Website edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Beli Saham untuk Jangka Panjang

El Heze
Apa tujuan anda membeli saham? Apakah anda membeli saham untuk trading jangka pendek? Atau untuk investasi jangka panjang? Semua bisa menghasilkan profit yang maksimal jika anda memahami strategi2nya. 



Walaupun mayoritas pebisnis saham di Indonesia lebih menyukai trading, namun banyak juga pebisnis saham yang beli saham untuk jangka panjang. Anda bisa pelajari strategi2 memilih saham untuk trading dan investasi saham jangka panjang disini: 

Tetapi banyak investor saham yang saya temukan justru kerap kali menjual saham terlalu cepat. Padahal investor sudah melakukan berbagai macam analisa fundamental mulai menghitung harga wajar saham, valuasi, analisa laporan keuangan, hingga mengadopsi metode2 analisa fundamental yang rumit dari berbagai pakar fundamentalist. 

Setelah harga saham naik 1 bulan karena pasar saham (IHSG) sedang naik, investor langsung menjual sahamnya. Padahal investasi saham berarti anda harus hold saham, setidakna untuk jangka waktu menengah (diatas 3 bulan) sampai jangka panjang (diatas 1 tahun). 

Sedangkan kalau anda jual saham ketika saham anda 'baru' naik 1 bulan, anda bukan investor. Itu namanya anda trading saham (swing trading). 

Artinya, banyak pebisnis saham yang belum tepat sasaran dalam melakukan analisa saham dan menetapkan time frame investasi / tradingnya. 

Maka dari itu, untuk anda yang ingin beli saham untuk jangka panjang, ada baiknya perhatikan analisa-analisa berikut sebelum investasi: 

1. Putuskan apakah anda menjadi trader atau investor 

Ini adalah hal pertama yang perlu anda evaluasi. Karena banyak investor saham yang sudah melakukan analisa-analisa fundamental menggunakan perhitungan2 yang kesannya 'wah' banget, tapi ternyata investor tidak tahan menjual sahamnya ketika harganya naik sedikit. 

Nah, kalau anda adalah tipikal orang yang seringkali tidak tahan melihat harga saham naik, anda 'gatal' ingin menjual saham yang sudah naik, ada baiknya anda menjadi trader saham. 

Kemungkinan besar anda bukanlah tipikal investor. Investor harus memiliki kesabaran untuk hold saham lebih lama, karena tujuan investor adalah menyimpan perusahaan bagus untuk menghasilkan keuntungan jangka panjang.

2. Analisa untuk investasi berbeda dengan trading saham 

Poin ini juga harus anda pahami. Karena time frame investasi dengan trading berbeda, maka analisa yang digunakan juga berbeda. 

Jika anda berniat investasi saham, pelajarilah ANALISIS FUNDAMENTAL, dan analisa teknikal adalah untuk pelengkap. Jika anda berniat TRADING SAHAM, pelajarilah ANALISIS TEKNIKAL, analisis fundamental untuk pelengkap.   

Tentukan tujuan anda. Jangan sampai anda salah menggunakan analisa. Misalnya, anda sudah menghitung harga wajar saham, menganalisa valuasi saham tiap sektor, membaca laporan keuangan, analisa prospek perusahaan, tetapi ternyata ujung-ujungnya anda trading jangka pendek. Ini yang sering dialami investor saham pemula. 

Atau sebaliknya, anda menganalisa grafik saham, analisa fluktuatif market, tetapi ternyata anda beli saham untuk jangka panjang. Padahal untuk investasi, anda harus pelajari laporan keuangan dan lain2, bukan hanya melihat grafik saham. 

3. Investasi saham untuk jangka panjang, bukan jangka pendek 

Time frame investasi jangka panjang minimal 1 tahun. Atau kalau anda ingin trading jangka menengah alias semi investasi, jangka waktu simpan saham 3-11 bulan. Jika anda beli dan jual saham dengan time frame sebulan atau bahkan kurang, maka anda bukan investasi tetapi trading. 

Dengan kata lain, investor saham tidak mudah tergoda menjual saham hanya karena sahamnya naik cepat katakanlah 10% tapi dalam waktu singkat. Sebaliknya, anda juga tidak disarankan untuk jual rugi (cut loss) saham yang anda investasikan hanya karena sahamnya sedang turun. 

Fluktuatif itu adalah hal yang wajar dan pasti terjadi dalam jangka pendek. Investor saham memiliki orientasi jangka panjang, karena investor yakin dalam jangka panjang perusahaan bagus sahamnya bisa naik lebih tinggi. 

Dalam investasi saham, investor boleh saja melakukan cut loss, asalkan ada alasan kuat yang mendukung. Bukan karena harga saham turun 2-3% anda cut loss. 

Alasan cut loss yang kuat untuk investor misalnya: Kondisi market berubah drastis menjadi strong bearish atau resesi, kondisi fundamental perusahaan berubah. Nah, untuk meminimalkan cut loss, anda harus pilih perusahaan yang kinerjanya bagus dan stabil. Baca poin 4. 

4. Pilih saham yang fundamentalnya bagus 

Investasi saham harus dilakukan dengan membeli saham perusahaan yang fundamentalnya bagus, valuasinya wajar. Saham2 tersebut memiliki pergerakan harga jangka panjang yang baggus / uptrend. 

Hindari membeli saham untuk investasi hanya karena anda ikut-ikutan. Hindari juga membeli saham untuk investasi karena sahamnya saat itu sedang naik banyak / booming. 

Saham yang sedang naik banyak belum tentu perusahaannya punya kinerja yang bagus. Ini juga harus anda perhatikan, karena banyak rekan yang terjebak beli saham untuk jangka panjang tanpa melihat fundamental, hanya mengamati pergerakan jangka pendek. 

Itulah 4 hal yang perlu anda perhatikan jika anda berniat untuk investasi jangka panjang. Selain mendalami analisa fundamental, tentu ada faktor2 lain yang harus anda evaluasi sebelum investasi. 

Khususnya anda yang ingin investasi jangka panjang, dan bisa memilih saham bagus untuk investasi, ada baiknya anda pelajari ebook full praktik investasi saham disini: Ebook Analisis Fundamental Saham Pemula - Expert. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.