Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Target Profit Trading Harian Saham

El Heze
Di web Saham Gain, saya pernah menulis pos-pos tentang trading harian atau lebih tepatnya trading harian intraday. Dan saya juga menuliskan strategi2 mencari saham2 yang bagus buat trading harian. Anda bisa praktikkan strategi2nya: Ebook Intraday & One Day Trading Saham. 

Salah satu hal terpenting yang harus ada dalam trading plan untuk trading harian adalah menetapkan target profit trading harian. Di dalam trading harian, profit IDEAL yang anda tetapkan hendaknya berkisar antara 1-4% dalam jangka pendek (dibawah 1 minggu). 

Tetapi frekuensi trading anda akan lebih sering, dibandingkan jika anda melakukan swing trading atau positioning trading. Sehingga, dengan frekuensi trading yang lebih sering, anda bisa mendapatkan profit yang lebih besar. 

Banyak anggapan salah, yang berpikir bahwa trading harian itu harus cari saham yang bisa naik 2o% dalam jangka sangat pendek, bahkan menitan. 

Termasuk ketika beberapa kali saya menuliskan di Saham Gain ini bahwa target profit trading harian itu adalah kisaran 1-4% (idealnya), then banyak yang protes: 

"Kok profitnya kecil?" 
"Kenapa nggak untung 15% sehari? Trading harian kan incar untung besar?"

Sehingga dalam praktiknya, ternyata banyak trader yang mencoba mencari saham yang bisa naik puluhan persen dalam jangka pendek, justru akhirnya terjebak dalam kerugian-kerugian trading yang besar. 

Sebaliknya, trader yang bisa mencari saham-saham yang pergerakannya lebih smooth namun mudah naik dalam jangka harian, dan mengincar profit 1-4%, trader bisa mendapatkan untung konsisten dari trading harian. Baca juga: Saham yang Bagus untuk Trading Harian

Prinsipnya, semakin pendek jangka waktu trading, maka target take profit anda tidak boleh ditetapkan terlalu tinggi, dan sebaliknya. Anda bisa baca penjelasannya disini: Frekuensi Trading Saham Ideal. 

Kalau anda masih beranggapan bahwa trading harian harusnya bisa untung 20% tiap hari, sekarang coba perhatikan 2 skenario target profit harian dibawah ini: 

Skenario 1 profit trading harian

Anda bisa untung 20% sehari, tapi anda juga berpotensi besar loss 20% sehari? 

Skenario 2 profit trading harian

Anda pilih saham bagus, profit 1-4% sehari-dua hari, dan profit anda lebih konsisten dalam jangka panjang. 

Dari skenario 1 vs skenario 2, mana yang lebih menguntungkan untuk anda? 

"Tentu saja skenario 2 Bung Heze", jawab anda.. 

Dalam konteks untung konsisten dalam jangka panjang, dan meminimalkan risiko trading, tentu saja skenario 2 akan jauh lebih bagus daripada skenario pertama.

Yang perlu anda ketahui, saham yang bisa naik 15%, apalagi diatas itu dalam sehari mayoritas adalah saham2 lapis tiga (gorengan) yang likuidtasnya jelek, dan risikonya sangat tinggi untuk trader. 

Sehingga, kalau anda hanya mau trading di saham2 seperti ini, sama saja anda sedang melakukan gambling, karena anda bertaruh: Antara anda untung 20% dalam waktu singkat, atau saham anda bakalan langsung nyangkut (bahkan tidak kembali). Semua itu pilihan anda. 

Tapi kalau anda mau bisa trading harian dengan cara yang lebih menguntungkan, ya pilihlah saham2 yang punya fluktuatif bagus, momentumnya pas, serta pergerakannya mudah naik dalam jangka harian tapi STABIL. 
 

Target profit 1-4% sehari, apalagi anda bisa mendapatkannya dengan frekuensi yang lebih banyak, itu adalah jumlah profit yang besar. Anda yang sudah berpengalaman, anda pasti paham bahwa profit 1-4% dalam sehari itu adalah profit yang besar.  

Dalam trading harian, yang harus anda cari bukan cuma target profitnya yang setinggi langit. Carilah saham yang kualitasnya baik untuk jangka pendek, agar anda bisa menciptakan portofolio yang sehat, dan profit yang lebih stabil. 

KASUS KHUSUS 

Jika setelah beli saham, anda yang awalnya mau menjual dalam jangka pendek atau intraday, dan kemudian anda beranggapan sahamnya ternyata masih bakalan naik lagi lebih lama, dan akhirnya anda memutuskan hold dulu, hal ini boleh-boleh saja anda lakukan. 

Selama anda punya analisa dan pertimbangan subjektif anda sendiri. DENGAN CATATAN, belilah saham yang secara teknikal bagus, momentumnya tepat, likuiditasnya juga bagus. Maka saham tersebut punya peluang yang lebih besar untuk naik, dibandingkan anda asal membeli saham, atau bahkan beli saham2 'kolesterol tinggi' (saham gorengan). 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.