Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Memahami Konsep Pergerakan Saham

Saat anda belajar memahami pergerakan saham maupun analisis grafik, di edukasi2 saham anda pasti akan selalu diajarkan bahwa harga saham itu berfluktuatif. Saham akan selalu bergerak naik dan turun. Ada saatnya harga saham naik. 

Kemudian di titik harga tertentu harga saham akan turun. Lalu setelah mencapai titik jenuh jualnya, saham akan dibeli lagi sehingga akan naik. Baca juga: Konsep Trading Saham: Beli Saat Mau Naik, Jual Saat Mau Turun.

Konsep tentang pergerakan saham ini sebenarnya bisa anda pelajari / tercermin dalam chart / grafik suatu saham. Anda bisa lihat contoh grafik dibawah ini:


Anda bisa lihat bagaimana harga saham INKP mengalami fluktuatif. Saat INKP sudah naik, trader akan menjual kembali (take profit), sehingga saham INKP kembali terkoreksi / turun. Setelah saham INKP benar2 turun / jenuh beli, INKP kembali dibeli lagi sehingga harganya rebound. 

Meskipun trennya turun alias downtrend (anda bisa lihat INKP harganya jatuh dari 14.000 ke 7.000-an), tetapi di dalam tren turunnya tetap terjadi fluktuatif naik turun yang cukup jelas.  

Anda bisa mempelajari juga praktik-praktik untuk menemukan saham yang sudah diskon secara analisa teknikal dan berpotensi rebound disini: Full Praktik Menemukan Saham Diskon & Murah.  

Perhatikan juga saham ASII dibawah ini: 


Saham ASII juga mengalami fluktuasi harga, di mana saat ASII sudah turun banyak dan menyentuh titik bottom supportnya, ASII akan diborong lagi, sehingga harganya naik. 

Sebaliknya, ketika ASII harganya sudah tinggi, sudah berada di puncak2 resistennya, ASII kembali turun atau mengalami koreksi. Hal ini terjadi terus secara berulang dan berpola. 

Dan sebenarnya pola naik-turunnya saham ini, bisa anda pelajari juga melalui titik2 support-resisten yang terbentuk di grafik suatu saham. Baca juga: Menemukan Saham Naik dengan Variasi  Support-Resisten.   

"Tapi kok saya sering nemu saham yang turun nggak naik-naik ya Pak Heze? Berarti konsep ini nggak berlaku donk" Protes anda 

Ya, dalam praktiknya dunia saham memang nggak sehitam putih itu. Banyak saham yang mengalami fluktuatif harga, dan sesuai dengan konsep pergerakan saham yang lazimnya terjadi. 

Namun faktanya, kalau kita mau masuk lebih dalam ke praktik trading, ternyata saham yang pergerakannya tidak sesuai dengan konsep pergerakan saham ini juga banyak. 

Anda mungkin sering menemukan saham yang harganya turun, turun dan turun terus. Walaupun ada sedikit fluktuatif, tapi harga saham jauh lebih banyak turunnya, sehingga fluktuatifnya harga terjadi sangat kecil. 

Atau anda mungkin juga sering menemukan saham2 yang pergerakannya sideways terus, hampir nggak bergerak sama sekali. 


Anda bisa lihat contoh saham TRAM diatas, di mana tren saham TRAM terus turun tanpa mengalami rebound2 yang signifikan. Dalam penurunan TRAM selama 6 bulan, TRAM hanya mengalami rebound kencang 1-2 kali. Tetapi setelah itu, TRAM bergerak di harga sideways (tanda persegi) selama dua bulan. 


Contoh lainnya seperti saham GOLD diatas, di mana saham GOLD terus mengalami sideways, dan harganya nyaris tidak ada tren naik-turun yang terbentuk secara signifikan. 

Pertanyaan selanjutnya yang lebih dalam adalah: Kenapa ada saham yang berfluktuatif, dan kenapa ada saham2 yang fluktuatifnya sedikit, cenderung turun terus atau bahkan tidak bergerak? 

Untuk menjawab pertanyaan ini, ada dua faktor utama yang harus anda pahami: 

1. Harga saham kembali ke faktor fundamentalnya 

Fundamental saham sebenarnya sangat berpengaruh terhadap naik-turunnya saham. Saham yang likuid, kinerjanya bagus, pasti akan terus dibeli. Dan kalau saham2 yang berfundamental bagus sedang terdiskon, saham tersebut pasti akan diborong lagi, sehingga harganya naik. 

Sebaliknya kalau fundamental perusahaan jelek, maka pelaku pasar (trader) dan investor tentu tidak akan berminat untuk memborong saham, untuk menaikkan harga. 

Itulah kenapa kita sering mengamati perusahaan2 yang rugi, bermasalah, operasinya nggak jelas, pergerakan sahamnya juga nggak jelas, dan banyak digoreng bandar.  

2. Naik-turunnya saham tergantung dari minat pelaku pasar terhadap saham tersebut 

Dalam hal ini, faktor teknikal sangat berpengaruh juga. Kalau saham tersebut likuid, saham beredarnya banyak, maka saham tersebut umumnya memiliki fluktuatif harga saham yang lebih baik (pergerakan naik turunnya lebih sesuai dengan teknikalnya). 

Jadi, dalam memahami konsep pergerakan saham, sebenarnya anda harus mengamati dua faktor ini. Anda tidak bisa mengatakan bahwa semua saham pasti punya fluktuatif naik-turun yang sama, karena tipe setiap saham berbeda, baik dari sisi teknikal maupun fundamentalnya.

Itu artinya ketika memutuskan untuk investasi, terutama trading (yang mengandalkan fluktuatif harga saham), maka anda juga harus memilih saham2 yang layak untuk dibeli baik dari sisi teknikal maupun fundamental. 

Karena seperti yang saya tuliskan tadi, bahwa dunia saham itu nggak sehitam-putih teorinya, maka anda harus selektif dalam memilih saham. Baca juga: Cara Memilih Saham Bagus

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.