cepat sejak pertengahan Agustus 2016 sampai pertengahan Bulan September pos ini ditulis. Lihat grafik IHSG dibawah. 


Belakangan ini, memasuki 4 bulan terkahir di tahun 2o16, IHSG sedang down. Yang jadi pertanyaan, apakah IHSG sampai tahun 2016 akan terus diwarnai koreksi? Tentu saja kita tidak bisa menjawab secara pasti. Namun yang jelas, saya memprediksi, sampai akhir tahun 2016, IHSG rasa-rasanya mustahil kalau bisa menembus 5.500. Menurut saya, penyebab IHSG belakangan ini turun dikarenakan ada 4 hal utama.

Pertama. Kenaikan IHSG sudah terlalu tinggi. Logikanya, nggak mungkin pelaku pasar beli saham terus, tanpa jual. Jika IHSG naik terlalu tinggi, maka suatu saat cepat atau lama pasti akan koreksi.

Kedua. Masih berkaitan dengan poin pertama, IHSG naik tidak didukung dengan fundamental ekonomi. Jadi, cepat atau lama IHSG akan terkoreksi dengan cepat. Baca juga: Bubble Ekonomi, Akankah Terjadi Lagi? (belum terbit.. coming soon)

Ketiga. Target tax amnesty yang masih jauh dari harapan. Target tax amnesty yang diharapkan mencapai 165 triliun sampai akhir September 2016, ternyata masih tercapai hanya 2,6 triliun. Baca juga: Tax Amnesty, Awal Bangkitnya Pasar Modal dan Perekonomian Indonesia? Part ITax Amnesty, Awal Bangkitnya Pasar Modal dan Perekonomian Indonesia? Part II.

Keempat. Adanya spekulasi AS akan menaikkan suku bunga, mengingat kondisi perekonomian AS yang lebih stabil.

Tanda2 IHSG akan menuju koreksi besar sebenarnya sudah terbaca. Bagaimana cara membacanya? Yaitu dengan analisis teknikal. Perhatikan saham2 yang naik kencang saat IHSG naik. Saya ambil beberapa contoh. 

ASRI misalnya. ASRI dari harga 480 bisa menuju 550. Setelah itu? ASRI nggak bisa naik lagi. Belakangan sebelum market jatuh, ASRI mondar-mandir terus di harga 520-550, setelah itu koreksi lagi. Kondis serupa juga terjadi pada banyak saham. Perhatikan saja PWON, GJTL, JPFA dan lain2. Saham2 ini naik kencang di tengah2 kenaikan IHSG. 

Setelah itu, saham2 tersebut tidak bisa menjebol resistennya dan akhirnya, harganya cuman mondar-mandir. Inilah pertanda IHSG akan jatuh. Dan benar saja, setelah saham2 mulai sulit naik, IHSG jatuh beneran. 

STRATEGI TRADING SAAT IHSG DOWN

Jadi, seharusnya ketika Anda melihat kondisi market dengan banyak saham yang harganya cuman mondar-mandir, padahal sebelumnya saham tersebut naik kencang sekali, maka saat itukah Anda harus keluar dari market. Apapun kondisinya. Kalau saham Anda lagi turun, segera cut loss. 

Nah, bagaimana kalau IHSG sedang turun? Bagaimana strategi tradingnya? Strategi trading saat IHSG down seperti sekarang adalah wait and see. Sebisa mungkin JANGAN MASUK MARKET (baca: Membeli saham). Kalau Anda mengira saham2 sudah terdiskon, harga sahamnya bisa saja malah turun lagi. Jadi, tunggu saja market kondusif baru Anda ambil saham di harga bawah. 

Saat IHSG down, sebisa mungkin Anda cuman wait and see aja (mengamati pasar). Hanya itu pilihannya. Lihat saja berita2 yang dapat mempengaruhi IHSG. Jika sentimen positif mulai datang, Anda bisa pertimbangkan untuk mulai buy. Percayalah, lebih enak punya cash besar daripada nekat beli saham, terus saham Anda nyangkut. Kalau IHSG sudah mulai pulih, barulah Anda masuk.  

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.