Website edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Pergerakan IHSG yang Sehat

Pada saat IHSG naik apalagi rally, kita semua pasti senang. Banyak saham yang bisa dibeli. Banyak saham yang harganya bisa naik terus selama berhari-hari. Dalam keadaan seperti itu, tidak sulit mencari saham-saham yang potensi.  


Tapi kalau anda menghadapi hal sebaliknya: IHSG turun. Tidak banyak pilihan saham yang bisa dibeli. Mayoritas saham harganya jatuh. Dalam keadaan seperti ini, banyak trader bingung harus memilih saham apa. Banyak trader yang pesimis apalagi kalau IHSG turun berhari-hari.

Entah mengapa ini seperti menjadi sebuah siklus. Saat IHSG lagi bagus-bagusnya, banyak trader pamer profit. Ikut-ikutan beli saham. Punya keyakinan bahwa IHSG akan naik terus. 

Sebaliknya pada mayoritas saham jatuh, saya sering dapat pertanyaan: Apakah IHSG akan turun terus? Apa ini pertanda IHSG akan crash market lagi? Apakah sekarang asing lagi jual, bagaimana nasib IHSG kedepan nanti? Begitu banyak pesimis ketika IHSG lagi turun. 

Sebenarnya fluktuatif IHSG itu sangat wajar. Suka tidak suka, kita pasti menghadapinya. Kalau anda trader saham, anda malah harus akrab dengan fluktuatif IHSG dan saham, karena sebagai trader, anda memanfaatkan profit dari fluktuatif harga saham. 

Selama menghadapi pasar saham bertahun-tahun hingga saat ini, saya pribadi juga pernah mengalami perasaan senang saat IHSG naik dan pesimis, fear saat IHSG turun. Namun saya melihat bahwa fluktuatif itu sebenarnya wajar. 

Saya ingin sharing bahwa ketika anda melihat banyak flukutuatif market, sebenarnya itu justru menandakan pergerakan IHSG sehat. IHSG dikatakan sehat apabila IHSG mengalami fluktuatif naik-turun. Contohnya seperti chart IHSG berikut: 

IHSG Saham

Anda bisa perhatikan terdapat fluktuatif yang cukup jelas. Perlawanan bullish vs bearish dari chart IHSG diatas. Yap setelah IHSG naik, tidak lama kemudian selalu ada penurunana/ koreksi, entah itu koreksi sehari atau sampai beberapa hari. 

Koreksi-koreksi IHSG pada chart diatas nampak pada tanda-tanda lingkaran. Setelah IHSG koreksi, IHSG kembali rebound. Pola-pola seperti ini sebenarnya menunjukkan bahwa IHSG sehat. 

Sehat dalam arti, banyak pelaku yang mentradingkan saham, memanfaatkan market untuk mendapatkan profit jangka pendek. Fluktuatif IHSG menunjukkan bahwa harga saham bergerak dalam rentang yang wajar, harganya tidak terlalu mahal dan tidak terlalu murah. 

Justru yang harus anda waspadai adalah ketika IHSG naik terus tanpa mengalami penurunan yang berarti. Misalnya, dalam seminggu penuh IHSG naik terus signifikan. Nah, kalau anda menemukan kondisi tersebut, waspadalah karena minggu depan IHSG mungkin akan koreksi. 

Karena tidak setiap saat harga saham itu naik. Kalau harga saham sudah naik tinggi, para trader yang sudah membeli saham di harga bawah sebelumnya pasti akan menjual sahamnya (take profit). Hal ini menyebabkan harga saham turun. 

Jadi dalam trading saham hindari terlalu bernafsu beli saham terus menerus. Perhatikan juga kondisi IHSG. Kalau IHSG sudah naik banyak, sebaiknya tahan dulu untuk beli saham. Tunggulah koreksi dan cari saham yang sedang diskon. 

Pelajari juga cara-cara mencari saham diskon yang punya potensi naik/ rebound jangka pendek disini: Full Praktik Menemukan Saham Diskon & Murah.  

Demikian sebaliknya, ketika IHSG harganya turun terus hampir nggak ada naiknya selama berminggu-minggu (seperti saat krisis moneter 1998 dan crash market 2008), itu juga perrtanda IHSG yang sangat tidak sehat. Berarti ada yang masalah dengan fundamental ekonomi. 

Kalau IHSG turun terus, tentu akan sulit bagi trader untuk memanfaatkan momentum trading yang bagus. Namun jika IHSG ada fluktuatif, disitulah anda bisa meraih profit. 

Saya sendiri jauh lebih suka jika IHSG bergerak uptrend dalam jangka panjang namun tetap disertai fluktuatif-fluktuatif. Saya justru kurang suka kalau IHSG naik terus tanpa koreksi berarti, karena berpotensi menyebabkan bubble IHSG yang dampaknya cukup berbahaya jika IHSG jatuh. 

Ini yang ingin saya sampaikan pada semua para pembaca web Saham Gain dan rekan-rekan trader: Jangan mudah panik saat menghadapi pergerakan IHSG. Kalau saham naik, jangan terlalu mudah euforia. Saham yang naik tinggi, nggak lama lagi akan turun. 

Sebaliknya, jangan pesimis atau takut saat IHSG koreksi. Bukankah koreksi itu bagus supaya anda bisa beli saham-saham di harga yang lebih murah?

Semakin bertambahnya pengalaman anda menghadapi market, nantinya anda pasti akan semakin mahir dalam mengambil momentum-momentum trading. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.