Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Saham2 Yang Akan Bersinar 2016 - long term

El Heze
Di postingan saya sebelumnya: Prediksi IHSG 2016 saya paparkan bahwa IHSG mengalami kejatuhan. Dengan nilai indeks yang "rendah" tidak sampai ke 4.800, maka kemungkinan besar IHSG berpeluang rebound kencang di tahun 2016. Ingin tahu analisisnya beserta saham2 yang akan bersinar di tahun 2016? Mari simak ulasan dibawah ini.

Saya merekomendasikan saham2 sektor konstruksi, infrastruktur dan perbankan.  Secara pribadi saya menyarankan saham2 konsturksi plat merah karena emiten2 plat merah sudah dijamin oleh pemerintah (negara) dan perushaaan BUMN merupakan penyumbang devisa negara terbesar. Di pasar saham, terbukti perusahaan2 plat merah menjadi perhatian investor maupun trader.

1. Sektor konstruksi

Saya merekomendasikan buy (trading atau investasi): WIKA, WSKT, PTPP, SSIA 

Harga saham konstruksi sudah mengalami penurunan yang sangat dalam. Kebanyakan harga saham konstruksi tahun 2015 berada di bawah MA 200 dibandingkan tahun 2014 . Hal ini mengindikasikan bahwa terjadi penurunan harga saham. Dengan penurunan ini, harga saham konstruksi berpotensi untuk menguat kembali di tahun 2016. 

Di satu sisi,  sektor konstruksi merupakan sektor cerah di 2016 karena pada awal tahun nanti pemerintah sudah merealisasikan belanja pemerintah untuk pembangunan infrastruktur. Kalau 2014 kemarin, saham sektor infrastruktur naik kencang hanya sekedear euforia pasar saja. Awal tahun 2016, pemerintah sudah merealisasikan belanja untuk infrastruktur, sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan emiten2 di sektor konstruksi.  
Lihat teknikal saham WIKA



WIKA adalah saham yang mengalami downtrend cukup "parah". Harga saham berada jauh dibawah MA 200 (Garis Orange). WIKA berpotensi untuk rebound di tahun 2016. Target harga untuk mide-term 6-9 bulan WIKA bisa kembali ke harga 3.200. WIKA bagus untuk dikoleksi selain sahamnya yang likuid, harga saham WIKA juga sudah jatuh. Pelaku pasar akan mengakumulasi kembali saham WIKA untuk 2016. 

Lihat teknikal saham WSKT



Harga saham WSKT cenderung stabil. WSKT adalah salah satu emiten konstruksi yang memiliki banyak proyek di 2016. Harga saham masih berada di bahwa MA 200. Tahun 2016, diperkirakan WSKT bisa kembali mencapai harga puncak 1.800.

Lihat teknikal saham PTPP. Analisis saham PTPP saya bahas di postingan: Rekomendasi Saham Harian.

Lihat teknikal saham SSIA. Analisis saham SSIA saya bahas di postingan: Rekomendasi Saham Harian.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

2. Sektor infrastruktur

Saya merekomendasikan buy: JSMR

Fokus pemerintah pada saham2 infrastruktur otomatis berpengaruh langsung terhadap emiten di sektor infrastruktur. Sektor emiten infrasturktur yang saya rekomendasikan adalah Jasamarga. Jasamarga adalah perusahaan plat merah, disamping likuid dari sisi teknikal (volume), JSMR merupakan perusahaan yang memiliki fundamental bagus. Tahun 2016, JSMR akan memiliki banyak proyek karena pemerintah akan menggenjot infrastruktur salah satunya adalah jalan tol

Lihat teknikal saham JSMR



Jasarmarga punya resisten kuat di 7.000 (Januari - April 2015). Tetapi harga saham tahun 2015 ini turun drastis dan 30 Desember 2015 "hanya" mampu berakhir di harga 5.225. Harga saham sejak pertengahan Desember 2015, mulai membentuk uptrend setelah mengalami kejatuhan.

Diperkirakan harga saham JSMR akan dikoleksi kembali untuk tahun 2016. Target Jasamarga untuk 1-3 bulan, JSMR akan kembai ke leve psikologis 5.500.  

------------------------------------------------------------------------------------------------------

3. Sektor perbankan

Saya merekomendasikan: BBRI, BBCA, BBNI, BMRI

Sektor perbankan juga kecipratan berkah dari pembagunan infrastrukturdi tahun 2016. Dengan tingginya proyek, perusahaan2 konstruksi dan infrastruktur akan berusahauntuk mencari pendanaan baru dari perbankan. Hal ini akan menguntungkan sektor perbankan sebagai lembaga pmebiayan penyaluran kredit. Saya merekomendasikan beberapa sektor yang berfundamental bagus dan merupakan bank yang menjadi kepercayaan untuk emiten. 

Lihat teknikal saham BBRI




BBRI sudah menunjukkan uptrend setelah mengalami penurunan. Harga saham BBRI  mengalami kenaikan disertai perpotongan MA 200 dan dikonfirmasi dengan kenaikan harga setelahnya (lihat yang saya lingkari). Hal ini adalah indikasi BBRI akan melanjutkan uptrend. BBRI di akhir tahun ditutu di 11.425. Target BBRI naik ke 11.700 - 12.000. BBRI ada kemungkinan fluktuatif di harga 10.400 - 11.300 karena sejak akhir oktober 2015 BBRI sering sekali menyentuh harga sekian disertai tren sideways.  
Lihat teknikal saham BBCA



Perhatikan saham BBCA. BBCA setelah mengalami uptrend, membentuk sideways. BBCA terlihat dengan mencari pergerakan arah baru (konsolidasi). Sebentar lagi Jika MA 200 (garis orange) mam

Lihat teknikal saham BBNI



BBNI setelah mengalami terun turun, terlihat konsolidasi. Penutupan BBNI di harga 4.990. Awal tahun 2015, BBNI mampu mencapai angka tertinggi hingga 7.275. BBNI saya perkirakan akan naik di level terdekatnya 5.200, jika tembus maka akan naik ke 5.500

Lihat teknikal saham BMRI



BMRI sudah mulai memasuki uptrend, setelah akhirnya lepas dari konsolidasi. Diperkirakan 2016 BMRI akan mencapai level terdekatnya dahulu di level psikologi 9.500. Penutupan akhir tahun 9.250.

* Saham2 sektor perbankan di awal tahun mungkin tidak akan mengalami kenaikan  sekencang konstruksi, karena kalau diperhatikan pola pergerakan harga saham perbankan setelah mengalami tren turun, di Bulan Oktober - November 2015 saham2 perbankan rata2 mengalami uptrend, setelah itu tidak mampu naik lebih kencang dan terkonsolidasi. Di awal tahun, ada january effect. Baca: Awal Tahun, Apakah Waktu yang Tepat untuk Membeli Saham? Saham sektor perbankan akan terkena dampak positif dari january effect, terutama saham2 blue chip seperti BBCA, BBRI. Sebagai trader mungkin jangan berharap terlalu banyak untuk melakukan take profit di harga yang sangat-sangat tinggi untuk sektor perbankan.
--------------------------------------------------------------------------------------------


4. Sektor Industri Dasar dan Kimia (Sub Sektor Semen)


Saya merekomendasikan: SMGR, WTON

Penjualan semen sempat lesu karena persaingan harga semen. Akan tetapi, penjualan semen kuartal III 2015 mampu meningkat kembali sebesar 14%. Hal ini juga turut mempengaruhi pertumbunan ekonomi Indonesia yang tumbuh sebesar 4,9% meninglat dibanding kuartal II yang hanya 4,67%. Saham2 sub sektor semen yang prospek di tahun 2016 saya merekomendasikan SMGR dan WTON 


Lihat teknikal saham SMGR




SMGR mulai melanjutkan uptrend. SMGR ditutup di harga 11.400 di akhir tahun 2015. Uptrend SMGR mulai tampak dan sudah mendekati MA 200. Prediksi saya harga saham SMGR akan diangkat di tahun 2016.  SMGR akan menguji level psikologisnya di 12.000. Tingginya proyek infrastruktur tahun 2016 akan turut meningkatkan pendapatan SMGR yang bergerak di bidang usaha semen. Lihat teknikal saham WTON




Hampir sama dengan SMGR, WTON juga bergerak di bidang sub sektor semen. Tahun 2016, akan menjadi keuntungan bagi perusahaan semen. WTON juga merupakan perusahaan plat merah. Harga saham WTON sudah sangat rendah, karena harga saham WTON mengalami penurunan cukup tajam. WTON akan kembali ke harga Rp1.000 untuk jangka waktu mid-term (3 bulan), mengingat harga Rp1.000 adalah harga resisten kuat-nya 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.