Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Saham Konstruksi, Bagaimana Prospeknya?

El Heze
Saham-saham konstruksi, khususnya saham2 konstruksi blue chip seperti WSKT, WIKA, PTPP belakangan ini harganya bergerak downtrend. Bagi anda yang sudah pengalaman trading, mungkin ini kesekian kalinya anda mengalami saham2 konstruksi WSKT dkk yang sebenarnya secara fundamental baik, namun harga sahamnya malah cenderung turun terus. 

Ada banyak penyebab mengapa saham konstruksi turun. Selain karena arus kas negatif (yang membuat pelaku pasar panik), politik yang belum kondusif, pertumbuhan ekonomi belum sesuai harapan, kasus proyek fiktif membuat pelaku pasar menjual saham2 konstruksi. 

Baca juga: Mengapa Saham Konstruksi Turun Terus? Tetapi ada beberapa data yang cukup menarik dari saham konstruksi. Apa saja itu?

1. Pelantikan presiden Jokowi 20 Oktober 2019 

Kalau kita flashback ke tahun 2014, pasca pelantikan presiden Jokowi, saham2 properti termasuk sub sektornya yaitu saham2 konstruksi langsung terbang.. Ketika itu, saham2 konstruksi juga berada dalam kondisi yang undervalue, dan harganya secara teknikal juga masih murah. 

Kenaikan saham2 konstruksi ini bisa berlangsung sampai 3-4 bulan, sebelum akhirnya euforia itu berakhir pada April 2015, yang menjadi awal jatuhnya saham2 di Bursa Efek. 

Saham WSKT - Chart 5 tahun
Lihat yang saya beri tanda lingkaran. Kenaikan saham WSKT dua kali lipat selama kurang lebih 6 bulan (harga 800-an ke 1.800) pasca pelantikan presiden Jokowi tahun 2014. 

Bagaimana dengan pelantikan presiden tanggal 20 Oktober 2019 nanti? Apakah akan mengulang pola yang sama? Kita cek dulu valuasi dan analisa teknikal saham2 konstruksi sekarang.. 

2. Price Earning Ratio (PER) saham konstruksi 

Klik gambar untuk memperbesar

PER saham2 konstruksi khususnya WIKA, WSKT, PTPP, ADHI sebenarnya sudah mulai undervalue di sektornya. Walaupun PER-nya masih di kisaran 10-15 kali, tapi kalau kita bandingkan dengan beberapa perusahaan sektor sejenis seperti TOPS (161 kali), MTRA (40 kali) dan lain2, maka PER saham2 konstruksi ini terbilang sudah lumayan murah. 

Saham2 WEGE, TOTL, NRCA, SKRN PER-nya memang dibawah WIKA dkk, namun secara fundamental saham2 WIKA dkk masih jauh unggul diatas saham2 tersebut, walaupun secara PER sedikit lebih tinggi. 

Memang PER saham2 konstruksi ini masih bisa lebih murah lagi, namun kalau ada sentimen positif yang bisa menggerakkan saham2 konstruksi, bukan tidak mungkin saham konstruksi bisa rebound, bahkan memulai tren naiknya. 

3. Analisa teknikal (chart) saham2 konstruksi 

Saham ADHI

Saham PTPP

Saham WIKA

Saham WSKT
Secara teknikal, mayoritas saham konstruksi harganya sudah pada di botton price. Anda juga bisa perhatikan WSKT, WIKA, PTPP, ADHI yang harga sahamnya sudah berada dibawah MA 1 tahun yaitu MA200 (garis hijau). 

Dan saham2 konstruksi masih ada resisten2 kuat yang belum tersentuh pada grafik 1 tahunan (tanda persegi). 

KESIMPULAN: SAHAM KONSTRUKSI BAKAL NAIK NGGAK???

Jadi kita memang perlu menuggu pengumuman pelantikan presiden Jokowi.. Mengacu pada analisa fundamental, data2 teknikal (chart), serta pola-pola pergerakan saham konstruksi pasca pemilu, maka kenaikan dan euforia di saham2 konstruksi sangat berpotensi terulang. 

Tapi apapun itu, kita tetaplah tidak bisa memastikan masa depan. Artinya, kita tidak bisa memastikan pergerakan saham2 konstruksi nantinya seperti apa. Apakah ada euforia atau tidak. Apakah euforianya berlangsung lama atau hanya sesaat. 

Namun kalau anda sekarang sudah pegang saham2 konstruksi, entah di harga bottom atau nyangkut (karena saya menerima banyak sekali pertanyaan tentang saham2 konstruksi), maka HOLD saja, nggak usah keburu cut loss. 

Cepat atau lama, sektor konstruksi pun pasti akan pulih, dan semoga saja euforia konstruksi ini bisa terulang lagi, didukung juga dengan data2 yang ada (untuk hal ini tentu harus kita cross cek sendiri selama beberapa hari kedepan). 

Nah, kalau nanti kalau ternyata terjadi euforia, saham konstruksi pada terbang, maka anda bisa hold saham2 konstruksi ini, dan kalau valuasi udah mahal, atau sulit tembus di resisten2 kuat, anda baru bisa pertimbangkan untuk jual (take profit). 

Kemudian, apa yang kita ulas di pos ini, tentu saja bukan bermaksud untuk mengatakan pada anda bahwa ketika ada pemilu presiden, maka lirik-lah saham2 konstruksi. Karena "kebetulan" presiden Jokowi ini punya fokus menggenjot infrastruktur. 

Dan di periode kedua masa jabatannya, infrastruktur masih menjadi salah satu fokus yang akan digarap (disamping sektor sumber daya manusia). 

Tapi kalau di pemilu2 presiden selanjutnya, fokus calon presiden tidak terlalu menekankan di infrastruktur, maka saham konstruksi kemungkinan besar bukan jadi saham primadona lagi. Saya pernah bahas juga disini: Saham Bagus Menjelang Tahun Pemilu.

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.