Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Saham BDMN: Gap Up dan News

El Heze
Di dalam trading saham, kita mengenal adanya istilah buy on rumor sell the news. Anda bisa baca lagi tulisan saya disini: Buy On Rumor, Sell On News. Intinya, seringkali terjadi bahwa harga saham akan naik tinggi ketika ada rumor2 tertentu di saham yang bersangkutan. 

Namun rumor tersebut sudah menjadi berita, para trader dan bandar langsung menjual saham besar2an, sehingga saham mengalami koreksi yang tajam. Akan tetapi, terkadang kita juga menemukan saham yang langsung diangkat naik ketika terjadi NEWS / berita. 

Salah satu contohnya yaitu yang terjadi pada saham BDMN. Kita tahu bahwa salah satu bank besar di Jepang yaitu Bank Of  Tokyo-Mistubishi UFJ Limgaited (MUFG) atau biasa disebut Bank Of Japan mengakuisisi Bank Danamon. 

Sehingga ketika berita (news) tersebut sudah keluar / resmi, yang ditandai dengan pelepasan kepemilikan saham Temasek kepada MUFG sebesar 73,8% kepemilikan, saham BDMN langsung naik drastis  14% dalam sehari. 

Anda bisa perhatikan grafik BDMN dibawah, tepatnya pergerakan BDMN ketika Temasek melepas mayoritas sahamnya ke MUFG: 

Saham BDMN
Perhatikan yang saya beri tanda persegi. Itu adalah momen ketika bandar mengangkat saham BDMN setelah Temasek melepas sahamnya ke MUFG. Kenaikan BDMN di pagi hari tersebut meninggalkan gap up yang cukup lebar (tanda lingkaran). Kalau anda belum tahu apa itu gap up, anda bisa baca pos saya disini: Gap Saham: Jebakan Gap Up. 

Tetapi seperti yang saya tuliskan di pos tentang jebakan gap up, bahwa saham2 yang membentuk pola gap up ini sangat berbahaya dan rawan untuk trader. 

Artinya, kalau saham tersebut tiba2 sudah naik sangat tinggi di hari itu dan membentuk gap up, buat anda yang nggak sempat beli sahamnya, ada baiknya anda tidak mengejar sahamnya. 

Karena saham2 seperti itu biasanya nggak lama kemudian akan turun / koreksi lagi dengan cepat. Karena itu hanyalah euforia sesaat (gap up menunjukkan euforia sesaat pelaku pasar).

Apalagi gap up yang terjadi pada suatu saham, pada umumnya cepat atau lama akan ditutup kembali. Dalam beberapa kasus, beberapa saham yang setelah membentuk gap up harganya langsung koreksi tajam, dan berbalik tren. 

Jadi kalau anda menemukan saham yang meskipun hari itu ada news bagus, banyak yang memborong sahamnya, sahamnya naik drastis, sahamnya jadi trending topic, tetapi kalau kenaikan saham terjadi sangat cepat dalam waktu singkat, apalagi membentuk gap up, maka saham tersebut umumnya nggak lama kemudian akan koreksi untuk menutup gap up-nya.

Anda bisa lihat contoh saham BDMN diatas, di mana setelah membentuk gap up, BDMN kemudian langsung turun drastis setelahnya. Setelah gap up tersebut, BDMN cenderung koreksi selama 5 bulan dan kembali ke support2 sebelumnya, sebelum akhirnya bergerak uptrend lagi. 

Pada saham2 yang berpola gap up dan euforia sesaat seperti ini, anda bisa membeli sahamnya dengan menunggu saham tersebut gap nya dulu, dan menunggu titik-titik support terdekatnya. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.