Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Analisis Candlestick Saham dan Garis Support-Resisten

Analisis teknikal yang anda gunakan dalam trading saham ada bermacam-macam. Beberapa analisis teknikal yang umum digunakan adalah analisis garis resisten dan candlestick. Setiap kali mengamati grafik saham, anda pasti akan melihat candlestick dan menentukan titik2 support-resisten, karena analisis ini bisa jadi merupakan cerminan psikologis pelaku pasar.

Anda mungkin bertanya-tanya, kenapa judul pos ini adalah "Analisis Candlestick Saham dan Garis Support-Resisten?" Candlestick sejatinya bisa berfungsi sebagai garis resisten terutama apabila ujung candlestick alias harga high yang ada pada candlestick terus menyentuh titik-titik  yang sama. Untuk mempermudah, perhatikan grafik PNLF dibawah ini: 


Pada grafik diatas (perhatikan yang saya beri tanda persegi) tampak bahwa PNLF membentuk tren naik. Kemudian setelah PNLF naik kencang sampai titik tertentu, PNLF mulai sulit menembus resistennya lagi. 

Hal ini salah satunya ditandai dengan adanya ujung candlestick (harga high) yang terus membentuk harga high yang sama selama 3 hari berturut-turut. Hal ini menandakan bahwa harga saham sudah jenuh untuk naik lagi, sehingga pelaku pasar menahan harga saham agar tidak naik lagi.

Pola seperti ini adalah ciri2 harga saham segera turun (terjadi aksi profit taking). Pada grafik bisa anda perhatikan setelah candlestick selama 3 hari tertahan di harga high yang sama, harga saham kemudian langsung turun. 

Sebagai seorang trader, kalau kita lihat tren 6 bulanan- 1 tahun mungkin polanya terlihat bagus karena naik. Namun, kalau anda ingin trading jangka pendek dan anda sudah melihat pola2 candle yang seperti ini, maka anda tidak disarankan membeli. 

Memang dalam praktiknya, saya banyak menemukan teman2 trader yang takut 'ketinggalan kereta' saat melihat harga saham yang sudah naik kencang tanpa memperhatikan pola potensi koreksi yang terjadi. 

Saya sendiri ketika awal menjalani dunia trading dan investasi saham juga sering terjebak dengan saham2 yang sudah naik, padahal sebenarnya candlestick saham tersebut sudah terlihat sangat berat untuk naik. Maka dari itu, di pos ini saya ingin sharing kepada anda. 

Harga high ini secara historis grafik nantinya bisa menjadi titik resisten (jika harga turun) atau support (jika harga menembus titik2 tersebut). Itulah salah satu contoh analisis saham menggunakan analisis candlestick dan analisis garis support dan garis resisten.

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.