Website edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Meraih Profit dari Trading Saham

Pernahkah anda mengalami hal berikut: Anda sudah banyak belajar analisis teknikal, mempelajari semua indikator trading saham, tapi anda masih merasa sulit untuk memilih saham mana yang bagus dan harganya naik. 



Hal ini seringkali dialami oleh para trader, sehingga kerap kali kita mungkin banyak mendengar pendapat trader:

"Analisa teknikal itu nggak berguna, mending lihat pergerakan bandar"
"Analisa teknikal masih kalah sama tren market" 

Padahal analisa teknikal yang dipraktikkan dengan baik, akan menghasilkan profit yang konsisten. Analisa teknikal merupakan senjata utama yang harus dimiliki trader, dan merupakan kombinasi dengan analisa market. Anda bisa pelajari kembali tulisan saya disini: Analisis Teknikal & Fundamental vs Tren Market.

Namun tentu saja dalam mempraktikkan analisa teknikal, sebaiknya anda tidak hanya membaca teori indikator. Harus ada SENI TRADING untuk menghadapi market agar analia teknikal yang anda terapkan bisa membuahkan profit.

Dalam trading saham, anda harus praktikkan poin-poin berikut untuk meraih profit trading: 

1. Gunakan analisa teknikal yang simpel untuk memilih saham bagus 

Ada banyak strategi analisa teknikal yang bisa anda gunakan, mulai dari yang simpel sampai analisa2 teknikal yang rumit dengan banyak indikator. Kombinasi analisa saham yang rumit tidak menjamin anda 

Gunakanlah analisa teknikal yang simpel, yang bisa anda praktikkan dan terapkan untuk menganalisa saham. Jangan gunakan analisa yang rumit dan hindari terlalu banyak indikator saham. Prioritaskan analisa2 teknikal yang penting seperti kombinasi indikator, support-resisten dan analisa market. 

Praktik dan full strategi kombinasi analisa teknikal yang simpel, serta praktik2 mencari saham diskon, saham2 yang akan naik bisa anda pelajari disini: Buku Saham Full Praktik Trading. 

2. Praktikkan screening saham 

Jika anda sudah banyak belajar analisa teknikal. Anda belajar membaca puluhan indikator saham. Anda belajar membaca candlestick, menentukan support resisten dan lain-lain. Kini anda harus bisa mempraktikannya untuk memilih saham yang bagus. 

Di pasar saham, tidak semua saham memiliki KUALITAS yang sama. Saham2 yang tidak likuid misalnya, akan jauh lebih sulit dianalisa dengan analisa teknikal, karena pola-pola dan chart patternya, volume sahamnya sangat tidak beraturan. 

Sedangkan saham2 yang lebih likuid, saham2 yang pola analisa teknikalnya jelas, akan lebih mudah dianalisa dengan analisa chart, sehingga walaupun anda menggunakan analisa yang sama, kualitas dan sinyal saham yang anda pilih akan menentukan potensi profit yang akan anda dapatkan.

Jadi anda harus bisa memilih dan memilah saham-saham mana yang bagus untuk ditradingkan dan tidak. Dalam hal ini, anda perlu menerapkan SCREENING SAHAM, yaitu strategi memilih saham yang bagus untuk ditradingkan, sehingga anda memiliki STOCK PICK alias saham pilihan. 

Dengan stock pick, anda bisa lebih fokus untuk mentradingkan saham-saham yang bagus saja, sehingga trading anda bisa lebih terarah, dan meminimalkan risiko membeli saham2 yang jelek. Stock pick membuat analisa teknikal yang anda gunakan lebih akurat untuk dipraktikkan dalam trading. 

Anda bisa pelajari bagaimana cara-cara melakukan screening saham yang bagus untuk trading, sehingga anda memiliki kompas dalam trading pada ebook memilih saham bagus disini: Panduan Simpel & Efektif Memilih Saham Bagus. 

3. Psikologi dan mindset trading adalah faktor keberhasilan trading utama  

Analisis saham itu penting. Tetapi anda harus bisa mengelola psikologis dan milikilah mindset trading yang benar. Pahami bahwa 90% keberhasilan trading anda ditentukan oleh psikologis dan mindset trading yang benar.

Sisanya ditentukan oleh sistem trading yang anda miliki, salah satunya adalah analisis teknikal. Kalau anda bisa membaca grafik, tetapi anda tidak bisa mengatur psikologis trading, maka sia-sia sistem trading yang sudah anda buat. 

Saya beri satu contoh yang sering menjadi dilema trader. Trader sudah memiliki saham2 pilihan. Trader sudah memutuskan mau beli saham ASII karena analisa chartnya bagus, marketnya (IHSG) juga lagi hijau. 

Tetapi ketika trader melihat banyak saham yang harganya naik di hari itu, trader tergoda untuk membeli saham2 lain karena tidak ingin 'ketinggalan kereta'. Akhirnya trader menyimpan terlalu banyak saham di portofolionya, di mana mayoritas saham yang dimiliki adalah saham2 yang justru tidak terlalu bagus. 

Ini adalah salah satu contoh di mana trader tidak memiliki psikologis dan mindset trading yang baik. Trader mudah tergoda dengan kondisi market, sehingga analisa yang sudah dibuat berantakan. 

Jadi anda harus mempelajari mindset trading dan cara-cara menyusun psikologis trading yang baik. Disini: Buku Saham, anda bisa mempelajari praktik2 menyusun mindset trading, serta mempelajari kesalahan2 trader yang seringkali tidak disadari, serta memperbaikinya. 

Trading saham itu adalah seni. Kalau anda membeli saham tanpa mengetahui seni-seni trading, anda akan sulit meraih profit. Artinya, sebelum anda memutuskan untuk terjun ke pasar saham, pahami dan pelajari semua aspek penting dalam trading mulai dari analisa teknikal, memilih saham dan membangun mindset yang benar. 

Dan jangan lupa untuk selalu praktik trading. Karena kemampuan menghasilkan profit harus dibangun melalui praktik beli jual saham. Praktik ini ibarat anda berlatih menghadapi pasar saham. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.