Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Analisis dan Strategi Bottom Fishing Saham

Salah satu istilah strategi main saham yang sering digunakan adalah BOTTOM FISHING. Anda mungkin sering mendengar seorang trader yang menyebut istilah bottom fishing ketika akan mengincar saham-saham pilihannya. 

Apa itu bottom fishing dalam trading saham? Istilah bottom fishing berasal dari Bahasa Inggris. Bottom artinya bawah / dasar (dalam konteks trading saham berarti bottom artinya adalah harga bawah alias harga support). 

Sedangkan fishing artinya memancing. Kalau kita terjemahkan secara manual, bottom fishing berarti memancing di harga bawah. Apa maksudnya? 

Konsep bottom fishing adalah konsep trading dengan mengincar saham yang terdiskon atau turun secara besar-besaran dalam waktu yang cukup singkat. Harga saham yang turun besar-besaran akan kembali ke titik-titik supportnya. 

Disinilah kemudian anda mengincar saham2 yang sedang jatuh, karena saham2 yang benar-benar jatuh biasanya memiliki potensi technical rebound. Technical rebound inilah yang harus anda manfaatkan agar anda bisa mendapatkan profit. Baca juga: Konsep Trading Saham: Beli Saat Mau Naik, Jual Saat Mau Turun. 

Technical rebound itu sendiri merupakan saat-saat di mana harga saham memantul dari harga support / harga bottom akibat harga saham sudah turun. Ibarat ketika anda melempar bola basket dari ketinggian ke lantai, maka setelah bola basket jatuh mengenai dasarnya (lantai), bola basket akan memantul / naik (rebound) kembali. 

Momentum bottom fishing ini biasanya bagus dipraktikkan ketika market berada dalam fase koreksi tajam, sehingga rata-rata harga saham (termasuk saham2 bagus) koreksi besar-besaran. Walaupun demikian, bottom fishing sebenarnya tidak harus dilakukan saat market sedang koreksi besar. 

Mengapa demikian? Karena kalau anda jeli melakukan analisa, sebenarnya dalam kondisi market sedang naik pun tetap saja ada saham-saham yang sedang diskon, karena pada dasarnya tidak semua harga saham naik secara bersamaan. Terkadang harga saham akan naik secara bergantian, tergantung pola dan momentum dari sahamnya masing-masing. 

Jadi, pada saat market sedang koreksi gedeee, maka itulah kesempatan anda untuk menerapkan strategi bottom fishing. Termasuk jika anda menemukan saham2 bagus yang belum naik (masih di harga support) padahal banyak saham lain yang sedang naik, maka strategi bottom fishing bisa anda terapkan.  

Terkait menerapkan strategi bottom fishing untuk trading, saya juga membahas materinya secara lengkap. Anda bisa mendapatkan materinya disini: Praktik Menemukan Saham Diskon. 

Menemukan saham-saham yang sudah koreksi / diskon besar, dan berpotensi untuk technical rebound membutuhkan strategi analisa teknikal yang bagus, karena tidak semua saham yang turun berpotensi technical rebound dalam jangka pendek. 

Ada banyak kasus di mana saham-saham yang terlihat sudah koreksi besar, tetapi ternyata masih turun lagi. Maka dari itu, saya menjabarkan praktik lebih dalam tentang strategi bottom fishing, dan menghindari saham2 yang masih berpotensi jatuh. 

Perlu anda ketahui, strategi bottom fishing dalam trading ini bisa menghasilkan profit yang besar untuk trader jangka pendek, terutama untuk saham-saham likuid yang sedang koreksi besar, maka peluang rebound saham-saham likuid akan jauh lebih besar dan cepat dibandingkan saham2 yang sudah berada di harga puncak atau saham2 yang sideways. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.