Website edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, investasi saham, analisis saham dan strategi trading.

Mitos-Mitos Trading Harian

El Heze

Trading harian merupakan strategi trading yang efektif buat anda yang ingin mendapatkan profit jangka pendek di pasar saham tanpa harus hold saham terlalu lama. 



Trading harian juga sangat efektif diterapkan buat trader modal kecil. Dengan modal kecil, anda bisa lebih efektif 'memutar modal' untuk mendapatkan profit dari trading cepat. 

Saya pribadi juga merupakan salah satu trader yang menerapkan strategi intraday trading. Kalau anda sering berkunjung ke web Saham Gain, saya sudah sering mengulas praktik dan analisa trading-trading harian.  

Di web Saham Gain ini, anda juga bisa mendapatkan full praktik dan strategi2 simpel trader pemula - expert untuk memilih saham-saham bagus buat trading harian disini: Ebook Intraday & One Day Trading Saham (358 halaman). 

Namun, banyak anggapan-anggapan keliru mengenai trading harian. Mindset yang salah ini akhirnya membuat trader belum bisa meraih profit maksimal di market. 

Padahal trading harian adalah strategi trading bagus untuk meraih profit jangka pendek. Ada beberapa mitos dan anggapan-anggapan yang keliru tentang strategi trading harian: 

Mitos 1: Harus menggunakan chart menitan 

"Trading harian harus menggunakan analisa grafik menitan, karena tujuannya buat beli jual saham di hari yang sama. Jadi grafik daily kurang efektif" 

Anggapan ini kurang tepat. Untuk trading harian saham, justru anda perlu banyak menggunakan grafik harian (daily). Karena dengan grafik daily, anda bisa memperoleh banyak informasi pola2 saham, support-resisten, chart & candlestick pattern. 

Sehingga, anda bisa melihat lebih jelas dan memilih saham-saham yang punya potensi naik dalam jangka waktu harian. Anda bandingkan grafik saham daily dan menitan pada saham yang sama berikut: 

Grafik daily (harian)

Grafik menitan

You see? 

Pada grafik harian, kita bisa melihat lebih banyak pola support resisten, pattern2 candlestick, analisa tren, sehingga anda akan lebih mudah menganalisa saham2 yang bagus untuk trading harian. 

Sedangkan pada grafik menitan, kita hanya bisa melihat beberapa candlestick yang tipis. Jika kita hanya melihat chart menitan, maka kita tidak bisa melihat analisa2 dan potensi saham lebih jauh. 

"Pak Heze, tapi di trading forex sering pakai analisa chart menitan seperti M1, M15 buat trading cepat" Kata anda.

Ingat, trading saham berbeda dengan trading forex. Trading forex memiliki volatilitas dan likuiditas transaksi yang jauh lebih tinggi dibandingkan pasar saham. 

Oleh karena itu, tidak heran jika di pasar forex tetap efektif jika anda menggunakan grafik menitan buat trading harian dan scalping. Namun untuk trading saham, chart daily memegang peranan penting untuk intraday trading. 

Mitos 2: Tidak membutuhkan analisa seperti swing trading

"Trading harian cukup melihat running trade dan net buy sell saja. Nggak usah repot-repot lihat analisa teknikal"

Walaupun trading harian, anda juga harus menggunakan kombinasi analisa teknikal, analisa tape reading maupun melihat kondisi market. 

Kalau anda hanya trading dengan cara melihat running trade, melihat sekilas net buy sell dan mengabaikan analisa2 penting lainnya terutama chart dan tape reading, sama saja anda hanya melakukan tebak-tebakan. Semua strategi trading, ada analisa dan pertimbangan yang benar. 

Mitos 3: Trading harian ibarat gambling / untung-untungan 

"Kalau mau untung konsisten, jangan trading harian. Trading harian itu orientasinya cuma jangka pendek, hanya untung-untungan"

Untuk meraih profit, semua strategi trading ada analisanya, seperti yang kita bahas sebelumnya. Percayalah, sekalipun anda trading jangka menengah atau investasi, kalau anda tidak paham ilmunya, sama saja anda melakukan gambling. 

Mitos 4: Harus trading setiap hari 

"Trading harian itu capek, karena kalau mau untung harus bisa ambil posisi setiap hari"

Trading harian memang memiliki frekuensi lebih banyak dibandingkan swing trading. Namun bukan berarti anda harus melakukan trading setiap hari. Anda juga harus membutuhkan waktu untuk rest dari trading. Pelajari juga: Belajar Saham: Ketagihan Trading. 

Mitos 5: Harus menjual saham dalam waktu singkat 

"Harus jual saham secepat mungkin. Kalau saham tidak segera dijual, risikonya akan semakin besar". 

Anggapan bahwa trading harian harus jual saham secepat mungkin dan tidak disarankan ada portofolio "menginap" kurang tepat. Memang jangka waktu trading harian relatif singkat. 

Tapi ada baiknya anda juga harus memberikan 'batas toleransi' jangka waktu take profit. Kalau saham anda belum terjual di hari yang sama, anda boleh saja memberikan jangka waktu sampai 1-2 hari kedepan buat take profit. Jadi 'saham menginap' itu bukanlah suatu larangan dalam trading harian. 

Dengan memperpanjang sedikit time frame, anda juga tidak perlu trading terburu-buru karena dikejar waktu. Hal ini juga memberikan pengaruh positif terhadap psikologis anda. 

Banyak trader yang tidak bisa meraih profit maksimal karena merasa ada kewajiban untuk jual saham secepat mungkin. Harusnya, anda bisa memberikan toleransi jangka waktu take profit, dan anda lebih fokus ke analisa. 

Itulah beberapa mitos trading harian yang sering terjadi di market. Namun di pos ini, kita sudah membuktikan bahwa anggapan2 tersebut kurang benar. Dengan membenahi mindset trading, hal ini akan membuka jalan anda untuk meraih profit dari trading cepat. SALAM PROFIT.

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.