Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Pengertian Modal Kerja / Working Capital dan Contohnya

Dalam melakukan analisis kinerja keuangan perusahaan, anda pasti akan menganalisis kinerja keuangan dari banyak aspek, baik dari aspek profitabilitas, likuiditas, rasio aktivitas, dan solvabilitas perusahaan. 

Dalam hal likuiditas dan aktivitas, anda pasti sering mendengar yang namanya MODAL KERJA atau biasa disebut sebagai MODAL KERJA BERSIH. Apa itu modal kerja bersih? Dan apa kegunaan modal kerja bersih? Sebelum membahas lebih dalam, rumus modal kerja bersih adalah sebagai berikut: 


Modal kerja bersih adalah aset lancar - kewajiban lancar. Modal kerja dibagi menjadi 2, yaitu modal kerja bersih positif dan modal kerja bersih negatif. Modal kerja positif artinya aset lancar perusahaan lebih besar daripada kewajiban lancarnya, dan sebaliknya modal kerja negatif berarti kewajiban lancar lebih besar daripada aset lancar. 

Mengapa anda perlu tahu modal kerja perusahaan? 

Modal kerja digunakan untuk tingkat likuiditas perusahaan, alias seberapa besar aset lancar yang dimiliki perusahaan jika dibandingkan dengan kewajiban-kewajiban lancar perusahaan. 

Perusahaan yang memiliki aset lancar yang besar menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kemampuan untuk melunasi kewajiban2 jangka pendeknya dengan segera. Sebaliknya kalau perusahaan memiliki modal kerja bersih negatif, hal ini bisa membahayakan kelangsungan hidup perusahaan karena ini artinya perusahaan tidak memiliki aset lancar yang mencukupi untuk melunasi kewajiban lancarnya. 

Maka dari itu, perusahaan yang sehat dari sisi likuiditas adalah perusahaan yang memiliki aset lancar yang lebih besar dibandingkan dengan kewajiban lancarnya. Anda mungkin bertanya: 

"Kenapa kok kita harus melihat dari sisi aktiva lancar / kewajiban lancar, mengapa kita tidak melihat dari sisi aktiva tetap  atau kewajiban tidak lancar?"

Karena pada modal kerja ini kita ingin melihat likuiditas, maka kita harus membandingkannya dengan akun2 di laporan keuangan yang berhubungan dengan tingkat likuiditas, dalam hal ini adalah aset lancar dan kewajiban lancar. 

Selain itu, likuiditas adalah ukuran yang sangat penting bagi perusahaan, karena likuiditas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban2nya dengan segera. Kalau perusahaan tidak bisa membayar kewajiban dengan segera (kewajiban yang jatuh tempo dalam waktu maksimal 1 tahun), maka perusahaan bisa terancam untuk terkena pailit. 

Berikut adalah contoh perhitungan modal kerja. Pada contoh ini, saya akan menggunakan laporan keuangan PT Indofood CBP Tbk (ICBP). Perhatikan perhitungan modal kerja ICBP dibawah ini: 


Dari modal kerja bersih ICBP diatas, tampak bahwa modal kerja ICBP selalu positif selama 2 tahun, dan modal kerja ICBP meningkat dari tahun 2015 ke tahun 2016. Hal ini menunjukkan bahwa ICBP memiliki tingkat likuiditas yang baik. 

Artinya, ICBP memiliki aset lancar yang mencukupi untuk melunasi kewajiban2nya yang akan jatuh tempo dengan segera. Sehingga dari sisi likuiditas, ICBP dapat dikatakan aman. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.