Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Cara Beli Saham yang Benar

Beberapa waktu lalu, seorang rekan trader berkonsultasi ke saya: "Pak Heze, bagaimana sebenarnya cara beli saham yang benar agar persentase untung kita bisa banyak benarnya? Kadang kalau saham kita beli, harganya malah turun lagi. Tapi kadang kalau kita nggak beli saham, kita bisa ketinggalan momen".

Dari pertanyaan tersebut, di dalam trading saham sebenarnya kita semua menghadapi yang namanya ketidakpastian. Ketidakpastian yang saya maksud adalah:

Anda nggak tahu harga saham besok akan naik sampai ke level berapa. Anda juga tidak tahu harga saham akan turun sampai ke titik support berapa. Anda tidak akan tahu besok IHSG akan naik atau turun. 

IHSG yang awalnya baik-baik saja sangat mungkin besoknya anjlok dalam waktu cepat karena ada berita negatif, dan semua tidak ada yang mengetahuinya sebelumnya. Dan masih banyak ketidakpastian2 lainnya di pasar saham. 

Nah, maka dari itu untuk membeli saham dengan CARA YANG BENAR, anda membutuhkan strategi untuk membeli saham. 

Dalam trading, jangan pernah berpikir untuk menemukan rumus pasti di saham, karena kalau itu yang anda cari, percayalah, anda akan pusing tujuh keliling untuk mencari rumus2 pasti itu. Di saham tidak ada rumus pasti. 

Karena di pasar saham penuh dengan ketidakpastian, maka ada beberapa cara membeli saham yang benar, agar anda meminimalkan risiko nyangkut ataupun cut loss di saham: 

1. Beli saham secara bertahap jika anda belum yakin 

Apabila anda belum yakin dengan kondisi atau arah market dan saham incaran anda, anda bisa menggunakan strategi membeli saham secara bertahap. Jadi misalnya anda mengalokasikan modal untuk beli saham PWON sebanyak Rp2 juta. 

Anda melihat bahwa PWON ini sebenarnya secara analisa sudah layak beli, tapi kondisi market lagi jelek. Nah, di sisi lain anda takut kehilangan momentum kalau anda tidak beli saham PWON. 

Solusinya, anda bisa membeli sebagian dulu. Misalnya anda membeli PWON hanya dengan modal Rp900 ribu. Jadi kalau PWON turun lagi, anda masih punya modal untuk membeli sahamnya, sehingga harga rata2 anda menjadi lebih rendah, dan anda lebih mudah untuk menjual sahamnya ketika PWON rebound. Baca juga: Strategi Averaging Down Saham yang Benar.  

Tapi kalaupun PWON nggak turun lagi dan langsung naik, anda juga tidak ketinggalan momentum, karena anda sudah memiliki sahamnya walaupun belum full modal. Anda masih dapat kesempatan untuk profit dari saham pilihan anda. 

Kesalahan trader pada umumnya biasanya saking inginnya untung cepat, trader membeli saham dengan seluruh modal, padahal trader sendiri secara pribadi belum yakin dengan kondisi saham tersebut. Atau sebaliknya, trader terlalu takut untuk membeli saham. 

2. Strategi trading yang benar 

Karena di pasar saham ada risiko dan ketidakpastian, maka supaya anda bisa membeli saham dengan cara yang benar, of course anda harus menjalankan strategi trading yang benar, dalam hal ini anda harus tahu bagaimana cara memilih saham yang benar, membedakan saham yang bagus dan tidak layak trading. Anda harus mengetahui analisa-analisa teknikal yang simpel yang bisa memberikan profit. 

Saya pernah membahas dan mengulas strategi dan cara memilih saham bagus sebanyak 355 halaman, beserta praktik trading langsung disini: Panduan Simpel & Efektif Memilih (Screening) Saham Bagus. 

3. Menunggu momentum trading yang tepat 

Jika anda benar-benar tidak yakin dengan kondisi market dan anda masih beranggapan saham yang anda incar sepertinya masih turun lagi, maka anda harus tunggu momentum yang tepat. Di dalam trading istilah menunggu momentum kita kenal dengan wait and see. 

Dalam trading anda tidak harus melulu membeli dan membeli saham terus. Terkadang ada saat di mana anda harus wait and see, agar anda bisa mendapatkan saham2 di harga yang lebih pas. Jangan sampai anda terus bernafsu memburu saham, dan akhirnya justru mengakibatkan anda pada pemilihan saham dan momen yang tidak tepat. 

Hal ini sangat penting terutama anda yang ingin mengincar saham-saham yang murah. Baca juga: Full Praktik Menemukan Saham Diskon.  

4. Membeli saham yang risk-nya lebih kecil daripada reward 

Strategi membeli saham yang benar dari saya yang terakhir adalah: Belilah saham yang risikonya lebih kecil daripada reward alias potensi profit yang bisa anda dapatkan. 

Kalau anda ingin membeli saham yang risiko dan rewardnya sebanding, atau bahkan risikonya besar, tradinglah dengan modal sekecil mungkin. Dengan cara ini, anda bisa membeli saham2 yang berkualitas, sehingga anda tetap bisa memegang saham dengan aman, dan potensi rugi sekecil mungkin. 

Seperti apa saham yang risikonya lebih kecil? Contoh simpelnya anda bisa memilih trading di saham2 LQ45 ketimbang saham2 gorengan, karena saham gorengan risikonya jauh lebih besar dibandingkan LQ45. 

Semakin anda pengalaman, anda akan lebih mampu menilai saham2 mana yang reward alias potensi profitnya lebih besar dibandingkan risikonya. Kalau anda punya saham2 pilihan yang anda nilai lebih menguntungkan polanya untuk anda, maka anda bisa memprioritaskan untuk membeli saham2 pilihan anda. 

Itulah empat cara membeli saham yang benar. Dengan cara2 tersebut, anda bisa meminimalkan risiko dari ketidakpastian2 ketika anda trading saham, sehingga walaupun pasar saham terus berfluktuatif, anda tetap bisa meraih profit yang maksimal, dengan kerugian sekecil mungkin. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.