Website edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Strategi Trading: Memasang Target Take Profit

Setiap dari kita pasti ingin mencetak profit dalam trading saham. Untuk mendapatkan profit, berarti anda harus bisa menjual saham di harga yang lebih tinggi dari harga beli anda (capital gain).




Memasang harga jual adalah salah satu bagian penting dari trading plan. Ada satu hal penting yang harus anda pahami mengenai cara memasang target take profit. 

Menetapkan harga jual saham, sebaiknya anda lakukan lebih awal. Artinya, jangan sampai anda terlambat menetapkan atau memasang harga jual. Apalagi kalau kondisi market sedang berada dalam tren yang cenderung sideways atau bearish. 

Mengapa saya menuliskan pos ini? Karena saya pernah mengalaminya sendiri. Saya pernah membeli saham ACES di harga 1.555. Saat itu, saya sudah menentukan ingin jual ACES di harga 1.600. 

Namun saya tidak segera memasang / antri harga jual yang saya inginkan. Yap, setelah beli ACES di 1.555, saya langsung tutup komputer, karena saya memang saat itu sudah berencana nggak banyak memantau market dulu (refreshing). 

Saya pun saat itu juga berasumsi bahwa sampai closing market ACES tidak akan sampai ke 1.600. Paling-paling harganya ke 1.580-1.585. Malam harinya, saat saya cek market, ternyata ACES ditutup di harga 1.605, dan sempat ke harga tertinggi 1.610. 

Ternyata analisa saya meleset. Saat itu saya berpikir: "Wah kalau saya tadi pasang harga 1.600, pasti sudah matched. Padahal kondisi market sekarang masih rentan koreksi. Harusnya tadi saya langsung pasang jual di 1.600, nggak perlu nunggu".

Lalu apa yang saya lakukan? 

Saat itu juga saat market sudah closing, saya langsung pasang harga jual di 1.600 menggunakan conditional order (Setelah ini kita akan bahas tentang conditional order). 

Keesokan harinya, saham ACES dibuka tepat di 1.600 dan untungnya order saya saat itu langsung matched di 1.600, karena malam harinya saya sudah pasang jual di 1.600, sehingga saya nggak perlu menunggu pasar buka baru antri harga jual.

Karena kalau saya menunggu pasar buka keesokan hari dan pasang jual di 1.600, kemungkinan besar order saya nggak akan matched, karena saat itu pasar saham koreksi dan tidak lama kemudian mayoritas saham harganya turun lagi. 


Diatas adalah order sell yang matched, setelah hari sebelumnya saya pasang jual antri di 1.600. Tidak lama kemudian, saham-saham turun / koreksi, dan saham ACES harganya jatuh ke 1.575 saat saya crop harga sahamnya: 


Mungkin anda juga pernah menghadapi kondisi serupa: Anda nggak segera antri pasang harga jual setelah beli saham, sehingga kesempatan anda mendapatkan profit TERLEWAT. 

Harusnya kalau anda sudah memasang target jual di hari itu, anda sudah profit (matched order). Tapi karena anda nggak memasang harga jual, momen bagus tersebut jadi terlewat. 

Syukur-syukur kalau besok harga saham masih naik. Tapi kalau besoknya harga saham langsung jatuh, maka kesempatan profit jangka pendek akan terlewat. 

Disini kita mempelajari satu hal PENTING: Pasang harga jual setelah beli saham itu sangat penting. Terutama kalau kondisi pasar saham yang lagi kurang kondusif, anda harus disiplin menetapkan target jual. Setelah anda beli saham, ada baiknya anda langsung antri jual di harga yang anda inginkan. 

Catatan: Strategi ini berlaku untuk trader jangka pendek dan untuk trader saham yang tidak punya banyak waktu memantau market. Kalau anda ingin investasi saham atau trading beberapa bulan, anda tidak perlu memasang order jual harian atau mingguan. 

Ada dua cara yang bisa anda gunakan untuk memasang target take profit yaitu dengan cara DAY ORDER dan GOOD TILL CANCEL (GTC) ORDER. 

DAY ORDER 

Day order berarti anda langsung antri memasang harga jual setelah beli saham dengan order manual. Kalau harga saham anda hari itu tidak menyentuh harga jual yang anda pasang sampai closing market hari itu, maka order anda tidak berlaku lagi (expired). 

Dengan kata lain, keesokan harinya anda harus memasang lagi order jual di harga yang anda inginkan. Day order hanya bisa dilakukan saat pasar saham buka (Open). 

GOOD TILL CANCEL (GTC) ORDER 

GTC order berarti anda memasang antri harga jual saham dan anda bisa setting rentang waktu yang anda inginkan. Katakanlah sekarang adalah tanggal 10 September. Anda ingin memasang harga jual saham di harga 1.000 katakanlah sampai jangka waktu 18 September. 

Artinya, kalau order anda belum matched keesokan harinya, maka order anda masih berlaku (tidak expired seperti pada day order). Batas waktunya sampai 18 September. Kalau sampai 18 September order anda belum matched, barulah order anda expired. 

Jadi dengan GTC order, anda tidak perlu memantau market setiap saat, dan anda tidak perlu pasang harga jual saham setiap hari. 

GTC order inilah yang juga disebut dengan conditional order. GTC order ini yang saya lakukan tadi saat saya jual saham ACES di 1.600. GTC order bisa anda lakukan saat market tutup (close). Berikut contoh tampilan GTC / conditional order: 
Jual saham
Anda bisa perhatikan tampilan GTC order diatas. Yap, saham ACES diatas sudah nggak tampil bid offer harganya, karena saat itu pasar saham sudah tutup. Tapi kita tetap bisa pasang harga jual dengan batas waktu yang diinginkan. 

Di setiap software saham sekuritas yang anda gunakan, pasti juga menyediakan fasilitas GTC order tersebut. Kalau anda merasa terlambat pasang harga jual di hari itu dan market sudah tutup, anda bisa pertimbangkan pasang harga jual dengan GTC order. 

Kesimpulannya, untuk trader jangka pendek, segera tentukan target take profit dan antri / pasang harga jual yang anda inginkan. Terutama dalam kondisi market yang cenderung bearish atau high volatility, strategi pasang order jual lebih awal ini sangat diperlukan. 

Entah anda mau menggunakan day order atau GTC order. Intinya, sebaiknya anda langsung memasang target jual setelah beli saham. 

Pada pembahasan selanjutnya nanti, kita akan ulas bersama bagaimana cara menentukan target take profit yang ideal. Berapa persen target take profit? Di harga berapa sebaiknya jual saham? Anda bisa pelajari pos-nya disini: Strategi Menentukan Target Take Profit Saham (Belum terbit... Coming soon). 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.