Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Analisa Saham TRAM: Turun & Balik Gocap

El Heze
Saham PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) kembali ramai dibicarakan. Kali ini karena harga saham TRAM balik lagi ke harga gocap, dan tren beberapa tahun sebelumnya, TRAM sempat berada di harga 400-an. 

Kalau anda trader saham yang sudah beberapa tahun trading, anda pasti sudah familiar dengan pergerakan saham TRAM yang volatil. Yup, itulah mengapa di beberapa tulisan yang pernah saya ulas di web Saham Gain ini, saya mengatakan bahwa TRAM ini termasuk dalam saham gorengan. Anda bisa perhatikan tren saham TRAM berikut:

Saham TRAM
Saham TRAM turun terus hingga mencapai harga Rp56. Padahal dari pertengahan tahun 2017 sampai awal tahun 2018 saham TRAM ini sempat naik dari harga gocap sampai 400-an. Tapi tidak lama kemudian TRAM turun lagi, dan akhirnya... Kembali ke gocap.. 

Apa yang menyebabkan TRAM turun? Ada banyak hal. Saham TRAM ini sudah lama 'tidak sehat' secara kinerja, di mana sekitar tahun 2014 TRAM terkena kasus kebakaran kapal Lentera Bangsa. Namun dengan kinerja keuangannya yang semakin turun, justru harga saham ERAA melonjak. 

Hingga akhirnya di titik harga 1.800-an bandar melakukan distribusi besar saham TRAM, dan sampai sekarang kita belum melihat perkembangan kinerja TRAM. Dan saham TRAM ini pada akhirnya harus balik ke gocap karena TRAM kembali membukukan rugi bersih ( di mana) 

Kita juga sudah pernah mengulas sedikit teknikal saham TRAM disini: Nyangkut Di Saham Gorengan.

Kinerja keuangan TRAM kembali membukukan rugi bersih
HARGA SAHAM KEMBALI KE FAKTOR FUNDAMENTALNYA 

Di laporan keuangan TRAM, terlihat adanya akun Beban Operasi Lainnya dan akun Biaya Keuangan yang menggerus laba TRAM. Karena harga saham akan kembali ke faktor fundamentalnya, maka saham2 yang secara fundamental tidak sehat, sahamnya sering digoreng ujung2nya tidak akan memiliki tren harga saham yang menguntungkan untuk jangka panjang, bahkan untuk trader2 konservatif sekalipun. 

Meskipun TRAM ini sering digoreng bandar, dan banyak kisah "trader sukses" dari saham TRAM (yang saat ini naik dari 50-an ke 400), tapi jujur saja, saya juga tidak membeli saham TRAM pada waktu itu. 

Bukan karena saya 'ketinggalan kereta', tetapi saya lebih prefer ke saham-saham yang teknikalnya sehat, sehingga bisa tetap profit konsisten dan menyimpan saham-saham dengan pikiran yang lebih tenang.  

Nah, saya juga selalu menganjurkan pada trader salah satunya melalui pos ini: Nyangkut Di Saham Gorengan, bahwa dalam trading anda harus memiliki pendirian dan analisa. Jangan sampai anda membeli saham karena ikut-ikutan dan terbawa arus pasar, sehingga trader membeli saham di harga tinggi, dan disitulah harga saham sebenarnya sudah mulai didistribusi bandar. 

Terkait saham TRAM ini, banyak trader yang nyangkut di harga 300-400-an, karena trader hanya melihat "kisah-kisah sukses" trader yang untung di TRAM, padahal risikonya sangat tinggi.   

"Pak Heze, apakah TRAM ini bisa kembali lagi, misalnya diatas Rp100?" Tanya anda 

Tentu saja bisa, tapi kita kan tidak tahu kapan saham TRAM ini akan digoreng lagi. Yang jelas, saham-saham yang sedang diturunkan bandar sampai puluhan persen dan ramai diperbincangkan, harganya akan sangat rentan dinaik-turunkan dalam jangka pendek. 

Tetapi kalau kenaikan saham tersebut bukan berdasarkan fundamentalnya (Naiknya karena digoreng bandar), maka ada baiknya anda menghindari sahamnya, karena sewaktu-waktu sahamnya bisa balik turun lagi dengan cepat, kecuali kalau anda spekulan yang ingin mengincar untung cepat di saham2 high risk.  

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.