Website edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Manajemen Modal: Trading Saham Modal Kecil

El Heze
Beberapa waktu lalu, kita membahas tentang trading saham dengan modal kecil. Anda bisa pelajari kembali pos-nya disini: Keuntungan Beli Saham dengan Modal Kecil. 




Pada pos tersebut, kita sudah membahas tentang kelebihan2 trading menggunakan modal kecil dibandingkan modal besar. Dan kalau anda sudah mulai untung dengan modal kecil, anda baru bisa mempertimbangkan untuk menambah modal trading secara bertahap. 

Dari pos yang kita ulas tersebut, ada salah satu rekan pembaca web Saham Gain memberikan komentar sebagai berikut: 


Bung Fahmi bertanya apakah menambah modal trading itu suatu keharusan? Karena selama ini Bung Fahmi merasa nyaman trading dengan modal Rp5-6 juta, dan itu artinya dengan modal tersebut, trader bisa menghasilkan profit yang lebih konsisten. 

Ketika menambah modal, Bung Fahmi justru merasa beban psikologis trading semakin besar. Jadi apakah wajar kalau sudah trading selama 3 tahun lebih tapi modal yang dipakai masih Rp5-6 juta dan hampir nggak pernah suntik modal (deposit) sama sekali? 

Kalau anda bertanya apakah menambah modal trading itu suatu keharusan, tentu saja jawaban saya: Tidak. 

Kalau anda merasa nyaman pakai modal Rp5-6 juta, go ahead. Silahkan lanjutkan. Setiap trader punya pengalaman dan psikologis trading yang berbeda-beda. Artinya, anda berhak menentukan apa yang nyaman untuk anda. 

Saya tentu tidak bisa menjawab dengan jawaban yang baku, pasti dan harus dilakukan. Karena yang mengalami jalan trading adalah anda sendiri, anda yang mengetahui apa yang terbaik buat diri anda. 

Menurut saya pribadi, menambah modal bukan merupakan keharusan karena dua hal berikut: 

1. Setiap trader punya tujuan yang berbeda 

Ada trader yang ingin menjadi full time trader. Ada trader yang ingin agar penghasilan trading saham lebih besar dari penghasilannya sebagai karyawan. Ada trader yang ingin mengembangkan modal lebih besar. 

Untuk trader2 yang punya tujuan ini, memang sebaiknya anda menambah modal jika level trading anda sudah meningkat. Kalau anda bisa menekan risiko, memilih saham, mulai bisa profit lebih konsisten, silahkan menambah modal secara bertahap. 

Ada trader yang ingin menjadikan trading 'hanya' sebagai penghasilan tambahan. Ada trader yang ingin mencetak pendapatan lebih stabil dari saham. Ada trader yang tidak terlalu ingin berambisi dapat profit besar di saham, karena trader memang kerap kali tidak bisa tenang jika harus beli saham pakai modal puluhan juta.

Nah, untuk trader2 yang punya tujuan ini, anda bisa pertimbangkan untuk tidak menambah modal saham dalam jumlah besar. Kalau anda sudah merasa nyaman dengan modal anda sekarang, silahkan saja anda trading dengan modal yang anda pakai. 

Lebih baik anda trading dengan modal kecil yang nyaman untuk psikologis, namun profit lebih konsisten. Ketimbang anda beli dengan modal besar yang tidak sesuai dengan kemampuan anda, dan risiko rugi semakin besar. Betul kan? 

2. Setiap trader saham punya kesibukan yang berbeda-beda  

Sadar atau tidak, kesibukan yang anda jalankan sekarang (diluat trading saham) sebenarnya juga mempengaruhi kemampuan anda mengelola modal. 

Kenapa seorang Full Time Trader (FTT) menggunakan modal yang relatif besar buat trading? Ya karena seorang FTT punya waktu penuh untuk memantau, trading dan memonitor market. FTT juga hidup dari trading saham. 

Sehingga wajar saja kalau FTT menggunakan modal yang lebih besar buat trading. Karena pekerjaan dan sumber penghasilan FTT ya dari trading saham. FTT tidak masalah menggunakan modal lebih besar karena FTT punya banyak waktu untuk mengelola aktivitas tradingnya. 

Tapi kalau anda bukan FTT. Anda punya kesibukan pekerjaan yang lain. Kemudian anda disuruh mengelola modal trading yang besar. Kemungkinan besar hal ini bisa mempengaruhi psikologis anda. 

Apalagi kalau kondisi marketnya punya fluktuatif tinggi, anda punya saham dengan modal besar, dan anda nggak sempat memantau saham karena kesibukan, psikologis anda mungkin bisa terganggu. Anda kepikiran saham anda. Anda tidak tenang. 

Memang tidak semua trader seperti itu. Namun banyak juga trader yang mengalami hal ini, sehingga modal besar justru menjadi bumerang bagi mereka. 

"Apakah berarti seorang part time trader nggak bisa trader pakai modal besar Bung Heze?" Tanya anda. 

Tidak, bukan begitu maksud saya. Yang ingin saya sampaikan di pos ini adalah: Gunakan modal sesuai kemampuan. I mean, skill dan kondisi psikologis trading anda bisa jadi berbeda dengan orang lain. 

Ada trader yang tetap bisa cool trading dengan modal besar, walaupun punya kesibukan lain, karena trader punya strategi dan manajemen waktu tersendiri. 

Tapi ada juga trader yang tidak bisa tenang ketika harus trading dengan modal besar, karena kesibukan dan minimnya waktu memantau market. Sehingga trader tetap merasa nyaman dan bisa menghasilkan profit kalau pakai modal kecil. 

Jadi jangan merasa nggak percaya diri kalau modal trading yang anda gunakan sekarang "hanya" Rp5 juta, padahal ada trader lain yang modalnya Rp100 juta. 

Trading saham itu sebenarnya nggak kaku. Dalam arti, tidak ada rumus dan ukuran baku yang harus anda lakukan. Semua harus kembali ke diri anda masing-masing. Lakukan apa yang cocok untuk diri anda. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.