Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Saham Favorit Trader yang Sering Diincar

Jika anda adalah trader yang punya tipikal suka mencari 'saham favorit', maka anda pasti akan cenderung mengincar saham-saham yang saat itu sedang menjadi bahan pembicaraan trader karena "bisa memberikan" return yang besar. Trader yang suka mengincar saham-saham favorit cenderung akan berpikir: 

Kalau kita beli saham-saham yang jadi favorit trader, bukankah kita bisa mendapatkan potensi return yang lebih aman dan menjanjikan?

Saham-saham yang banyak diincar trader / yang menjadi favorit trader biasanya adalah saham yang bisa mengalami kenaikan cepat dalam waktu singkat. Logikanya, di pasar saham semua orang akan mencari keuntungan sebesar-besarnya. Kalau bisa mendapatkan return yang besar untuk apa memilih saham yang returnnya lebih lama?

Sebagai contoh, saham BUMI yang naik dari harga Rp50 sampai Rp500, langsung menjadi saham favorit trader. Bahkan, banyak trader yang sebelumnya tidak berpikir untuk membeli BUMI, akhirnya ikut-ikutan beli saham BUMI. 

Contoh lainnya, TRAM yang jadi saham tidur dan kemudian naik dengan cepat sampai ke harga 400 membuat banyak trader yang mulai tergiur untuk masuk ke saham ini. 

Dan saham TRAM selalu jadi topik pembicaraan trader. Bahkan trader yang sudah pengalaman main saham pun, yang memiliki prinsip nggak mau beli saham gorengan, belum tentu akan tahan untuk tidak membeli saham2 seperti ini kalau kenaikan harganya begitu cepat dan menggiurkan. 

Terus gimana dengan saham-saham blue chip? Atau saham2 lapis dua yang kenaikan dan penurunannya masih cukup stabil? 

Saham-saham yang fundamentalnya bagus seperti BBCA, UNVR, TLKM biasanya justru adem-ayem saja karena saham2 tersebut memang tidak memiliki daya tarik dari sisi fluktuatif harga. 

Itulah mengapa saham2 blue chip jarang menjadi saham favorit trader. Di pasar saham, umumnya banyak trader yang cenderung ingin mendapat return cepat. Oleh karena itu tidak heran jika saham2 yang menjadi favorit trader adalah saham yang kenaikannya sangat cepat. 

Namun sepengalaman saya, saham-saham yang returnnya paling menjanjikan adalah kalau kita menyimpan saham2 yang tidak terlalu fluktuatif. Saham2 yang tidak fluktuatif umumnya lebih mudah ditebak arah pergerakannya.

Kalau nggak percaya coba lihat saja grafik saham2 blue chip seperti BBRI, HMSP, BBCA, BMRI, dan lain2. Dalam jangka mingguan, menengah hingga jangka panjang saham2 seperti ini cenderung selalu naik. 

Saya pribadi tidak anti membeli saham2 fluktuatif, tapi alokasi modal yang saya gunakan maksimal hanya 10% dari total modal, karena saham2 seperti ini walaupun selalu jadi saham favorit trader, tapi perbandingan risiko tetap jauh lebih besar dibandingkan returnnya. 

Pelajaran berharga dari pos ini adalah: Saham yang menjadi favorit mayoritas trader belum tentu adalah saham-saham yang bagus untuk anda. Anda harus bisa mencari sendiri saham-saham yang memiliki tipikal / karakter yang sesuai dengan anda. Sudah banyak trader yang terjebak membeli "saham favorit" hanya karena saham2 tersebut naik cepat dan sedang menjadi trending topic.

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.