Website edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Cara Simpel Membuat Garis Support dan Resistance

Menentukan garis support dan resisten adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari analisis teknikal untuk trading. Sebagai trader saham, anda harus bisa membuat garis support dan resisten, sebagai dasar untuk mengambil keputusan trading. 


Namun ternyata masih banyak trader saham pemula yang belum paham cara membuat garis support resisten. Seperti yang pernah kita bahas di pos ini: Harga Saham Turun, Berapa Harga Supportnya? Saya sudah membahas beberapa cara untuk menentukan titik support resisten. 

Salah satu cara paling simpel membuat garis support resisten yaitu dengan menarik GARIS MANUAL, melalui GARIS HORIZONTAL dan / atau GARIS TRENDLINE. 

Di pos ini, kita akan bahas bersama cara membuat garis support resisten manual tersebut. Yap, kita akan belajar menentukan garis support resisten dengan cepat melalui garis horizontal dan garis tren yang kita buat sendiri. 

Untuk membuat garis support resisten, anda harus buka software saham anda masing-masing. Kemudian, masuklah pada menu CHART (Grafik). Setiap software saham pasti memiliki menu-menu charting yang kurang lebih sama, hanya tampilannya yang sedikit berbeda. 

Jadi pos ini dapat mewakili cara membuat garis support resisten untuk semua software saham. Disini saya menggunakan chart dari Danareksa Sekuritas.

Pertama-tama, anda harus mencari garis horizontal dan garis trendline. Dalam grafik, kedua garis tersebut biasanya ditampilkan dalam bentuk garis lurus (horizontal) dan garis miring (trendline). Untuk lebih jelasnya, perhatikan tampilan berikut:  


Garis horizontal adalah garis utama yang harus anda gunakan untuk membuat garis support resisten simpel. Garis horizontal bisa anda lihat pada tanda persegi orange diatas. Sedangkan garis tren (trendline), bisa anda lihat pada tanda persegi hijau (garis miring). 

Sekarang anda sudah paham dimana letak garis horizontal dan trendline untuk menentuan support resisten. Kini kita akan tentukan support resisten suatu saham. Kita gunaakan contoh saham TLKM. Perhatikan chart TLKM berikut: 


Untuk menentukan support, anda bisa pilih garis horizontal dan klik garis horizontal tersebut pada candlestick harga bawah (support) terdekat dengan harga saat ini. Pada contoh TLKM diatas, support TLKM terdekat ada pada tanda lingkaran. 

Jadi saya akan letakkan garis horizontal tersebut pada supportnya (tanda lingkaran). Maka terbentuklah garis horizontal pada grafik yang sudah anda tentukan. Itulah yang dinamakan dengan garis support. 

Hal yang sama, bisa anda lakukan untuk membuat garis support kedua, ataupun garis resisten. Perhatikan kembali grafik TLKM berikut:  

Cara Membuat Garis Support dan Resistance
Anda bisa menarik meletakkan garis-garis horizontal pada candlestick2 yang paling dekat dengan harga saat ini, untuk melihat dimana titik support dan resisten suatu saham. Tanda lingkaran adalah titik support, sedangkan tanda persegi adalah titik resisten.

That's it. Cuma gitu doank cara membuat garis support resisten yang paling simpel dengan garis manual. Nggak perlu pakai cara yang ribet. Jadi poin-poin pentingnya: 

1. Gunakan garis horizontal (horizontal line)
2. Tentukan support resisten paling dekat dengan harga saat ini
3. Anda bisa menentukan lebih dari satu titik support / resisten  

Ada baiknya anda pelajari juga tulisan saya disini sebagai referensi tambahan menentukan support resisten: Cara Menentukan Support Resistance yang Benar.   

SUPPORT RESISTEN DENGAN TRENDLINE 

Membuat support resisten juga bisa dilakukan dengan garis tren (trendline). Garis tren sebenarnya berguna untuk melihat tren suatu saham, apakah tren saham cenderung uptrend atau downtrend selama periode waktu tertentu. 

Namun dalam praktikknya, trendline juga dapat digunakan untuk membuat support resisten. Untuk lebih jelasnya, perhatikan saham BBRI berikut ini: 


Cara menggunakan trendline sangat mudah. Anda hanya perlu menarik garis, dengan cara menghubungkan titik-titik support-resisten yang searah (bisa ambil titik tertinggi dan terendah pada periode waktu tertentu), sehingga garisnya nanti akan membentuk garis miring dari atas kebawah / sebaliknya. Contohnya seperti pada saham BBRI diatas. 

Setelah kita menentukan trendline, maka anda bisa melihat dimana titik support dan resisten suatu saham. Yang saya beri tanda persegi, adalah titik-titik support saham. Sedangkan tanda lingkaran, adalah titik-titik resistennya. 

Analisa trendline sebagai support resisten juga dapat berfungsi untuk melihat di harga / titik berapa harga saham berbalik arah. Pada chart BBRI diatas misalnya, setelah harga saham berhasil turun ke area-area tanda persegi, maka BBRI selalu rebound / naik lagi. 

Dengan demikian, kalau harga saham BBRI nantinya bisa bertahan di area-area support (tanda persegi), kemungkinan besar BBRI akan rebound, sehingga anda bisa mengambil posisi beli ketika BBRI bertahan di area support2nya tersebut.  

Sebaliknya, jika BBRI jatuh dari area support2nya (tanda persegi), kemungkinan besar skenarionya akan berbeda: BBRI akan melanjutkan tren turun. 

Kemudian anda bertanya: "Pak Heze, berarti membuat garis support resisten ini kita menentukan sendiri secara subjektif ya? Apa tidak ada ukuran pasti berapa support resisten suatu saham?"  

Pertanyaan bagus. Membuat garis resisten simpel memang harus dilakukan secara MANUAL. Ini artinya, anda harus menentukan sendiri titik support resisten saham secara subjektif. Tidak ada ukuran benar salah yang pasti dalam menentukan support resisten. 

Kalau gitu gimana caranya biar kita bisa menentukan support resisten yang akurat Bung Heze? Buat pemula kan kadang bingung kalau belum ada panduan menentukan support resisten yang lebih terarah? Kata anda. 

Untuk memudahkan membuat support resisten, saran saya tentukan support resisten pada harga saham yang paling dekat. Anda tidak perlu menentukan support resisten yang terlalu jauh. 

Karena dalam praktikknya, harga saham akan naik dan turun pada titik harga terdekatnya lebih dahulu, sehingga dengan menentukan support resisten terdekat, akan memudahkan anda untuk menganalisa saham.  

Anda bisa pelajari praktik2 lanjutan support resisten untuk mencari saham-saham bagus untuk meraih profit disini: Menemukan Saham Naik dengan Variasi Support Resisten dan Full Praktik Membaca Saham yang Akan Turun.

Tapi kalau anda ingin mempelajari analisa tambahan untuk menentukan dimana titik support resisten yang lebih objektif, anda bisa pakai indikator. Salah satu indikator yang bisa memberikan arah support resisten saham adalah Fibonacci. Cara pakai indikator Fibonacci, sudah saya bahas di pos-pos berikut: 

Praktik Cara Menggunakan Fibonacci Retracement - Part I  
Praktik Cara Menggunakan Fibonacci Retracement - Part II  
Praktik Cara Menggunakan Fibonacci Retracement - Part III  

Itulah cara simpel membuat garis support dan resistance yang bisa diterapkan untuk semua level trader. Jangan pernah melewatkan analisa support resisten dalam trading, karena dari support dan resisten, kita bisa mengambil keputusan trading yang lebih baik. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.