Website edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, investasi saham, analisis saham dan strategi trading.

Analisis Candlestick - Piercing Line Candlestick

Dalam analisa candlestick pattern, kita sering mengenal pola piercing line candlestick. Piercing line merupakan salah satu candlestick pattern yang sering muncul di grafik saham, sehingga piercing line dapat digunakan untuk memprediksi arah pergerakan harga saham. 


Pada pos ini, kita akan membahas lebih detail mengenai candlestick pattern piercing line, dan cara membacanya pada grafik saham. Berikut adalah bentuk piercing line candlestick: 
Piercing Line Candlestick

Berikut ciri-ciri pola yang terbentuk pada piercing line candlestick:  
  • Diawali dengan tren turun / penurunan harga saham
  • Candle pertama berwarna merah 
  • Candle kedua berwarna hijau 
  • Posisi candle kedua berada dibawah candle pertama 
  • Posisi body candle kedua kurang lebih 50% dari candle pertama
  • Bullish reversal pattern 
Piercing line adalah pola pembalikan arah (reversal), yaitu bullish reversal. Artinya piercing line candlestick adalah sinyal yang menunjukkan pembalikan arah harga saham dari tren turun menjadi tren naik / technical rebound.

Candlestick pertama yang muncul di tren turun berwarna merah menunjukkan adanya tekanan jual lanjutan dari para pelaku pasar. Akan tetapi, muncul candle kedua berwarna hijau di tren turun, dengan body candle 50% candle merah pertama. 

Ini berarti menunjukkan ada perlawanan bullish dari pelaku pasar di tren / penurunan harga sahamnya, sehingga mulai terlihat adanya tekanan beli di market, yang menunjukkan harga saham akan segera rebound. 

Ketika menemukan piercing line candlestick, trader saham disarankan untuk BUY sahamnya. Trader juga perlu meng-kombinasikan dengan indikator dan analisa price action seperti support resisten dan analisa tren. 

PIERCING LINE CANDLESTICK 

Sekarang kita masuk ke contoh cara melihat piercing line pattern pada grafik saham. Perhatikan chart saham PGAS berikut: 

Piercing Line Candle

Pertama, diawali dengan penurunan harga saham PGAS selama beberapa hari. Setelah itu, membentuk candlestick pertama berwarna merah. Candlestick kedua berwarna hijau. 

Posisi body candle kedua 50% dari candle pertama, dan low candle kedua berada dibawah low candle pertama, namun berhasil ditutup di dalam body candle pertama. 

Hal ini menunjukkan mulai terjadi peningkatan minat beli pelaku pasar, sehingga harga saham naik meninggalkan harga terendah dan ditutup di dalam body candle pertama, yang mengindikasikan kenaikan tekanan bullish market. 

Perhatikan harga saham PGAS setelahnya berhasil technical rebound setelah membentuk membentuk pola piercing line. Level entry ketika menemukan piercing line pattern bisa dilakukan dengan dua cara: 
  • Entry ketika berhasil menembus high candle kedua (hijau)
  • Entry buy pada saat berhasil menembus high candle pertama (merah)
Kalau anda entry ketika berhasil menembus high price candle pertama, anda mendapatkan harga beli yang lebih mahal, tetapi sinyal entry-nya lebih valid karena menunggu konfirmasi saham menembus piercing line-nya. 

Kalau anda entry ketika saham menembus high candle kedua, anda bisa dapat harga lebih murah, namun ada risiko fake signal, jika ternyata harga saham setelahnya tidak berhasil menembus high candle pertama dan turun lagi. 

Itulah analisa candlestick piercing line candlestick dan cara membacanya. Ada baiknya analisa candlestick selalu dikombinasikan dengan analisa indikator dan price action untuk menemukan sinyal dan level entry yang lebih valid. 

Anda bisa perdalam lebih banyak tentang analisa teknikal, cara-cara memilih saham bagus dan kombinasi-kombinasi analisa teknikal simpel yang bisa diterapkan langsung untuk trading disini: Ebook Saham Full Praktik Trading. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.