Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Saham BWPT: Analisis Teknikal dan Tren

El Heze
Beberapa waktu lalu ada rekan trader yang bertanya: "Pak Heze saya nyangkut di saham BWPT harga 120. Kapan waktu yang pas buat averaging down?" 

Saham BWPT merupakan saham di sektor perkebunan, satu sektor dengan saham AALI dan LSIP. Kalau boleh saya katakan, BWPT ini termasuk saham gorengan, di mana pada satu sektornya, BWPT adalah saham yang punya market cap yang kecil (terutama jika dibandingkan dengan AALI dan LSIP). Sekarang kita coba perhatikan grafik BWPT berikut: 

Saham BWPT
Kita bisa lihat tren saham BWPT selama 6 bulan, di mana tren BWPT ini terus turun, dan kalau anda sering pantau pergerakannya real time, BWPT ini pergerakannya cukup volatil.

Berdasarkan pengalaman pribadi, tren saham seperti BWPT seperti ini menunjukkan bahwa saham tersebut sangat rawan untuk  ditradingkan, terutama buat tipikal trader mingguan atau bulanan / swing trader. 

Karena tren BWPT ini terus turun, walaupun ada kenaikan / rebound, tapi naiknya hanya sedikit, dan setelah itu BWPT terus membentuk lower low yang baru.

Kecuali untuk anda yang ingin trading 'tek-tok' di saham ini, BWPT bisa dimanfaatkan untuk trading cepat, namun tentu risikonya juga tinggi, mengingat BWPT menurut versi penulis termasuk dalam saham lapis tiga yang pergerakannya nyaris tidak mengikuti analisa teknikal.    

Tapi ketika melihat chart BWPT di tahun2 sebelumnya, saya teringat kembali ketika beberapa kali mentradingkan BWPT saat harganya masih diatas 200-an. Saat-saat itu tren BWPT masih belum terlalu turun (downtrend). Anda bisa perhatikan chart BWPT dalam range yang lebih panjang: 


Perhatikan yang saya beri tanda lingkaran, di mana periode2 tersebut saham BWPT masih beberapa kali mengalami tren naik / rebound yang cukup meyakinkan. 

Namun saya pribadi sudah agak lama nggak mentradingkan saham ini, bahkan saya sendiri belakangan tidak terlalu sering cek pergerakan BWPT sejak trennya turun terus.. Di pos ini dan berdasarkan pengalaman trading pribadi, kita bisa menyimpulkan beberapa hal penting: 

- Pertimbangkan untuk cut loss di saham2 yang high risk

Kalau anda melihat tren suatu saham yang turun, bahkan sahamnya tidak terlalu likuid, sedangkan beberapa saham di sektor yang sama pergerakan harganya lebih baik (anda bisa perhatikan perbandingan chart AALI dan BWPT misalnya) maka ada baiknya anda  mempertimbangkan untuk cut loss jika saham tidak bergerak sesuai harapan. 

Saham2 yang trennya turun terus, sedikit rebound, terus membentuk lower low yang baru (apalagi harganya mendekat Rp50), maka saran saya: Jangan nekad untuk melakukan averaging down. 

Kita tidak tahu sampai ke harga berapa BWPT akan turun. Maka dari itu jangan menambah modal di saham2 yang pergerakannya tidak jelas. 

- Jangan mencintai satu saham 

Kalau ada saham yang sudah mengalami perubahan tren secara drastis (dulu anda bisa profit di saham tersebut, tapi sekarang harga sahamnya turun terus  dan sudah tidak menguntungkan menurut analisa pribadi), maka ada baiknya anda tinggalkan sahamnya. 

Toh, masih banyak saham yang punya pergerakan yang lebih bagus dan layak untuk ditradingkan. BWPT sendiri sahamnya turun terus mendekat gocap. 

Faktanya, banyak saham yang ketika harganya sudah turun mendekati gocap, akhirnya turun terus sampai ke Rp50.. Nanti di pos-pos selanjutnya kita akan bahas apa saja contoh2 saham yang pergerakannya seperti itu. 

Tujuannya agar anda, terutama yang baru masuk di pasar saham, memahami pergerakan saham2 yang berisiko untuk trading. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.