Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Harga Saham Naik Lagi Setelah Dijual

Ketika anda membeli saham, anda pasti berharap agar harga saham tersebut mengalami kenaikan. Ketika harga saham anda sudah naik sampai ke titik tertentu, anda tentu akan segera melakukan take profit / menjual saham alias ambil untung. 

Tapi terkadang ketika harga saham anda naik, kemudian anda jual... Eh nggak tahunya harganya naik lagi. Pada kondisi seperti ini, trader biasanya merasa menyesal. Trader berpikir: 

"Sayang sekali. Kenapa saya jual sekarang? Seharusnya kalau dijual besok untung saya bukan cuma 5% tapi 15%".

Kalau anda sering mengalami hal seperti ini, anda harus mengetahui penyebab kenapa saham yang anda beli setelah anda take profit, harganya selalu saja naik lagi. Berdasarkan pengalaman saya ada dua penyebab utama: 

Pertama, anda masih mudah panik atau kurang sabar. Katakanlah anda membeli saham ACES di harga 900 sebanyak 10 lot. Kemudian anda ingin menjual ACES di harga 1.300. Tapi ketika ACES naik ke 970, anda langsug menjualnya. Ternyata benar saja, ACES beberapa hari kemudian justru rebound sampai 1.300. 

Hal itu menandakan bahwa anda mudah panik dan masih nggak sabaran dalam menunggu kenaikan harga saham. Namun kalau anda semakin pengalaman dalam trading, hal2 seperti ini perlahan bisa anda atasi.

Tetapi kalau anda masih belum bisa mengatasi perasaan kurang sabar (cepat menjual saham saat harganya naik, padahal besok masih naik lagi), maka KEMUNGKINAN BESAR anda harus mengubah time frame trading anda menjadi lebih pendek. Time frame trading panjang mungkin kurang cocok untuk karakter anda. 

Misalnya, anda bisa merubah tipe trading anda yang semua swing trading menjadi intraday trading jika anda merasa tidak bisa menahan saham agak lama. 

Kedua, anda sudah menetapkan trading plan. Kembali pada contoh diatas, anda membeli saham ACES di harga 900. Kemudian anda sudah menetapkan akan menjual ACES ketika sahamnya naik ke 1.000. Ketika harga ACES menyentuh 1.000, anda langsung menjualnya. 

Ternyata setelah anda menjual ACES, harganya naik lagi sampai 1.300. Apakah berarti anda salah karena menetapkan target jual terlalu rendah?

Jawabannya: Tidak. Justru anda benar. 

Ini artinya anda bisa menetapkan trading plan anda dengan baik. Anda menetapkan jual ACES di 1.000 dan anda merealisasikannya ketika ACES naik. Yang salah adalah jika anda tidak menepati trading plan anda, dan berharap terus harga saham akan naik. Di pasar saham, sifat ini dinamakan dengan serakah (greed). 

Ada satu hal lagi yang ingin saya sampaikan di pos ini: Jika anda berhasil menjual banyak saham yang naik (meskipun pada akhirnya saham anda naik lagi), saya katakan level trading anda sebenarnya sudah naik. 

I mean, anda sudah bisa menganalisis saham-saham mana saja yang memiliki potensi naik. Itu sudah sangat bagus, karena banyak trader yang masih sering terjebak pada saham2 yang tidak bagus secara teknikal. Nah, sekarang tugas anda adalah mengevaluasi penyebabnya. Dari evaluasi inilah anda bisa tahu apakah anda sebenarnya nggak sabaran atau memang anda sudah tepat dengan trading plan anda. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.