Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Trading Saham, Bikin Kaya?

Setelah menjalani trading saham, setelah merasakan jadi seorang pemula, setelah gonta-ganti sistem dan trading plan. Setelah mengalami seluk beluk dunia trading, kadang untung, kadang rugi. Sekarang saya menyimpulkan, tipe trading yang paling cocok untuk saya adalah swing trading. Bagaimana dengan Anda? 

Sebagai seorang trader, apalagi kalau Anda pemula, Anda akan menghadapi suatu dilematis, yang saya namakan dengan DILEMA TRADING. Dilema trading yang saya maksud adalah:
Saham rebound secara indikator, tapi begitu sahamnya dibeli, harganya langsung turun. Saham yang ragu dibeli, harganya langsung melejit naik. Beli saham dalam jumlah lot sedikit, harganya naik banyak. Beli saham dengan jumlah lot yang besar, harganya langsung anjlok. Punya 3 pilihan saham rebound, salah satu dibeli harganya langsung turun, tapi saham 2 saham lainnya yang tidak dibeli itulah yang harganya naik kencang. Take profit saham, harganya malah lanjut naik. Cut loss saham, harganya balik naik.  Ragu beli saham ini itu karena saham sudah rally dan ketinggian, harganya tambah naik lebih kencang. Tapi kalau saham yang sudah naik kencang dibeli, harganya langsung koreksi. 
Kalau Anda seorang pedagang saham, coba Anda renungkan dilema trading diatas. Saya yakin Anda, saya tidak akan menyangkal kenyataan yang menyakitkan tersebut. Mengapa saya menulis quote tersebut? Karena itulah yang saya alami sendiri sebagai seorang trader. Dilema, pengalaman, dan kenyataan trading inilah yang paling amat sangat menjengkelkan. Dan percaya nggak percaya, banyak bahkan semua pedagang saham mengalami hal yang sama, namun mereka malu untuk mengakuinya. Para trader kebanyakan memamerkan profit yang mereka raih, namun apakah dibalik semua itu mereka juga menyembunyikan dilema tradingnya? 

Seminar2 saham, pelatihan2 tentang investasi saham, workshop apapun yang berhubungan dnegan dunia persahaman, setiap pembicara akan selalu men-sugesti Anda: "Investasi saham itu mudah untuk dapat profit". Mereka menctohkan tokoh A lah, tokoh B lah yang terjun ke dunia saham dan dapat profit berlipat-lipat. Seakan sungguh men-sugesti Anda kalau inilah saatnya Anda buka akun rekening saham dan investasi saham, karena dengan saham Anda bisa profit berlipat-lipat. 

Kemudian para pemula buanyakk, yang tanpa bekal apapun mengenai risiko saham bertanya: "Pak, apakah bisa profit 30% sebulan?" "Metoda trading Anda bisa menjamin profit berapa persen sebulan?" Sungguh salah dan ngawur semua pemikiran2 tersebut, pemikiran2 yang hanya bertujuan dapat profit instan tanpa ada usaha keras. Kata2 yang menjebak dan men-sugesti calon2 investor dan trader saham untuk segera masuk ke dunia saham... dan kemudian hasilnya?... Bukan untung, malah buntung.... 

Kalau sudah buntung, akhirnya menyalahkan pasar saham sebagai penyebab kerugian. Pasar saham judi lah, pasar saham suka bohong lah, orang lain yang salah lah. Tidak mau mengakui kesalahan sendiri.  

Mengapa jarang sekali ada para trader maupun "pakar" yang mau mengakui  dan menuliskan seperti quote saya diatas? Kebanyakan karena orang2 tidak mau mengakui bahwa itulah kenyataan yang sebenarnya. Sedikit ada yang berani mengungkap kesulitan2 dalam trading saham. Sedikit ada yang mengungkap bahwa pemula akan sering salah, pemula akan sering rugi. Sedikit ada yang berani mengungkap kenyataan dan dilema trading. 

Kalau Anda protes: "Mengapa Bung Heze berani menulis pos ini?" 

Karena saya ingin berbagi pada Anda tentang kenyataan trading. Kenyataan artinya bukan hanya memunculkan yang baik2 saja, terus yang buruk2 disembunyikan. Saya menulis pos ini bukan karena ada udang di balik batu. Namun, saya ingin meluruskan persepsi Anda tentang trading dan investasi saham. Sekaligus MENJADI BAHAN EVALUASI untuk diri saya sendiri. 

Sebagai pemula, performa trading saya sebenarnya tidaklah buruk. Selama 6 Bulan pertama saya dapat return yang lumayan gede untuk ukuran seorang pemula. [return akan saya berikan menyusul]. Namun, setelah itu hingga satu setengah tahun saya malah mengalami kerugian dan kerugian. Dan kalau kembali pada quote saya diatas tentang dilema trading, itulah yang saya alami. Akhirnya, cara terbaik adalah berhenti trading sementara dan melakukan evaluasi. 

Jujur saja, ketika dilanda kerugian saya sempat beberapa kali berpikir untuk tutup akun saja dan berhenti total dari trading saham. Tapi dengan segala perjuangan, saya berusaha untuk tidak menyerah saat itu juga. Terus maju, terus evaluasi. Hingga akhirnya saya menemukan pola yang pas, indikator yang tepat yang bisa MEMINIMALKAN KERUGIAN SEKECIL MUNGKIN dan bisa dapat PROFIT KONSISTEN. 

Dengan segala pembelajaran, akhirnya saya lebih siap menerima risiko. Saya tahu jalan menuju sukses tidaklah instan. Saya tahu yang instan2 ujungnya nggak baik. Bahwa untuk berhasil, Anda harus membangun pondasi terlebih dahulu. Membangun pondasi dengan cara belajar rugi dan menerima kenyataan yang nggak enak. Anda harus mau mengakui bahwa pasar adalah benar. Dan itu artinya? Artinya Anda harus ikut yang benar, Anda tidak bisa melawan arus pasar.

Bung Heze, berarti kapan waktu yang pas untuk trading / investasi saham?

Kalau di seminar2 saham, jawabannya adalah sedini mungkin. Tapi, menurut saya itu bukan jawaban. Waktu yang tepat untuk investasi saham adalah ketika Anda sudah siap menerima risiko, ketika Anda tidak berharap dapat profit instan, ketika Anda sudah siap untuk rugi sebagai pemula, ketika Anda siap menerima bahwa Anda memang rugi dan pasar memang benar. 

Jadi kalau Anda sudah siap terjun ke dunia saham, termasuk Anda yang sudah trading tapi mindset Anda masih salah, maka perhatikan tahapan2 supaya Anda bisa kaya dari saham:

Pertama. Siap2 rugi selama 1-1,5 tahun. Walaupun 6 bulan - 1 tahun pertama bisa profit. 

Kedua. Belajar sekuat tenaga menemukan sistem yang tepat, 6 bulan - 9 bulan. Tahap ini, Anda akan sering gonta-ganti sistem.

Ketiga. Mulai belajar meminimalkan rugi.

Keempat. Mulai belajar untuk profit konsisten (bukan profit besar), disertai kerugian yang sangat minimal.

Jadi, tahapan pertama untuk kaya dari saham bukan berpikir bagaimana bisa dapat profit 30% sebulan, tapi langkah awalnya adalah Anda harus sudah siap rugi (Baca: berproses) terlebih dahulu.

Siapkah Anda? 

4 komentar:

  1. Bagus sekali tulisan Pak Heze ! Menyadarkan saya yang masih pemula ini untuk terus belajar dan belajar tentang saham.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih atas komentarnya Pak Annas

      Delete
  2. Artikel yang jujur. Mmg tdk ada yg instan di dunia ini kecuali mi instan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mi instan pun tidak bisa langsung dimakan bersama bungkusnya...

      Delete

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.