Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Siklus Pasar Saham 10 Tahunan

El Heze
Pasar saham terkenal dengan "Siklus 10 tahunan".  Siklus 10 tahunan ini dimulai dari tahun 1987. Kemudian 1997, 2007, 2017 (tepat tahun ini), 2027 dan seterusnya. Setiap 10 sekali, pasar saham selalu diguncang dan crash pada siklus tersebut. 

Pada Oktober 1987 pasar saham AS jatuh akibat banyak pihak mengkhawatirkan krisis Amerika akan terulang seperti pada tahun 1927-1929 (The Great Depression). Hanya dalam 2 hari pada Oktober 1987, pasar saham Amerika jatuh sampai 22% akibat panic selling. 

Tahun 1997, Indonesia terkena krisis moneter besar2-an. Anda sudah tahu sendiri, bagaimana harga saham pada waktu itu. Banyak saham2 berguguran bahkan hampir tidak ada nominalnya sama sekali. Kemudian pada tahun 2007, pasar saham Indonesia memang 'adem ayem', tetapi satu tahun setelah itu, pasar saham jatuh akibat kredit macet perumahan di Amrik. Sekarang sudah 10 tahun berlalu, dan kita masuk di tahun 2017. 

Sekarang pertanyaan saya kepada anda: "Apakah tahun 2017 ini menurut anda akan crash juga seperti 10 tahun sebelumnya?"

"Hmmm.. Mungkin bisa jadi, Bung Heze". Jawab anda. 

Sebelum anda percaya atau tidak dengan siklus 10 tahunan ini, ada baiknya saya menjelaskan satu hal. Di tahun 2016, banyak pengamat mengatakan pasar modal global akan jatuh. Banyak orang2 mulai panik dan khawatir mengenai kondisi pasar saham Indonesia. Kenyataannya? IHSG kita sepanjang tahun 2016 naik 15%! 

Artinya, sebenarnya banyak orang yang memprediksi sesuatu tanpa ada bukti (dasar) yang kuat. Jadi kalau anda tanya pada saya apakah pasar saham 2017 akan jatuh karena 'siklus 10 tahunan, saya mengatakan: ENGGAK. Apa dasarnya?

Saya pribadi sangat optimis karena saya cenderung melihat fundamental negara kedepan. Saya pernah membahasnya di pos ini: Prediksi IHSG 2017. Saya memprediksi IHSG paling tidak bisa bertengger di angka 5.900-6.200, walaupun tantangan2 tetaplah ada. 

Siklus pasar saham 10 tahunan (IHSG akan jatuh setiap 10 tahun), hanyalah ketakutan tanpa berdasar. Sama seperti Bula Oktober 1987, dimana saat Wall Street saat jatuh, hal tersebut hanyalah kepanikan tanpa memprehatikan kondisi fundamental negara. Jadi, untuk apa anda dan saya khawatir kalau tahun 2017 pasar saham akan crash? 

Kalau mengacu kembali pada kondisi fundamental negara, dan diperkuat dengan 'pemulihan' ekonomi Indonesia (Karena sejatinya Indonesia sudah mengalami masa lesu tahun 2015, dan tahun 2016 mencoba untuk bangkit meskipun berat), maka besar harapan pasar saham akan menguat di tahun 2017. 

Beberapa indikatornya adalah mulai membaiknya harga komoditas dan terkendalinya inflasi melalui kebijakan kontrol harga pangan. So, saya tetap optimis dan 'siklus 10 tahunan' ini tidak pernah saya jadikan dasar untuk menganalisis pergerakan pasar saham. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.