Website edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Mengapa Trader Pemula Suka Saham Gorengan?

El Heze

Dari sekian banyak saham di Bursa Efek, ternyata banyak trader saham pemula yang suka mengincar saham-saham gorengan. Baca juga: Kenali Saham Gorengan di Indonesia. 


Banyak sekali trader pemula yang mengincar saham2 seperti ENVY, KBAG atau saham-saham yang baru IPO di market dengan likuiditas rendah. Padahal kan ada banyak saham lain yang bisa ditradingkan?

Kenapa harus memilih saham-saham yang pergerakannya belum teruji? Mengapa lebih memilih saham2 yang fluktuatifnya sangat tidak pasti dan jarang ditradingkan? 

Saya pribadi juga sering dapat pertanyaan dari rekan trader untuk menganalisa teknikal, seperti saham BKSL (Menurut versi saya BKSL ini adalah salah satu saham gorengan). Padahal BKSL harganya sudah turun ke Rp50. Dan di sektor properti masih banyak saham likuid lainnya selain BKSL. 

Lantas mengapa banyak trader pemula yang lebih suka trading di saham-saham gorengan? Ada beberapa hal yang membuat pemula mengincar saham-saham gorengan: 

1. Trader pemula tidak tahu apa itu saham gorengan 

Masih banyak trader pemula yang belum mengetahui istilah 'saham gorengan'. Mayoritas trader pemula belum mengetahui risiko dalam trading saham. Saham-saham yang mudah naik namun pergerakannya tidak stabil, risikonya juga besar.

Ketika saham naik katakanlah 20% dalam sehari, maka saham tersebut juga punya risiko yang sama, yaitu bisa turun 20% dalam sehari. Sebaliknya, kalau saham hampir nggak pernah naik sampai 20% sehari, maka risiko saham turun sampai 20% juga jarang sekali terjadi. 

Bayangkan kalau anda beli saham gorengan A, lalu setelah dibeli saham anda turun 20%. Tentu floating loss-nya akan sangat besar. Saham2 yang mudah naik turun banyak dalam waktu singkat, umumnya adalah saham2 yang pergerakannya kurang stabil dan tidak likuid. 

Sehingga, bandar saham bisa memanfaatkan saham tersebut untuk menggoreng sahamnya, dengan cara membuat isu di saham tersebut, mengajak trader ritel melalui grup-grup saham. 

Risiko trading di saham gorengan cukup besar. Banyak pemula yang hanya bertahan profit beberapa kali trading di saham gorengan, namun setelah itu mengalami kerugian besar. 

Sayangnya, mayoritas trader pemula bahkan nggak tahu istilah saham gorengan. Trader hanya asal membeli saham yang kelihatannya banyak dibicarakan atau lagi naik tinggi, tanpa menganalisa terlebih dahulu. 

Jadi sebagai trader pemula, sebelum terjun ke dunia trading alangkah baiknya anda mempersiapkan bekal pengetahuan terlebih dahulu tentang cara-cara memilih saham yang benar, termasuk risiko2 di market. 

Di web Saham Gain, kita sudah banyak mengulas tentang edukasi2 saham, termasuk mengenali ciri2 saham gorengan yang berisiko. Anda bisa pelajari banyak analisa2 saham gorengan disini: Saham Gorengan

Kita juga sudah mengulas full praktik cara-cara memilih saham yang benar untuk pemula supaya bisa meraih profit konsisten: Panduan Screening Saham Bagus Pemula - Expert.   

2. Trader pemula hanya melihat saham yang naik

Banyak trader pemula yang di awal memulai trading punya semangat menggebu-gebu. Trader ingin dapat untung cepat, banyak, yang bisa diraih dalam waktu singkat. 

Karena trader pemula banyak yang belum memiliki basic pengetahuan trading dan cara memilih saham (seperti kita bahas di poin sebelumnya), akhirnya trader membeli saham yang terlihat lagi naik banyak saat itu. 

Saham-saham yang paling mudah naik cepat ya saham-saham gorengan itu sendiri. Ketika saham gorengan naik 15-20%, maka dengan mudah saham tersebut akan terlihat dalam daftar saham top gainer. 

Trader berpikir kalau saham yang naik sebanyak itu pasti akan memberikan profit, sehingga banyak pemula yang membeli saham2 gorengan. Namun tanpa disadari, risikonya juga besar. 

Saham gorengan 

Jika anda membeli saham di area tanda persegi saat saham sudah naik tinggi di ujung tren naik, kemudian saham tersebut tiba-tiba jatuh dengan cepat dan nggak balik ke harga awal, tentu ini akan menjadi floating loss yang besar untuk trader. 

3. Mudah terpengaruh rumor, berita dan ajakan membeli saham

Ini adalah penyebab yang sering terjadi. Trader pemula sangat mudah terpengaruh oleh rumor, berita dan ajakan beli saham gorengan. Seringkali ajakan2 untuk beli dan pompom saham seperti: "besok beli ENVY, hari udah naik kesempatan masih ada besok", "KBAG besok meroket jangan sampai ketinggalan".

Trader saham pemula seringkali terpengaruh dengan ajakan2 seperti ini. Tanpa melihat kualitas sahamnya, akhirnya trader ikut-ikutan membeli saham pom-pom tersebut karena sahamnya banyak dibicarakan, sehingga terlihat menarik. 

Apakah anda mengalaminya sekarang? 

Saya pribadi tidak menyalahkan pemula jika ingin trading di saham gorengan. Anda trading pakai duit anda sendiri, akun saham anda pribadi. Jadi kesimpulannya saham apapun yang mau anda beli, ya terserah anda. 

Tapi pesan saya: Hati-hatilah, sebab mayoritas trader tidak bisa bertahan di pasar saham, karena tidak memiliki ilmu trading yang benar.  Suka bertaruh di saham gorengan akhirnya membuat trader kehabisan modal. 

Saran saya untuk trader pemula, pelajari ilmu trading saham yang benar sebelum terjun ke market. Kedua, selalu prioritaskan saham2 yang lebih likuid. Di market banyak saham yang lebih likuid dan stabil. 

Sebagai pemula, hendaknya anda start dengan saham2 yang bisa dianalisa dengan teknikal dan memilih saham2 yang risikonya kecil. Kalau anda ingin trading di saham gorengan, gunakanlah modal maksimal 10% dari total modal anda.

Semoga pos ini bisa membuat trader pemula lebih aware terhadap saham2 yang berisiko di market. Ingat bahwa langkah awal trading yang benar, juga akan berpengaruh terhadap karir trading anda selanjutnya.  

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.