Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Cara Mengetahui Harga Saham yang Naik dan Turun

Ketika anda trading, harga saham akan terus bergerak naik-turun. Disinilah anda dan saya bisa memanfaatkan fluktuatif saham untuk mencetak profit. Berapapun time frame yang anda pakai, saham apapun yang anda pilih anda pasti akan tetap berhadapan dengan fluktuatif saham. Ada banyak sekali strategi buy-sell trading yang bisa anda gunakan:

Beli saham saat breakout
Beli saham saat harganya turun (buy on weakness)
Manfaatkan fluktuatif saham saat sideways
Beli saham saat banyak bandar beli 
Jual saham di harga tinggi
Jual saham saat naik beberapa poin

Dan masih banyak strategi trading lain. Tapi intinya, untuk mengetahui kemana arah harga saham selanjutnya, di harga berapa sebaiknya beli dan jual, apakah saat itu anda mau beli atau wait and see dulu, anda harus menggunakan: ANALISA TEKNIKAL

Basic-basic analisa teknikal trading yaitu: Analisis indikator, analisis tren, menentukan support-resisten, candlestick, chart pattern merupakan analisa teknikal yang harus anda pahami, dan nantinya bisa dikembangkan untuk mencetak profit konsisten. Baca juga: Belajar Chart Pattern & Praktik Trading. 

Semua time frame, strategi dan keputusan trading harus diawali dengan menganalisa sahamnya, menganalisa pergerakan grafiknya. Artinya, anda harus menganalisis grafik saham yang anda incar.  

Praktik2 dan strategi lanjutan analisa teknikal untuk mengetahui saham yang akan naik dan koreksi, bisa anda pelajari praktik2nya disini: 

Praktik-praktik simpel dan strategi menemukan saham diskon yang siap untuk naik bisa anda terapkan analisa2nya disini: Full Praktik Menemukan Saham Diskon dan Murah. 

Praktik2 menemukan saham yang akan koreksi setelah naik tinggi, anda bisa terapkan analisanya disini: Praktik Menemukan Saham yang akan Turun / Koreksi. 

Kenapa harus analisa teknikal? Kenapa bukan bandarmologi? Kenapa bukan analisa running trade dan lain2 Pak Heze? 

Hal ini karena analisa teknikal saham adalah analisa yang menggambarkan pergerakan saham yang sesungguhnya, menggambarkan psikologis pasar (dari chart pattern, tren),  menggambarkan kemauan bandar, menggambarkan titik-titik harga acuan yang dapat digunakan sebagai titik buy-sell. 

Saya juga sudah pernah menyampaikan hal tersebut di beberapa pos di web Saham Gain ini. Anda bisa baca pos saya disini: Benarkah Grafik Saham Dibentuk oleh Bandar?  

Dan sebenarnya dalam trading, ada banyak analisa teknikal simpel yang bisa anda terapkan, dan bisa menghasilkan profit yang maksimal. Baca juga: Buku Saham Pemula - Expert. Maka dari itu, kalau ada analisa2 saham yang simpel dan mudah dipraktikkan, ada baiknya anda terus mengasah analisa2 tersebut.  

Maka dari itu, kalau anda bertanya bagaimana cara mengetahui harga saham yang naik dan turun, gunakanlah analisa teknikal sebagai analisa utama. Diluar analisa teknikal, analisa2 tersebut adalah analisa tambahan sebagai penunjang analisa teknikal. 

Jadi anda yang ingin mahir dalam trading, pelajarilah analisa teknikal sebagai analisa utama anda untuk trading.  

Satu hal lagi, anda dan saya sebagai trader tidak akan pernah mengetahui saham akan naik dan turun sampai ke harga berapa. 

Maka dari itu, setelah melakukan analisa dan membeli saham, anda dan saya perlu menetapkan titik-titik take profit dan cut loss pada harga yang sudah ditetapkan berdasarkan support-resisten (analisa teknikal).

Kalau saham anda naik dan target sudah tercapai, jangan berharap terus saham akan naik, jangan serakah dalam trading. Sebaliknya, kalau anda salah membeli saham, anda membeli saham karena tergesa-gesa sehingga salah mengambil posisi, maka anda harus menetapkan target cut loss yang benar. Baca juga: Batas Cut Loss Saham. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.