Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Saham yang Tidak Menguntungkan Trader

Ketika berbicara tentang saham, tentang trading maupun investasi, anda harus memilih saham2 yang menguntungkan untuk anda. Bagaimana caranya? 

Hal utama yang harus anda lakukan untuk memilih saham yang menguntungkan adalah dengan melakukan analisa teknikal. Saham2 yang bagus secara analisa teknikal adalah saham2 yang trennya naik, saham2 diskon, dan saham2 yang breakout. Baca juga: Praktik Memilih Saham untuk Trader.  

Jadi jika ada saham yang tidak masuk dalam kriteria2 tersebut. Jika ada saham yang tidak likuid. Jika ada saham yang polanya grafiknya tidak beraturan, maka saham tersebut adalah tipe saham yang tidak menguntungkan untuk anda. 

Namun ada satu hal lagi yang perlu anda perhatikan (diluar faktor analisa teknikal), agar anda bisa melihat saham2 yang tidak menguntungkan atau berisiko untuk anda, selain dari faktor analisa teknikalnya, yaitu kondisi suatu perusahaan yang terjadi baru-baru ini. 

Apa maksudnya kondisi perusahaan? Kondisi perusahaan kurang lebih menyangkut fundamental perusahaan itu sendiri. Fundamental perusahaan yang terjadi baru2 ini bisa sangat berpengaruh terhadap harga saham.

Sebagai contoh, anda pasti masih ingat kasus saham AISA, di mana saham ini awalnya aman2 saja, namun ketika tiba2 sangat ramai berita tentang kasus beras oplosan AISA (melalui anak usahanya PT Induk Beras Unggul / IBU), saham AISA langsung anjlok, dan sampai saat pos ini ditulis saham AISA belum bisa pulih seperti saat sebelum kasus beras ramai. 

Ada banyak contoh lagi di mana ketika terjadi berita yang berdampak signifikan terhadap fundamental, harga saham langsung anjlok. Misalnya ketika proyek Meikarta (Lippo Group) bermasalah, maka anda bisa lihat bagaimana pergerakan saham2 Lippo seperti LPKR, LPCK yang terus turun. 

Saham LPKR yang terus turun

Kemudian ada kasus yang baru2 ini, di mana direktur PT Krakatau Steel yang ditangkap oleh KPK (anda bisa googling2 beritanya) karena terlibat kasus suap. Ini bisa sangat berdampak pada saham perusahaan, entah dalam jangka pendek, maupun jangka yang lebih panjang. 

Sepengalaman saya, berita2 negatif terkait fundamental perusahaan, yang bakalan membuat saham anjlok (bahkan dalam jangka panjang), adalah sebagai berikut: 

- Direksi / komisaris melakukan tindakan korupsi / suap
- Terkena kondisi force majeur (bencana alam), contohnya pernah terjadi pada TRAM.
- Potensi produk perusahaan terus tergerus karena teknologi baru (contoh saham TAXI, LPPF). 
- Perusahaan mengalami rugi terus menerus
- Proyek2 atau produk perusahaan bermasalah secara signifikan (contohnya AISA, Lippo Group)   

Nah, jika perusahaan 'hanya' mengalami penurunan laba bersih, maka saya rasa berita seperti itu bukanlah sesuatu yang akan berdampak signifikan pada harga saham perusahaan. Sebab, penurunan laba bisa jadi karena saat itu ekonomi global sedang jelek (dan tentunya dalam kondisi tertentu laba bisa naik lagi), kecuali kalau operasional perusahaan itu sendiri memang jelek. 

Jadi dalam trading, anda juga harus cerdas memilih emiten2 yang berfundamental bagus. Kalau anda pas baca-baca berita, tiba2 anda melihat ada emiten yang misalnya, direksinya bermasalah karena kasus suap, ada proyek2 perusahaan yang bermasalah terus, maka hindari saja sahamnya. Toh, masih banyak saham yang bagus. 

Baik untuk anda trader maupun investor, saham2 seperti ini sudah mulai mengarah pada saham2 yang berisiko tinggi. 

Kalau nantinya saham tersebut turun terus, bahkan harganya secara valuasi sudah murah, saya juga tidak menyarankan anda untuk gambling dengan membeli sahamnya untuk trading. 

Dalam kondisi perusahaan yang tidak stabil seperti ini, harga saham biasanya akan SANGAT RAWAN DIGORENG oleh bandar. Apapun isu2 yang keluar, akan dijadikan momentum bandar untuk menggoreng sahamnya secara cepat.

Banyak sekali trader yang gambling mengincar saham2 yang sudah mengarah pada status "tidak menguntungkan" ini, dan akhirnya jadilah nyangkuters..   

Penting bagi anda untuk merespon berita2 negatif, terutama yang bisa berdampak signifikan pada saham perusahaan, baik jangka pendek maupun panjang. Kualitas portofolio saham anda, salah satunya juga ditentukan dari kemampuan anda untuk cermat, dan membuang saham2 yang perusahaannya sudah mulai bermasalah. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.