Website edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, investasi saham, analisis saham dan strategi trading.

Cara Untung di Saham Saat IHSG Jatuh

El Heze

Setelah mengalami kenaikan tren yang panjang, cepat atau lama kita akan menghadapi masa-masa di mana IHSG akan mulai bergerak turun / bearish. Penurunan IHSG biasanya tidak langsung terjadi begitu saja, namun ada "sinyal" yang diberikan market kepada para investor dan trader. 


Baik sinyal berupa kondisi makro ekonomi yang mulai melemah (economic slowdown), pergerakan IHSG yang sideways panjang setelah berada di titik puncak uptrend, dan lain-lain. Anda bisa perhatikan pergerakan IHSG berikut:  

IHSG turun

Pertanda IHSG turun, selain kita lihat dari kondisi makro ekonomi, salah satunya bisa dilihat dari price action-nya. IHSG membentuk double top, dan sudah terkonfirmasi breakdown dari neckline 6.900-7.000 dan kembali bergerak kebawah. 

[Pelajari juga full strategi mendapatkan profit maksimal dengan memanfaatkan momentum bearish IHSG disini: Ebook Panduan Memilih Saham Bagus - Strategi Trading Saat IHSG Bearish].

IHSG mulai menguji support krusialnya di 6.500, di mana 6.500 ini adalah support penahan IHSG. Apabila support penahan jatuh, maka IHSG ada potensi untuk kembali bergerak downtrend, dan pada kondisi IHSG breakdown dari 6.900-7.000, sebenarnya kita sudah berada dalam posisi downtrend. 

Namun, peluang emas untuk mendapatkan profit besar di pasar saham justru adalah ketika IHSG sedang turun banyak. Ibarat ada barang diskon, anda harus cepat memburu barang diskon tersebut, sebelum dibeli oleh orang lain. 

Kalau IHSG sudah naik tinggi, potensi upside untuk mendapatkan profit tentu lebih terbatas dibandingkan ketika anda membeli saham ketika IHSG sedang turun drastis. Anda pasti sering mendengar wejangan di pasar saham yang bunyinya seperti ini: 
Saat saham turun banyak, itulah kesempatan untuk membeli saham berfundamental bagus dengan harga murah, karena saat IHSG jatuh ada peluang emas untuk profit multibagger. 
Atau pepatah seperti ini: 
Beli saham itu saat harganya turun dan jual saat naik. Bukan beli saat naik, dan cut loss waktu harganya turun. 
Tapi.... Praktikknya di pasar saham tidak semudah itu. Ketika IHSG jatuh, anda akan menghadapi kondisi-kondisi seperti ini:  
  • Saat saham turun, sudah tidak punya cash, karena saham sudah nyangkut di harga sebelumnya
  • Saat saham-saham turun, tidak berani akumulasi karena banyak bad news
  • Saat saham-saham turun, banyak yang tebar fear, sehingga mungkin anda takut untuk membeli saham walaupun banyak saham yang harganya sudah murah.
Dan faktanya, lebih banyak orang yang baru berani masuk saat saham-saham itu sudah terbang, dengan alasan "menunggu konfirmasi" market. Banyak para trader yang baru membeli saham ketika harganya lagi naik, atau istilahnya fear of missing out (FOMO), kalau bahasa sahamnya "takut ketinggalan kereta". 

Pada saat saham-saham turun, akan ada banyak bad news yang akan membuat para trader takut membeli saham, sehingga banyak orang yang baru berani beli saat mulai muncul good news, padahal ketika muncul good news, sebenarnya saham-saham sudah banyak yang naik duluan. 

Jika anda ingin bisa meraih profit maksimal saat IHSG jatuh, anda disarankan menerapkan strategi-strategi berikut: 

1. Screening saham yang punya potensi berbalik naik lebih cepat

Tidak semua saham layak untuk dibeli pada saat IHSG jatuh. Screening saham tetap menjadi strategi utama yang paling penting ketika anda ingin melakukan strategi buy on weakness. 

Banyak anggapan kalau IHSG turun, maka kita bisa bebas membeli saham apapun, yang nantinya pasti naik lagi. Padahal dalam praktikknya tidak sesimpel itu. 

Tujuannya screening saham bagus supaya anda bisa meminimalkan cut loss. Ketika IHSG kembali uptrend, saham yang sudah anda beli pun bisa membuahkan profit maksimal. 

Kedua, psikologis trader. Jika anda membeli saham bagus yang punya potensi naik lebih cepat, anda akan lebih tenang dalam menyimpan saham, sehingga anda tidak perlu panik jika harga saham besok masih turun atau sideways, karena dalam jangka waktu kedepan, saham anda pasti akan naik lagi. 

Anda bisa perdalam cara-cara screening saham bagus, yaitu full strategi trading yang benar ketika IHSG bearish disini: Ebook Panduan Memilih Saham Bagus - Full Praktik Strategi Trading Saat IHSG Bearish. 

2. Strategi akumulasi 

Di saat IHSG jatuh, akumulasi atau membeli saham secara bertahap adalah strategi trading terbaik, karena kita tidak pernah tahu apakah besok saham yang anda beli langsung naik atau turun atau sideways. 

Tujuan akumulasi adalah untuk menyisakan cash anda. Jika sewaktu-waktu IHSG masih bearish dan saham yang anda beli turun, anda bisa averaging down saham-saham bagus anda di harga lebih murah.   

Dengan strategi akumulasi dan memilih saham yang benar, anda berpeluang untuk mendapatkan profit lebih maksimal, dengan manajemen modal yang tepat. 

3. Jangan pernah menghabiskan cash 

Dalam trading ataupun investasi, disarankan untuk tetap keep cash, at least anda punya 30% uang dingin yang tidak dipakai untuk apapun. Tujuannya, supaya ketika market jatuh, anda punya cash untuk membeli saham-saham di harga murah. 

Kendala trader dan investor ketika market jatuh adalah sudah tidak memiliki uang dingin untuk buy on weakness. Untuk menyiasati hal ini, anda bisa menyisakan uang dingin di rekening minimal 30% dari total modal, di mana 30% modal anda ini nantinya bisa anda masukkan untuk membeli saham saat market jatuh. 

Itulah beberapa strategi penting supaya anda bisa untung di saham pada saat IHSG turun. Perdalam juga strategi-strategi screening saham bagus disini: Full Praktik Screening Saham Bagus Pemula - Expert.

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.