Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Berbagai Macam IHSG di Pasar Saham

El Heze
Pergerakan pasar saham di Indonesia mengacu pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG bisa mencerminkan lesu tidaknya kondisi saham2 di Indonesia pada saat itu karena IHSG terdiri dari rerata semua saham di BEI. 

1. Pasar saham sedang bullish kencang 


Kondisi ini adalah kondisi yang paling enak untuk trading, karena sebagaian besar saham yang awalnya sudah koreksi banyak atau sideways, harga sahamnya akan kembali rebound dengan kencang. Pada kondisi ini, anda juga akan menemukan banyak saham yang uptrend kencang. 

Kondisi ini adalah kondisi yang sangat enak untuk trading, karena seperti yang saya katakan di paragraf sebelumnya, ketika saham2 sedang bullish, akan ada banyak saham yang sudah koreksi akan naik dengan cepat. Hal ini akan memberikan kesempatan pada anda untuk mendapatkan profit yang besar dan cepat.

Strategi trading: Dalam kondisi ini, anda harus mengontrol emosi trading anda. Anda tidak boleh terlalu euforia saat profit dan mengejar saham2 yang sudah naik tinggi kalau anda belum mendapatkan sahamnya.  

Karena pasar saham tidak selalu naik terus. Saat saham2 naik, ada saatnya harga saham akan turun / koreksi. Banyak trader yang sahamnya sering nyangkut di harga atas karena terlalu euforia saat sudah mendapatkan profit, akhirnya mereka lupa untuk mengontrol manajemen modalnya. Cara mengontrol emosi trading dan membentuk psikologis trading yang matang, saya bahas semuanya. Anda bisa dapatkan materinya: DISINI.  

2. Pasar saham sedang bearish kencang 

Dalam kondisi pasar saham bearish kencang dan berkepanjangan, hampir semua saham yang sudah turun, akan sangat mungkin untuk turun lebih dalam lagi, sehingga kalau anda membeli saham2 dalam kondisi pasar saham seperti ini, kemungkinan besar nilai portofolio anda akan terjun dengan bebas. 

Strategi trading: Ketika pasar saham sedang anjlok, strategi trading yang paling enak diterapkan adalah: Wait and see. Kalau saya mengalami hal seperti ini, saya akan tutup PC dan melanjutkan aktivitas lainnya. Alangkah baiknya jika anda mulai koleksi saat kondisi pasar sudah mulai berbalik arah dan mulai banyak sentimen2 positif. 

3. Pasar saham naik dan turun cukup cepat 

Kondisi ini juga merupakan kondisi yang cukup enak untuk trading, karena trader bisa lebih mudah 'menghafalkan' pola saham2 tertentu di titik2 support dan resistennya. Sehingga, anda bisa memperoleh profit di titik support dan resisten selama berulang kali. 

Strategi trading: Kondisi ini seringkali mengocok mental trader, karena fluktuatif harga seringkali membuat trader panik, terutama jika harga saham mulai turun dengan cepat. Kalau anda belum terlalu kuat melihat saham2 yang fluktuatif dengan cepat, anda bisa coba memulai trading dengan modal yang relatif lebih kecil atau anda bisa memilih saham2 yang pergerakannya lebih smooth.  

4. IHSG bullish secara tren, tapi tidak banyak saham yang naik kencang 

Nah, kondisi terakhir ini yang paling saya tidak suka. Mengapa? IHSG secara tren naik kencang, tapi justru banyak saham2 yang pergerakannya loyo dan sering PHP. 

Kondisi IHSG yang bullish ini seringkali mengecoh trader, terutama kalau IHSG sedang bullish dan trader menemukan saham2 yang harganya sudah berada di harga support, ternyata harga sahamnya ketika dibeli justru tidak kunjung naik.

Strategi trading: Dalam kondisi ini, ada baiknya anda tidak trading dengan modal besar, kurangi jumlah lot trading anda. Kedua, anda bisa coba mengincar saham2 yang memiliki nilai PER yang masih rendah. Ketiga, anda bisa menerapkan strategi intraday trading, yaitu membeli dan menjual saham dalam waktu yang agak berdekatan.  

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.