Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Saham Murah Belum Tentu Layak Dikoleksi

Sebelum saya menjelaskan lebih lanjut, pahami dahulu istilah "murah" yang saya maksud. Istilah murah memang sangat relatif. Jadi dalam tulisan saya, istilah harga saham yang murah mengacu pada harga saham yang sebelumnya berada dalam pola uptrend / sideways, atau dapat dikatakan harga sahamnya nyaman2 saja. Tetapi kemudian, harga sahma tiba2 turun sangat tajam dalam jangka waktu tertentu, bahkan harga saham jatuh dari harga supportnya berkali-kali, umumnya harga sahamnya jatuh sampai dibawah Rp900 per lembar saham. Dikatakan murah karena harga sahamnya jatuh, sehingga membuat semakin mudah dijangkau dengan harganya yang jauh lebih rendah daripada sebelum harga saham jatuh. Saya rasa Anda sudah cukup memahami istilah murah yang saya gunakan disini.

"Pak, saya beli saham A karena harganya sudah murah". Saya sering sekali menemukan pertanyaan dari rekan2. Saya sendiri pernah tergiur untuk membeli saham yang harganya murah. Perlu Anda ketahui, bahwa saham yang harganya murah, belum tentu layak dibeli. Sekali lagi, BELUM TENTU, bukan berarti TIDAK TENTU. Kalau Anda ingin beli saham yang harganya sudah murah, Anda jangan bermain sendiri.

"Apa artinya?" 

Artinya, jangan hanya sekedar mengandalkan kemampuan Anda dalam melakukan analisis teknikal, tapi Anda harus mengandalkan berita yang sudah disediakan, baik secara offline maupun secara online. Sebelum Anda memutuskan untuk masuk ke saham2 yang sudah murah alangkah baiknya Anda mengecek terlebih dahulu:

Apakah saham tersebut dikategorikan sebagai Unusual Market Activity (UMA)Cara mengetahuinya, bisa lihat di situs IDX, silahkan klik IDX UMA. Kenapa perlu? Karena saham yang harganya turun terus, apalagi turun drastis dalam jangka waktu tertentu,bisa saja saham tersebut sedang dalam masalah, yang menyebabkan para investor menjual sahamnya. Kalau sudah masuk kategori UMA, jangan beli saham tersebut. Tapi kalau saham tidak masuk kategori UMA dan tidak ada berita2 buruk tentang saham tersebut serta harga saham masih dipertahankan oleh pelaku pasar supaya tidak jatuh, maka harga saham masih layak dibeli.

Cek beritanya. Apakah dalam waktu dekat ini, saham tersebut ada berita yang sangat jelek, yang menyebabkan harga saham turun terus.

Lihat grafiknya. Jika harga saham turun terus dan hampir tidak naik, maka hindarilah saham tersebut. Apalagi kalau harga saham turun terus ditambah bad news yang menyebabkan harga saham turun terus. Sebaliknya, jika harga masih dipertahankan supaya tidak jebol di titik supportnya, maka harga saham ini masih layak untuk dikoleksi. Ingin paham detailnya lebih lanjut. Baca terussss..... 

Anda perlu lakukan hal2 tersebut berdasarkan pengalaman saya trading saham, harga saham yang murah itu bisa terjadi karena 2 hal.

1. Murah dan masih layak dibeli secara analisis teknikal.
2. Murah dan tidak layak dibeli, walaupun secara analisis teknikal Anda bilang harganya sudah murah dan ada indikasi harga akan naik.

Untuk memudahkan Anda, saya kasih ilustrasinya berdasarkan pengalaman saya trading.

KASUS 1. SAHAM MURAH DAN LAYAK DIBELI

Saham Bumi Resources Tbk (BUMI) harganya turun terus. Perusahaan Bakrie Grup ini punya rasio utang terhadap ekuitas sampai ratusan kali. Dengan tingginya tingkat utang, banyak investor menjual sahamnya. Saham BUMI waktu masih menjadi BlueChip pada tahun 2008 harganya Rp8.000 kemudian sampai saat ini (9 Desember 2015), sahamnya sudah menjadi Rp50 per lembarnya.

Pada sekitar bulan Febuari - Mei 2015, saham BUMI secara teknikal masih layak dikoleksi. Waktu itu saham BUMI masih berkisar antara harga Rp80 - Rp105. Mengapa saya katakan demikian? Karena harga saham BUMI masih dijaga di kisaran harga segitu. Harga saham yang dijaga supaya tidak jatuh, berarti ada indikasi bahwa harga saham masih akan berfluktuasi (naik-turun), akan tetapi harganya tidak akan sampai jebol.

Bagaimana saya bisa tau kalau harga sahamnya dijaga? Perhatikan grafik saham BUMI yang saya kasih tanda kotak.. Walupun ada penurunan, tapi BUMI masih tetap dijaga dengan trennya yang sedikit sideways. Kotak 1,2,3, menunjukkan harga saham BUMI masih dijaga, sedangkan pada kotak 4, tren BUMI mengalami kenaikan. Saham BUMI mulai saya tinggalkan sejak harga saham BUMI turun dibawah 70. Kenapa 70?



Lihat garis yang saya beri lingkaran diatas. Rp70 adalah support kuatnya, sehingga kalau harga saham BUMI jatuh, dibawah 70, maka prediksi saya BUMI bakal jatuh terus. Untuk mengetahui saham2 yang trennya turun, layak dibeli atau tidak Anda harus jeli menggunakan strategi "garis support kuat-resistance kuat".

Saya sudah pengalaman menggunakan strategi ini dan 70-80% berhasil saya gunakan untuk memprediksi. Pada waktu itu, saya juga men-trading-kan saham ini untuk jangka pendek. Saham BUMI dan cara menentukan garis suppot kuat-resisten kuat untuk saham saya bahas lebih detail dalam ebook saya. Silahkan klik: Ebook Pasar Modal.

Itu tadi adalah salah satu gambaran saham yang turun dan masih layak untuk dibeli. Kata kuncinya adalah: Seberapa kemauan pelaku pasar untuk mempertahankan suatu harga saham agar tidak jebol. Harga saham yang downtrend, tetpi di suatu titik tertentu berusaha dipertahankan agar tidak jatuh lagi, maka harga saham tersebut ada potensi untuk rebound. Ingin paham strategi membeli saham downtrend berdasarkan pola candlestick? Saya bahas lebih dalam di Ebook Pasar Modal.

KASUS 2. SAHAM MURAH DAN TIDAK LAYAK DIBELI

Tidak semua saham murah layak dibeli. Banyak sekali yang tanya ke saya: "Pak harga saham  A sudah murah sekali ya, ini saatnya dibeli ya?". Belum tentu. Kalau Anda bertanya seperti itu, saya jawab dengan 3 hal diatas tadi, cek apakah perusahaan ini masuk UMA, lihat grafiknya, dan lihat beritanya. Secara grafik Ok, tapi masuk UMA, biasanya saya tidak berani buy. Tapi kalau trennya turun, tidak masuk UMA, dan harga masih dipertahankan saya masih berani pasang posisi (tergantung momen juga). 

Saya kasih satu contoh, yaitu saham PT Eagle High Plantation Tbk (BWPT). Kalau dilihat dari grafiknya selama 1 tahun, secara tren saham ini sudah jelas sekali mengalami tren turun (downtrend). 



Tapi, saham2 seperti ini justru disukai trader. Tanggal 8 Desember 2015 beberapa rekan bertanya ke saya melalui privat message akun Facebook saya, "Enaknya beli saham BWPT di harga berapa? Karena sudah murah". Begitu ditanya soal saham BWPT, saya belum cari beritanya, saya iseng2 buka IDX, saham2 yang masuk UMA. Ternyata, BWPT masuk dalam daftar UMA (7 Desember 2015 surat Bursa Efek Indonesia).... Memang, saham BWPT penurunannya sangat tidak wajar. Harga tertinggi 15 Oktober 2015 adalah 294. Kemudian, 8 Desember 2015 harganya turun drastis menjadi 123. Mungkin, itulah yang menyebabkan BWPT masuk UMA... Harga saham BWPT juga tidak dipertahankan (lihat tren turun BWPT yang saya beri tanda).



Sehingga, dapat saya katakan, saham ini adalah saham downtrend yang tidak layak dibeli... Selain harga saham yang jatuh terus, saham ini juga masuk kategori UMA. Anda, mungkin masih bisa men-trading-kan saham ini pada rentang waktu yang saya beri tanda kotak 1 dan kotak 2, karena harga saham ini masih dipertahankan cenderung sideways dan sedikit uptrend.



Saham BWPT, mulai menunjukkan tidak layak dibeli pada saat harga saham jebol dari support 1 (lihat angka 1 warna merah). Harga jebol dari support 1 terlihat dari tanda lingkaran yang saya beri warna merah. Kemudian, harga saham BWPT semakin terpuruk setelah membentuk support 2 (lihat angka 2 warna merah), dan jebol lagi. So, ketika support 1 sudah tidak kuat, maka saham sudah seharusnya Anda tinggalkan.

----------------------------------------------------------------------------


0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.