Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Saham Murah yang Menguntungkan

El Heze
Banyak trader yang bertanya pada saya, baik melalui Facebook Belajar Saham maupun email suksesbelajarsaham@gmail.com:

"Pak Heze, apa saja saham-saham murah yang bagus selain blue chip untuk trading?" 

Sebenarnya istilah 'saham murah' itu mengandung 2 arti: Saham murah yang secara valuasi sahamnya masih dihargai rendah (PER-nya rendah) atau saham murah secara nominal rendah (harga sahamnya rendah, sehingga mudah terjangkau oleh trader yang modalnya lebih kecil. 

Tapi kalau dalam konteks trading jangka pendek, trader biasanya selalu mencari jenis saham yang harganya rendah (sampai dengan Rp2.000 per lembar saham). Hal ini dikarenakan saham2 blue chip terkadang justru dihindari trader karena harga sahamnya yang sudah diatas Rp5.000 per lembar, sehingga untuk membeli satu lot, katakanlah saham BBCA yang harganya Rp15.000 per saham, anda harus mengeluarkan modal sebesar Rp1,5 juta (15.000 x 100 lembar x 1 lot). 

Untuk anda yang memiliki modal kecil atau anda yang ingin membeli saham dengan jumlah lot yang lebih banyak, memang membeli saham yang murah, lebih tepatnya rendah akan lebih menguntungkan secara profit dibandingkan membeli saham yang nominalnya besar, dengan catatan saham tersebut harus likuid. 

"Lalu, bagaimana cara mencari saham-saham tersebut?" Tanya anda 

Mencari saham2 yang harganya rendah dan likuid berarti anda harus mengamati grafik sahamnya, dan antrian bid-offer. Dengan kata lain, anda harus mengklasifikasikan terlebih dahulu saham2 yang anda anggap harganya rendah, kemudian anda lakukan analisa dari saham2 tersebut. 

Jangan hanya asal memilih saham2 yang harganya murah, tetapi tidak likuid secara bid-offer dan volumenya sangat kecil, karena hal ini justru akan membuat anda rugi. Memilih saham yang bagus untuk trading harus dilakukan dengan analisa penuh. 

Saya berikan beberapa contoh saham murah yang menguntungkan (likuid dan bisa ditebak secara analisis teknikal), diantara: PWON, ANTM, BNGA, BJTM dan lain2. Dari mana saya bisa tahu kalau saham2 tersebut adalah saham murah yang menguntungkan?

Karena saya melakukan pengujian melalui grafik, bid-offer dan analisa lainnya seperti indikator. Saham murah (secara nominal) di bursa saham belum tentu semuanya bagus. Ada banyak saham2 yang harganya rendah, tapi pergerakannya tidak likuid (tidak naik, tidak turun, dan antrian bid-offernya banyak yang renggang). Contohnya: DNAR, TARA. 

Cara mencari saham2 yang bisa menguntungkan secara teknikal, saya juga membahas lengkap materinya disini: Buku Praktik Menemukan Saham Bagus. Anda bisa mendapatkan materinya sebanyak 314 halaman. 

Saham lapis tiga bisa menjadi alternatif jika anda ingin mencari saham2 yang harganya rendah, karena pada umumnya saham2 lapis tiga harganya memang dibawah Rp1.000, sehingga kalau modal anda kecil, anda tetap bisa mentradingkan sahamnya dengan jumlah lot yang lebih banyak.  

Tapi di pos ini: Saham Gorengan, saya sudah menjabarkan sekelumit gain dan risiko saham gorengan (lapis 3). Jadi, bagi anda yang tidak / belum terbiasa dengan saham gorengan, saham2 ini sangat berisiko untuk anda. 

Jadi kesimpulannya kalau anda mau cari saham murah yang menguntungkan, anda harus klasifikasikan saham2 yang harganya rendah, dan lakukan pengamatan analisis teknikal serta bid-offernya. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.