Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Strategi Trading Simpel dan Profit

Trading saham memberikan banyak kebebasan untuk anda. Ada berbagai macam saham yang bisa anda pilih. Anda punya hak untuk membeli dan menjual saham kapanpun anda mau. Anda bisa memilih strategi trading yang anda sesuai dengan keinginan anda. 

Akan tetapi, untuk mendapatkan profit yang konsisten di saham. Untuk mengembangkan modal trading anda dalam jangka panjang, tentu saja anda tidak bisa memilih saham secara BEBAS. 

Maksudnya adalah, anda harus menggunakan strategi, analisa, momentum, dan kehati-hatian dalam menyeleksi saham. Berhubung strategi trading itu sangat banyak, maka untuk menciptakan profit di saham, anda harus menciptakan strategi trading yang simpel, namun bisa menghasilkan profit. 

Berdasarkan pengalaman trading saya, untuk menciptakan strategi trading yang simpel dan bisa menghasilkan profit konsisten, ada beberapa praktik memilih saham yang harus anda lakukan. Apa saja itu?  

1. Pilih saham-saham yang punya pergerakan bagus dan potensi rebound

Kalau anda ingin profit lebih konsisten, anda harus mengincar saham2 yang punya likuiditas tinggi, dan fluktuatif harganya wajar. Serta saham2 tersebut mudah rebound dalam jangka pendek (setelah mengalami koreksi). 

Contoh saham2 yang pergerakannya bagus seperti saham2 yang ada di indeks LQ45 atau IDX30. Dalam hal ini, anda juga harus melakukan screening saham, untuk menemukan saham yang layak trading. 

Pelajari juga cara melakukan screening saham untuk menemukan stock pick yang layak trading disini: Panduan Simpel & Efektif Memilih Saham Bagus.

Trading di saham2 yang pergerakannya bagus membuat profit anda lebih pasti, psikologis anda lebih tenang dan modal anda bisa berkembang dalam jangka yang lebih panjang. 

2. Pilih saham yang secara teknikal dan fundamental bagus 

Saham2 yang memiliki fundamental dan teknikal yang bagus, akan membuat saham2 tersebut jauh lebih diminati oleh trader, sehingga ketika saham tersebut turun / koreksi, saham tersebut akan kembali diborong. Contohnya adalah saham2 blue chip. 

Sehingga, kalau anda membeli saham2 yang likuid dan fundamentalnya bagus, anda juga lebih tenang menyimpan saham, dan profit yang anda dapatkan lebih pasti. Baca juga: Perlukah Analisa Fundamental untuk Trader Saham?

3. Beli saham saat harganya koreksi /beli di harga support 

Jika anda ingin menemukan strategi trading yang simpel, carilah saham2 yang sudah berada di harga support / sahamnya sudah turun. Mengapa? 

Karena saham2 yang sudah turun / diskon, sahamnya akan diangkat lagi. Konsep utama yang paling simpel dan mudah dipraktikkan oleh semua kalangan trader adalah: Beli saham saat turun dan jual saat saham tersebut mulai bergerak koreksi. 

Dengan strategi ini, anda tidak perlu terkena false breakout, atau membeli saham di harga yang sudah tinggi. Saya pernah menjelaskan konsep trading tersebut disini: Konsep Trading Saham: Beli Saat Mau Naik, Jual Saat Mau Turun. 

Anda bisa mempelajari praktik2 menemukan saham yang sudah diskon dan siap rebound disini: Full Praktik Menemukan Saham Diskon & Murah. 

4. Diversifikasi saham

Diversifikasi saham tidak hanya sekedar membagi modal anda untuk membeli beberapa saham. Dalam diversifikasi, saya menyarankan anda untuk membagi modal lebih besar untuk membeli saham2 yang risikonya kecil. 

Sebagai contoh, 80% modal yang anda miliki, anda gunakan untuk membeli saham2 yang likuid dan punya fluktuatif bagus. Sedangkan 10% modal , anda gunakan untuk membeli saham yang risikonya tinggi (misalnya jika anda ingin mencoba trading di saham gorengan) dan 10% sisanya tetap di cash anda. 

Dengan diversifikasi yang tepat, anda bisa meraih profit yang lebih konsisten, karena anda memilih saham2 yang benar untuk ditradingkan. 

5. Gunakan analisa teknikal yang simpel 

Dalam trading, gunakan analisa teknikal yang simpel dan mudah untuk anda terapkan. Seperti apa itu analisa teknikal yang simpel? Analisa teknikal utama yang harus anda gunakan adalah: Candlestick, tren, momentum dan chart pattern. 

Anda bisa baca-baca kembali tulisan saya disini: 4 Kunci Penting Membaca Grafik Saham. Penggunaan analisa teknikal hendaknya mencakup poin2 tersebut, dan saya tidak menyarankan anda untuk menggunakan terlalu banyak bantuan indikator, karena hal tersebut akan membingungkan keputusan trading anda. 

Contoh penggunaan analisa teknikal yang rumit itu misalnya: Anda menggunakan banyak sekali indikator dan bermacam analisa support resisten, misalnya menggunakan moving average, zig zag, bollinger band, fibonacci sekaligus. 

Hal ini justru akan membuat anda bingung menentukan titik support resisten yang bisa menjadi acuan trading. Dalam menggunakan indikator, ada baiknya anda menggunakan 1 indikator leading dan 1-2 indikator lagging saja. Baca juga: Analisis Teknikal: Indikator Leading vs Indikator Lagging.  

Baca juga praktik2 analisis teknikal disini: Buku Saham Pemula - Expert. 

Intinya, untuk menciptakan strategi trading yang simpel dan menghasilkan profit, dua hal penting yang harus anda lakukan adalah memilih analisis teknikal yang benar, termasuk momentum trading dan memilih saham yang tepat. 

Dengan demikian, anda akan lebih mudah untuk menganalisis saham2 yang harus anda beli, sehingga pemilihan saham anda tidak akan melenceng terlalu jauh. Anda tidak akan mudah terpengaruh atau bingung memilih saham2 pergerakannya kurang jelas.

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.