Website edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, investasi saham, analisis saham dan strategi trading.

Beli Saham: Diversifikasi Saham Vs Konsentrasi

Pada analisa sebelumnya, kita sudah membahas tentang strategi diversifikasi saham. Anda bisa pelajari kembali tulisannya disini: Memahami Strategi Diversifikasi Saham. 



Pada pos tersebut, kita sudah membahas dengan detail penerapan strategi diversifikasi untuk trading. Dalam manajemen portofolio, sebenarnya terdapat dua strategi trading yaitu DIVERSIFIKASI dan KONSENTRASI saham. 

Diversifikasi berarti anda memiliki lebih dari satu saham di portofolio. Strategi konsentrasi berarti anda hanya membeli satu saham saja (fokus di satu saham, tidak punya saham lain). 

Nah, dari kedua strategi ini, manakah yang lebih bagus untuk diterapkan? Mana yang anda pilih: Diversifikasi atau konsentrasi? 

Faktanya, saya lebih banyak menemukan trader yang menerapkan diversifikasi saham daripada konsentrasi. Tapi itu bukan berarti strategi konsentrasi adalah strategi yang jelek dan tidak menguntungkan. 

Karena biar bagaimanapun juga, kedua strategi ini ada kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Sekarang mari kita bahas. 

STRATEGI DIVERSIFIKASI SAHAM 

Kelebihan strategi diversifikasi saham

1. Memperkecil tingkat risiko 

Tentu saja tujuan utama diversifikasi saham adalah supaya anda bisa memperkecil risiko. Karena kalau anda punya katakanlah 3 saham, dan satu saham 1 turun. 

Maka anda masih punya 2 saham lainnya yang berpotensi naik, sehingga kalau satu saham turun, anda tetap bisa take profit di sahm lainnya. Hal ini tidak bisa dilakukan pada strategi konsentrasi. 

2. Anda punya lebih banyak pilihan saham 

Dengan diversifikasi, anda punya banyak saham pilihan. Kalau di hari itu ada 5 saham yang menurut anda bagus, anda bebas memilih 2-3 saham untuk dibeli. Namun pada strategi konsentrasi, anda harus lebih selektif, karena hanya bisa memilih 1 saham saja. 

3. Anda punya lebih banyak preferensi strategi trading 

Jika anda menyimpan beberapa saham, maka anda menerapkan lebih banyak strategi trading. Misalnya anda beli saham BBRI, TLKM, ACES. Saham BBRI dan TLKM bisa anda gunakan untuk swing trading. 

Sedangkan saham ACES bisa anda gunakan untuk trading cepat / harian. Anda bisa menerapkan lebih banyak variasi trading. Hal ini juga pernah saya terapkan, di mana saya menggunakan kombinasi beberapa strategi trading. Pelajari juga: Kombinasi Trading Cepat & Swing Trading. 

Kekurangan strategi diversifikasi saham 

1. Lebih sulit memantau saham 

Karena anda membeli beberapa saham, sebagian trader (terutama trader2 saham part time yang punya pekerjaan utama selain trading) mungkin akan lebih repot memantau pergerakan saham. Kalau pada strategi konsentrasi, anda hanya pantau 1 saham saja. 

Kendala ini sebenarnya bisa diminimalkan dengan menerapkan diversifikasi yang wajar (tidak berlebihan) dan sesuai dengan kemampuan anda memantau saham. 

2. Banyak pilihan saham, terkadang membuat trader bingung 

Ketika ada banyak saham yang bagus buat trading, terkadang anda mungkin bingung memilih beberapa saham yang harus diprioritaskan. Anda mungkin juga bingung memilih saham-saham yang harus diprioritaskan. 

Pada strategi konsentrasi, sebenarnya kendala ini juga dihadapi. Tapi trader yang menerapkan strategi konsentrasi biasanya lebih fokus untuk mengincar satu saham pilihan terbaik, sehingga trader sudah nggak perlu melakukan stock pick lagi setelah beli saham. 

Untuk mengatasi prioritas memilih saham, anda bisa pelajari cara-cara dan praktik screening saham bagus untuk trading disini: Panduan Simpel & Efektif Screening Saham Bagus. 

3. Profit menjadi "kurang maksimal"

Jika anda punya modal Rp10 juta dan beli satu saham saja (konsentrasi). Lalu saham anda naik 3%. Maka profit anda Rp300 ribu. Tapi kalau anda pakai strategi konsentrasi dengan membeli katakanlah 3 saham, dan 1 saham anda pakai modal Rp3 juta. 

Maka jika 3 saham anda semua naik sebesar 3%, profit anda "hanya" Rp90.000 (masing-masing saham untung Rp30.000). Inilah sebenarnya kekurangan utama strategi diversifikasi: Anda harus "berbagi" profit ke saham lain, sehingga profitnya terlihat lebih kecil. 

STRATEGI KONSENTRASI SAHAM 

Kelebihan strategi konsentrasi saham 

1. Profit lebih maksimal 

Strategi konsentrasi membuat profit anda lebih maksimal, karena seluruh modal anda dimasukkan ke satu saham saja. Seperti contoh diatas tadi, kalau anda memasukkan modal Rp10 juta ke satu saham dan saham anda naik 3% maka profitnya tetap lebih besar daripada anda memasukkan 3 saham dengan modal masing-masing 3 juta (meskipun kenaikan sahamnya sama-sama 3%). 

2. Lebih fokus memantau saham 

Anda hanya perlu fokus untuk memantau satu saham saja. Jadi anda bisa lebih fokus dengan strategi konsentrasi. Sedangkan pada diversifikasi, semakin banyak saham yang anda punya, semakin sulit anda memantau sahamnya satu per satu. 

3. Lebih mudah mengatur portofolio 

Yap, tentu saja anda akan lebih mudah manajemen portofolio, karena anda hanya punya satu saham saja. Setelah anda jual saham, anda bisa cari satu saham saja yang bagus untuk dibeli. 

Kekurangan strategi konsentrasi saham 

1. Tidak ada 'saham cadangan'

Kalau saham anda satu-satunya ternyata turun, anda sudah tidak punya saham yang lain. Inilah kekurangan terbesar pada strategi konsentrasi. Tapi kalau anda diversifikasi saham, ketika satu saham anda turun, anda masih punya saham lainnya. 

2. Higher risk 

Jika satu saham anda turun, maka floating loss anda lebih besar. Memang potensi profit dengan strategi konsentrasi lebih besar, namun risikonya juga sebanding. 

Sedangkan jika anda diversifikasi, ketika satu saham anda turun, floating loss-nya mungkin nggak terlalu besar, karena anda membagi-bagi modal untuk beberapa saham.  

3. Pilihan saham anda cuma sedikit

Jika ada 10 saham yang menurut anda sangat bagus saat itu, anda hanya boleh memilih 1 saham saja. Kalau pada diversifikasi, anda punya lebih banyak opsi untuk memilih beberapa saham yang anda anggap menguntungkan. 

DIVERSIFIKASI & KONSENTRASI, KAPAN DITERAPKAN?  

Diversifikasi atupun konsentrasi, sebenarnya semua tergantung dari preferensi dan karakter anda masing-masing. Tapi yang ingin saya bahas di pos ini adalah: Kedua strategi bagus diterapkan untuk momen yang berbeda.  

KAPAN MENERAPKAN DIVERSIFIKASI?


1. Saat market lagi bagus 

Ketika pasar saham lagi bagus, banyak saham mulai naik, anda pasti menemukan saham-saham yang menarik buat dibeli. Dalam kondisi seperti ini, anda boleh menggunakan strategi diversifikasi dengan memilih beberapa saham yang menguntungkan menurut anda. 

2. Saat banyak saham yang menarik (diskon dan murah) 

Saat anda menemukan saham-saham yang menarik untuk dibeli. Anda menemukan saham-saham yang sudah mulai diskon dan murah, anda bisa membeli lebih dari satu saham yang pola chartnya bagus. 

Anda bisa pelajari juga cara-cara memilih saham yang diskon dan murah secara teknikal disini: Full Praktik Menemukan Saham Diskon & Murah.

KAPAN MENERAPKAN KONSENTRASI? 

1. Saat kondisi market lagi kurang menguntungkan 

Kondisi IHSG yang penuh ketidakpastian, banyak saham yang naik sebentar lalu turun lagi, kurang cocok untuk diterapkan diversifikasi saham. 

Kalau kondisi IHSG lagi kurang bagus, anda bisa pertimbangkan untuk membeli satu saham dulu yang berpotensi rebound. Belilah dengan modal kecil. 

Kalau anda beli saham terlalu banyak, ketika saham2 jatuh lagi, maka saham2 yang sudah anda beli harganya akan turun drastis dan floating loss anda semakin besar. 

2. Preferensi anda sendiri 

Jika anda memang adalah tipe trader atau investor saham yang lebih suka beli satu saham saja, nggak masalah anda menerapkan strategi konsentrasi. Semua kembali ke preferensi anda masing-masing.

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.