Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Bisakah Trading Harian Saham Tanpa Indikator?

El Heze
Beberapa waktu lalu, saya pernah dapat pertanyaan dari pembaca web Saham Gain tentang strategi trading harian. Berikut pertanyaannya: 

"Bung Heze, apakah kita bisa trading harian tanpa pakai indikator teknikal sama sekali? Jadi kita bisa melihat saham yang naik harian dari kecenderungan buyer seller dan running tradenya saja?"  

So, kita langsung to the point saja, karena saya juga salah satu trader yang menerapkan praktik trading harian (lebih tepatnya strategi intraday trading), maka saya bisa menyimpulkan bahwa anda tidak akan bisa trading harian tanpa menggunakan indikator apapun. 

Baca juga strategi2, dan cara memilih saham2 yang bagus untuk intraday trading disini: Ebook Intraday & One Day Trading Saham. 

Banyak sekali anggapan karena trading harian dilakukan dalam jangka pendek, maka kita cukup pakai saja analisa2 cepat, dengan melihat kecepatan pergerakan bandar. Selain itu, banyak anggapan bahwa trading harian cukup memilih saham2 gorengan yang mudah naik puluhan persen dalam hitungan menit, biar bisa untung besar sehari.  

Banyak pula anggapan bahwa analisa teknikal seperti indikator, tren, support-resisten hanya digunakan untuk trading dengan jangka waktu yang lebih panjang. Nah, anggapan2 ini sangatlah keliru.

Inti dari trading saham adalah analisa teknikal itu sendiri. Jadi apapun bingkai waktu trading yang anda pakai, anda harus menggunakan ANALISIS TEKNIKAL. 

Trading harian tanpa indikator apapun sama saja hanya akan mengarahkan anda pada gambling. Sekarang saya beri satu contoh. Misalnya anda mau trading harian di saham TINS. 

Bagaimana anda bisa mengetahui apakah saham TINS ini sudah layak untuk trading harian atau belum? Bagaimana anda bisa mengetahui bahwa TINS punya potensi naik dalam jangka harian? 

Tentu saja anda bisa mengetahuinya kalau anda melihat grafik dan indikatornya.. Nah, kalau anda cuma menganalisa berdasarkan net buy- net sell, atau cuma mengikuti 'arus' kecepatan running trade harga, anda bakalan sering tertipu oleh pergerakan bandar.  

Memang di dalam trading harian, anda juga membutuhkan analisa tape reading (bid offer). Tetapi semua harga saham akan terefleksi dari chart / grafiknya. Artinya, analisa2 lain selain analisa grafik, sifatnya adalah analisa tambahan. Baca juga: Analisa Tape Reading Saham.  

Satu hal lagi, trading harian tidak boleh dilakukan dengan cara memilih saham asal2an. Trader seringkali berpikir: "Kalau mau trading harian, pilih aja saham2 yang gampang naik 20% sehari, dan nggak usah ribet2 pakai indikator buat analisanya".

Faktanya tidaklah demikian. Jika anda ingin dapat profit yang berkelanjutan dari trading, maka cara memilih saham untuk trading harus anda lakukan dengan analisa yang benar. 

Yup, itu artinya sekalipun trading harian, anda tetap butuh full analisa teknikal, momentum yang pas dan untuk trading harian, dan ada tambahan analisa tape reading. Kombinasi2 inilah yang akan menghasilkan keputusan trading yang tepat. 

Cara-cara memilih saham apa saja yang layak untuk trading harian, analisa tape reading, dan analisa teknikal yang bagus untuk trading harian, bisa anda dapatkan strategi2nya disini (352 halaman): Ebook Intraday & One Day Trading Saham. Jadi disini anda akan langsung praktik menemukan saham2 buat trading harian, plus semua berdasarkan pada pengalaman saya pribadi juga. 

Jadi kesimpulannya, trading harian tetap harus anda lakukan dengan analisa teknikal. Kalau anda mau dapat untung konsisten di saham, sama seperti strategi2 trading yang lain, setiap strategi trading harus didasarkan dengan analisis teknikal, memilih saham yang tepat dan momentum yang benar. Serta psikologis trading yang baik.  

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.