Website edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Jual Saham, Butuh Waktu Berapa Lama?

Setelah anda membeli saham, butuh waktu berapa lama untuk menjual saham yang anda punya? Apakah anda harus menjual saham keesokan harinya? Apakah menunggu satu minggu? Satu bulan? Satu tahun?



Anda boleh menjual saham anda kapanpun setelah beli. Lima menit setelah anda beli, anda boleh menjualnya. Satu jam kemudian juga tidak masalah. Anda mau jual seminggu kemudian, setahun kemudian, boleh-boleh saja. 

Yang jadi pertanyaan selanjutnya: Kapan waktu yang IDEAL untuk menjual saham? Berdasarkan jawaban saya diatas tadi, maka sebenarnya anda memiliki fleksibilitas untuk menjual saham. Artinya, tidak ada rumus dan patokan pasti kapan harus menjual saham. 

Saran saya, jika anda ingin menjual saham di waktu yang ideal, sebaiknya anda mempertimbangkan analisa-analisa berikut: 

1. Strategi trading yang anda gunakan 

Cepat lamanya anda menjual saham juga tergantung pada strategi trading yang anda pakai. Kalau anda punya tujuan scalping trading, anda bisa menjual saham beberapa menit setelah saham anda naik. 

Kalau anda ingin trading harian dan tidak ingin menyimpan saham terlalu lama, anda bisa pertimbangkan untuk menerapkan intraday trading, yaitu menjual saham anda di hari yang sama sampai tiga harian trading setelah saham anda naik. Pelajari juga: 2 Strategi Trading Cepat: Intraday & Scalping Trading.

Jika anda ingin menerapkan strategi buy and hold, anda bisa menjual saham anda minimal 1 minggu (swing trading). Kita pernah membahas strategi-strategi yang sering diterapkan untuk trading saham disini: Strategi Trading Saham. 

2. Target take profit

Selain strategi trading, ada baiknya anda selalu memiliki target take profit. Menetapkan di harga berapa anda mau menjual saham adalah bagian penting dari trading plan. 

Banyak trader yang tidak tahu apa yang harus dilakukan setelah beli saham, karena trader tidak pernah menetapkan targe: Mau jual saham di harga berapa setelah membeli. 

Padahal target take profit ini sebenarnya bisa menjawab kebingungan anda: Mau jual saham berapa lama? Cara-cara menetapkan target take profit bisa anda pelajari disini: Cara Menentukan Take Profit dan Stop Loss Saham yang Tepat. 

Jadi kalau target take profit anda sudah tercapai, anda bisa menjual saham. Menetapkan target take profit juga berhubungan dengan strategi trading yang anda gunakan. 

Jika anda ingin trading harian, maka anda bisa menetapkan target take profit yang tidak terlalu tinggi, namun frekuensi trading lebih banyak. 

Jika anda ingin menerapkan swing trading, anda bisa menerapkan take profit 5-10% dari harga beli anda. 

3. Perubahan tren dan fundamental saham 

Anda juga diperbolehkan untuk merubah target menjual saham. Katakanlah anda ingin simpan saham selama seminggu, namun karena tren saham dan tren market mengalami perubahan signifikan, sehingga anda memprediksi saham anda tidak akan sampai ke harga yang anda tetapkan. 

Atau anda awalnya ingin investasi saham dengan jangka waktu minimal 1 tahun, namun kondisi fundamental perusahaan berubah signifikan, sehingga anda beranggapan bahwa saham yang anda punya harganya bakalan turun, anda boleh menjual saham lebih cepat.  

4. Cut loss atau hold?  

Jika harga saham tidak bergerak sesuai harapan, anda bisa pertimbangkan untuk cut loss. Atau jika saham yang anda beli adalah saham2 bagus. Anda sudah beli di harga yang tepat namun harganya masih belum naik. Anda bisa pertimbangkan untuk hold terlebih dahulu. Pelajari juga: Saham Turun, Cut Loss atau Hold?  

Kesimpulannya, tidak ada waktu yang pasti untuk menjual saham. Yang ada, anda harus menentukan sendiri waktu ideal untuk menjual saham berdasarkan strategi trading dan target take profit yang anda terapkan. 

Intinya, menjual saham dilakukan kalau anda sudah meraih capital gain. Namun anda juga harus menetapkan batasan-batasan cut loss apabila saham anda tidak bergerak sesuai harapan, apalagi jika anda membeli saham2 yang kualitasnya kurang bagus (misalnya saham gorengan). 

Anda mau jual saham satu hari, tiga hari, satu minggu, satu tahun, semuanya itu bagus buat anda, selama anda punya analisa dan bisa menjawab mengapa anda menjual saham. 

Menurut saya pribadi, menetapkan target jual dan jangka waktu trading itu tidak kaku. Sebagai trader, kita harus lebih fleksibel, karena market juga bergerak dinamis. Yang terpentung, anda harus tahu anda mau jual saham di harga berapa setelah membeli. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.