Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Strategi Beli Saham untuk Dividen

El Heze
Keuntungan yang anda dapatkan dari beli saham ada dua, yaitu kenaikan harga saham diatas harga beli anda (capital gain) dan dividen tunai. Tidak dapat dipungkiri bahwa cukup banyak trader / investor yang mengincar keuntungan saham dari dividen.

Di web Saham Gain ini saya juga menekankan pentingnya dividen, terutama buat investor saham, dan anda yang lagi nabung saham. 

Tetapi untuk anda yang mau mengincar dividen, tentu saja anda tidak boleh asal membeli saham, karena sebagian besar perusahaan go public, selalu membagikan dividen. Anda bisa cek di situsnya eddyelly.com, dan anda bisa lihat betapa banyaknya emiten2 yang bagi dividen.

Banyak yang mengatakan kalau mau beli dividen, incarlah perusahaan yang bisa rutin bagi dividen tiap tahun, cari yang dividend payout ratio (DPR)-nya tinggi dan lain2. Memang benar, tapi saya tidak 100% setuju.  

Perusahaan yang rutin membagi dividen, belum tentu perusahaan tersebut bagus dan layak untuk anda beli. Anda bisa perhatikan sendiri banyak perusahaan yang bagi dividen (dan rutin), tapi nominal dividend per share (DPS)-nya sangat kecil. 

Ada yang hanya membagi Rp25 per saham, Rp10 per saham, Rp7 per saham, atau bahkan hanya Rp2 dan Rp1 per saham. Apakah saham2 seperti layak diincar dividennya? 

Coba anda bandingkan dengan perusahaan2 yang membagi DPS Rp131 per saham, Rp200 per saham, Rp100 per saham, atau bahkan Rp300 per saham atau diatas itu. Tentu nilai dividen yang besar berdampak lebih baik terhadap nilai aset anda. 

"Berarti Pak Heze, kalau mau incer dividen, kita cari yang DPS-nya besar aja ya? Yang Rp50 per saham atau bahkan diatas itu?" Tanya anda

Tunggu, tunggu sebentar... Perusahaan yang bagus dan mapan memang bisa membagi dividen besar. Tapi bukan jaminan juga perusahaan yang bagi dividen besar, perusahaannya punya fundamental yang bagus, dan sahamnya juga bagus (harganya uptrend)... 

Lho terus gimana donk Pak Heze? 

Kalau anda mau membeli saham untuk dapat dividen, anda harus mencari saham-saham yang kriterianya seperti dibawah ini: 

1. Membeli saham yang kinerjanya mapan, produknya dikenal

Belilah saham2 yang punya kinerja mapan, bisa mencetak profit yang naik dan stabil, cari perusahaan yang ROE-nya besar, karena ROE yang besar (diatas 15-16 kali) menunjukkan bahwa perusahaan punya kapasitas yang tinggi untuk bagi dividen ke pemegang saham. 

Dan jangan lupa cari perusahaan yang produknya dikenal dan digunakan masyarakat luas. Yup, emiten2 ini biasanya pasti akan bagi dividen per share dengan nominal tinggi, dan stabil. 

Contohnya? Paling gampang kita bisa lihat saham2 blue chip seperti ASII, TLKM, BBRI, BMRI, BBNI, BBCA, UNVR, HMSP, INDF, JSMR, ICBP dan lain2. Baca juga: Daftar Perusahaan yang Rutin Bagi Dividen

2. Cari yang DPS-nya besar 

Jika anda beli saham dengan tujuan salah satunya untuk dividen, maka carilah saham2 yang DPS-nya tinggi. Contohnya sudah saya sebutkan diatas, saham2 blue chip itu tadi. 

Nah kalaupun anda nggak beli saham2 blue chip, at least carilah emiten yang membagi dividen diatas Rp40 per saham, dengan catatan produk / jasanya juga dikenal di masyarakat dan sahamnya likuid (poin 3). Contohnya seperti saham2 konstruksi WIKA, WSKT, atua saham PGAS, BJTM, PTRO dan masih banyak lainnya.

Anda sebagai trader saham pasti anda sudah mengenal saham-saham tersebut. Kenapa cari yang DPS-nya besar? Kemampuan perusahaan membagi dividen tinggi menunjukkan kemampuan laba perusahaan tersebut. 

Perusahaan yang bagi dividen sangat kecil (bahkan Rp1-2 per saham), umumnya kalau anda cek laporan keuangannya, labanya juga kecil sekali. 

Dan boleh saya katakan, bisa jadi emiten2 ini membagikan dividen hanya SEBAGAI "FORMALITAS" belaka. Jadi jangan mencari dividen yang nominalnya kecil, karena itu nggak akan menguntungkan anda.

Apalagi anda seorang investor. Membeli saham yang dividennya kecil, itu sama saja anda membeli perusahaan yang labanya sangat kecil. Kalau ada perusahaan mapan yang labanya menjadi leader di sektor industri, untuk apa membeli saham yang labanya kecil?

Dalam analisis dividen, melihat dividend payout ratio (DPR) itu penting. Tapi melihat dividend per share (DPS) juga sangat penting.     

3. Cari yang sahamnya likuid

Seperti yang saya tuliskan tadi bahwa DPS besar belum tentu saham tersebut layak dibeli untuk dividen. Setelah anda melihat DPS, anda harus cari yang sahamnya likud. Tujuan anda beli saham bukan hanya dividen, tapi juga mengincar kenaikan harga saham. 

Kalau saham nggak likuid, nggak banyak ditradingkan, nggak banyak orang tau, meskipun membagi dividen tinggi, sahamnya belum tentu akan naik. 

Contohnya, anda bisa lihat saham BRAM yang bagi dividen diatas Rp200 per saham tiap tahun.. Tapi karena sahamnya nggak likuid, anda juga nggak akan bisa membeli sahamnya dalam jumlah lebih banyak, dan anda akan sulit menjual sahamnya (karena sering ditradingkan).

Jadi jika anda mau membeli saham untuk dapat dividen, tiga hal penting diatas tidak boleh anda lupakan yaitu: Cari saham yang DPS-nya besar yang didukung dengan kinerja fundamental yang oke, serta sahamnya juga likuid.

Jangan cuma cari saham yang DPS-nya besar tapi sahamnya tidak likuid (karena saham anda bisa 'nyangkut'). Jangan cuma asal cari perusahaan yang bagi dividen rutin, tapi DPS-nya sangat kecil.. 

Carilah tiga kriteria seperti yang saya tuliskan. Dan actually, banyak kok saham2 yang memenuhi kriteria2 diatas (contohnya saham2 blue chip). Jadi sebenernya, nggak terlalu susah untuk menyeleksi saham2 seperti itu.  

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.