Website edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Memahami Siklus Ekonomi dan Saham

Kalau anda trading atau investasi saham, anda harus memahami SIKLUS EKONOMI. Karena suka tidak suka, fundamental negara (ekonomi) sebenarnya juga sangat mempengaruhi naik turunnya harga saham. 



Anda mungkin akan bertanya: "Tapi kan naik turnnya harga saham tergantung dari permintaan dan penawaran market Bung Heze?"

Benar, tapi minat pelaku pasar untuk melakukan aksi beli saham (permintaan) maupun jual (penawaran), juga mempertimbangkan fundamental ekonomi suatu negara. 

Kalau ekonomi negara lagi jelek, para trader dan investor saham pasti akan menahan dananya untuk beli saham, dan lebih banyak melakukan aksi jual saham. 

Sebaliknya ketika kondisi ekonomi negara sedang bagus, para trader dan investor saham akan lebih yakin untuk masuk ke pasar saham. Hal ini membuat permintaan akan lebih besar dari penawaran, karena optimisme market.

Jadi, siklus ekonomi ini memberikan pengaruh yang besar terhadap saham dan IHSG juga. Di dalam siklus ekonomi, ada saatnya IHSG akan berjaya. Ada saatnya juga ekonomi akan turun, sehingga mayoritas saham turun. 

Sebagai contoh, di tahun 2020, kita masuk masa resesi. Pertumbuhan ekonomi selama dua kuartal berturut-turut minus. Dunia juga menghadapi kelesuan ekonomi. Wabah Virus Corona berada di masa puncak, yang membuat laju ekonomi drop. 

Pada saat-saat itulah, siklus ekonomi Indonesia & dunia sedang berada di bawah. Siklus ekonomi kita sebenarnya sudah mulai stagnan sejak 2018. Kalau selama ini anda mengamati pergerakan saham, pertumbuhan ekonomi. Anda pasti bisa merasakan pergerakan saham tidak seperti yang diharapkan. 

Memang IHSG sempat menyentuh all time high di 6.700. Tapi setelah itu, IHSG kembali turun dan tidak seperti yang diharapkan IHSG bakalan breakout dari 7.000. 

Tapi tentu saja, kita tidak akan menghadapi hal ini seterusnya. Suatu saat IHSG akan berjaya lagi, walaupun tidak terjadi secara langsung. Setelah menghadapi ekonomi lesu, ekonomi dan IHSG biasanya akan stagnan dan kemudian baru bisa berjaya. 

Ini yang dinamakan dengan SIKLUS EKONOMI. Krisis moneter 1998, membuat IHSG jatuh dan semua saham nyaris nggak ada valuenya. Tapi setelah masa-masa itu, pertumbuhan ekonomi sangat bagus. Di tahun 2002 keatas sampai sebelum 2008, IHSG sangat cemerlang. Banyak saham yang harganya naik terus. 

Namun di tahun 2008, ekonomi kembali guncang dan saat itu ada kasus Subprime Mortgage di AS yang berdampak ke pasar saham Indonesia juga. Saham-saham jatuh. Demikian juga saham-saham blue chip yang sebelumnya menjadi primadona, harganya pn terjun bebas. 

Tapi setelah melalui masa-masa itu, IHSG pun kembali mencetak all time high. Tahun 2015, IHSG kembali lesu. Namun di akhir 2015-2017, IHSG uptrend lagi meskipun saat itu pertumbuhan ekonomi masih belum bisa dikatakan cemerlang. 

Siklus ekonomi ini akan terulang. Jika ekonomi kita, sekarang berada di bawah (resesi, lesu), ada saat nanti ekonomi kita akan cemerlang, dn saham-saham di Bursa Efek harganya naik drastis, bahkan bisa menembus all time high sebelumnya. 

Pembangunan-pembangunan, stimulus & kebijakan ekonomi yang dilakukan saat ini akan memberikan dampak positif kedepan, walaupun hasilnya tidak instan. Dan kita pasti akan menikmati hasilnya juga. 

Ketika ekonomi pulih, disitulah siklus ekonomi akan berputar dan para investor & trader akan kembali mengincar saham pasar, sehingga saham-saham yang sudah turun banyak akan naik lagi, terutama saham2 yang fundamentalnya bagus. 

Jadi kalau kita gambarkan secara sederhana, siklus ekonomi itu kurang lebih seperti ini: 

Siklus ekonomi
Bagaimana, anda sudah merasakan siklus ekonomi ini? Semakin berpengalaman anda di dunia saham, anda akan semakin paham dengan adanya siklus ekonomi yang terjadi, termasuk penegaruhnya ke pergerakan saham. 

Nah, buat anda yang suka investasi saham jangka panjang, penting untuk memilih saham-saham yang kinerjanya bagus. Hal ini karena ketika ekonomi mulai bagus, dalam jangka panjang saham2 bagus harganya pasti mampu untuk naik lagi. 

ADA MASA MENABUR, ADA MASA MENUAI. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.