Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Cara Mengetahui Saham yang Naik

Dalam trading saham, anda harus bisa mencari saham yang HARGANYA NAIK atau saham yang trennya naik. Karena saham yang memberikan keuntungan untuk trader adalah saham yang harganya naik. Maka dari itu, usahakan untuk selalu mencari saham yang trennya naik. 

Di beberapa pos ulasan analisa teknikal di Saham Gain ini, saya juga sudah pernah menuliskan hal tersebut. Kalau anda sering berkunjung ke web ini, kemungkinan besar anda sudah pernah membaca ulasan2 tersebut dari saya. 

Tapi memang menemukan saham yang naik ini terkadang menjadi dilema, karena banyak trader yang bertanya-tanya: "Dalam hal apa saham itu dikatakan naik? Gimana kita tahu kalau saham itu lagi naik? Saya sering membeli saham yang trennya lagi naik, tapi setelah dibeli, harganya langsung turun"

Secara umum, ada dua hal agar saham dapat dikatakan naik / berada dalam tren naik jangka pendek, yaitu: Saham yang lagi breakout dan saham yang siap rebound.  

1. Saham yang breakout 

Saham dapat dikatakan memulai tren naik apabila saham tersebut breakout dari resisten tertentu. Misalnya harga saham turun terus hingga harganya terus sideways di kisaran harga 1.000. Di satu sisi, ada resisten kuat di harga 1.200. Tiba-tiba dalam jangka waktu tertentu, harga saham berhasil breakout dari resisten 1.200. 

Maka dapat dikatakan bahwa harga saham tersebut breakout. Dalam hal ini anda dapat menyimpulkan bahwa saham sedang berada dalam tren naik, karena harga saham sudah break dari support yang selama ini menjadi 'ganjalan' (1.000) dan berhasil menembus resisten kuat terdekat di 1.200. Namun anda juga harus melihat likuiditas dan pola saham tersebut juga tentunya.  

Bagaimana contoh saham yang breakout itu sehingga bisa dikatakan harga sahamnya sedang berada dalam tren naik? Saya pernah membahas ulasan tentang saham breakout. Anda bisa baca-baca lagi analisa saya disini: Strategi Trading Saham: Buy on Breakout. 

Breakout Saham-Contoh saham PNLF
Contoh saham breakout salah satunya bisa anda lihat pada chart diatas, di mana ketika saham sideways terus dibawah, dan kemudian breakout dengan meyakinkan dari titik resisten tertentu (tanda persegi), saham kemudian berhasil melanjutkan tren naiknya. Maka, setelah breakout ini dapat dikatakan bahwa saham berada dalam fase uptrend jangka pendek. 

Melihat saham yang trennya naik bisa anda lihat juga melalui kombinasi analisis Moving Average (MA). Analisis MA adalah analisis yang akurat untuk melihat saham2 yang trennya naik maupun turun. Saya pernah membahas analisis saham naik untuk swing trading disini: Panduan Simpel dan Efektif Menemukan Saham Bagus. 

2. Saham yang siap rebound (diskon) 

Suatu saham bisa dikatakan naik apabila saham tersebut sudah berada pada fase harga diskon alias murah secara analisis teknikal, dan saham tersebut sudah siap untuk naik / rebound. 

Maka saham tersebut bisa dikatakan saham yang akan naik. Jadi jangan beranggapan bahwa ketika anda melihat saham yang trennya kelihatan turun, maka anda langsung menyimpulkan kalau itu adalah saham turun yang berisiko besar. 

Anda harus bisa membedakan saham yang downtrend dengan saham yang AKAN NAIK secara teknikal. Saya pernah membahas buy on weakness saham dan praktik membaca saham yang siap rebound disini: Praktik Trading: Buy on Weakness (BOW) Saham

Nah jika saham sudah rebound, sahamnya juga bagus, kondisi IHSG lagi bagus, maka kemungkinan besar saham tersebut bisa naik lebih lama. Sesuai prinsip swing trader atau trend follower selalu mengatakan: Kalau saham masih naik ya biarkan naik aja, jangan dijual. 

Itulah dua cara untuk mengetahui apakah saham lagi naik atau tidak. Banyak trader beranggapan bahwa saham yang naik adalah saham yang trennya naik terus secara cepat. Anggapan ini tidak salah, tapi kurang secara analisis kalau anda hanya menyimpulkan demikian. 

Karena ada banyak kasus di mana saham-saham yang trennya naik sangat tinggi, ternyata tidak lama kemudian harganya langsung koreksi atau bahkan anjlok berminggu-minggu karena baik secara valuasi maupun teknikal harganya sudah sangat tinggi. 

Saham BBRI. Dulu banyak yang terlalu optimis saat BBRI naik terus ke 3.900 (tanda persegi). Akhirnya banyak yang nekad beli dan akhirnya nyangkut, karena BBRI sebenarnya sudah mahal dari segi teknikal dan valuasi.
Maka untuk menilai / mengetahui saham yang trennya naik atau yang akan naik, gunakanlah analisis-analisis seperti yang saya tuliskan di kedua poin tersebut. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.