Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Saham Likuid Tiba-tiba Sepi Peminat?

Salah satu analisis yang perlu diperhatikan trader ketika menjalani aktivitas trading adalah melihat analisis bid-offer saham tersebut, bukan hanya grafik. Mungkin anda bertanya-tanya: 

"Memang apa perlunya menganalisis bid-offer saham Bung Heze?"

Saya pernah memberikan jawabannya disini: Kegunaan Mengamati Sistem Antrian Bid-Offer Saham. Bid-offer saham salah satunya bisa digunakan untuk menganalisis seberapa besar minat pasar terhadap saham tersebut. Caranya anda harus terus memantau saham tersebut dengan melihat bid-offernya (terutaa jumlah lot untuk setiap antrian harga). 

Di pasar saham, terkadang anda akan menemukan saham yang awalnya ramai sekali peminat (bid-offer tebal setiap hari bahkan untuk satu antrian saham bisa sampai ratusan ribu lot), sahamnya juga uptrend terus, tetapi beberapa bulan kemudian tiba2 harga sahamnya mulai anjlok perlahan sampai sideways dan antrian bid-offernya mendadak tinggal ribuan lot saja untuk satu antrian harga. 

Saya pernah menemukan saham seperti ini, salah satunya adalah saham PPRO. PPRO pernah mengalami 'masa jaya' pada awal tahun 2016 sampai akhir tahun 2016. Saat itu bid-offer saham PPRO sangat ramai hingga ratusan ribu lot untuk satu harga. 

Setelah PPRO menyentuh level tertinggi di 1.500 dan mulai koreksi, mendadak bid-0ffer PPRO mulai sepi. Pada pertengahan Februari 2017 saat PPRO stock split, bid-offer PPRO tampak jauh lebih sepi daripada saat PPRO diangkat tinggi. Hal ini tentunya turut membuat harga saham bergerak turun.  

Harga saham PPRO yang terus turun

"Pak Heze, kalau menemukan saham seperti itu apa yang harus saya lakukan?" Tanya anda penasaran

Saham yang dulunya likuid tiba-tiba sepi peminat, berarti anda harus mengurangi porsi trading di saham tersebut. Bahkan jika sahamnya sudah tidak menguntungkan lagi secara teknikal (terjun bebas), ada baiknya anda tidak mentradingkannya terlebih dahulu. 

Saham yang dahulu ramai dan uptrend lalu bid-offer jadi tipis (istilah di dunia trading biasanya "gerbongnya mulai sepi"), bisa jadi mengindikasikan bahwa pemain besar dan sebagian besar ritel sudah mulai 'hengkang' dari saham tersebut. 

Sehingga, harga sahamnya biasanya cenderung turun dan agak sulit naik drastis dalam waktu cepat, dan pola pergerakannya tidak sama lagi seperti dulu. 

Kalau anda terlalu ngotot mentradingkan saham2 seperti ini hanya karena anda terpaku pada pola pergerakannya pada masa lalu, maka kemungkinan besar saham anda akan nyangkut. Kalau anda masih memegang saham seperti ini, dan ketika bid-offernya sudah mulai sepi, ada baiknya anda cut loss dan pindahkan ke saham2 lain yang lebih potensial. 

Saham likuid yang tiba2 sepi peminat bisa anda tradingkan lagi, dengan catatan, sahamnya sudah mulai likuid lagi, dan harga sahamnya sudah menunjukkan tanda2 pola support dan resisten yang lebih jelas. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.