Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Main Saham Jangka Pendek atau Jangka Panjang?

Di pasar saham terdapat dua jenis pebisnis saham: Trader saham dan investor saham. Trader saham biasanya orientasinya adalah jangka pendek, yaitu beli dan jual saham dengan range trading yang lebih pendek. Bisa satu bulan, satu minggu, beberapa hari, satu hari bahkan beberapa menit saja. 

Sedangkan kalau seorang investor berarti anda membeli saham untuk jangka panjang (diatas 1 tahun). Anda nggak perlu pusing2 melihat fluktuatif harga saham. Pokoknya anda berpegang pada analisa fundamental, beli saham yang prospek dan anda tinggal panen dalam jangka panjang. 

Karena jangka waktunya berbeda, maka analisa yang digunakan oleh trader dan investor juga otomatis berbeda. Namun saat ini banyak rekan-rekan yang ingin merangkap menjadi trader sekaligus investor. Apakah boleh? Boleh saja. Asalkan anda harus memiliki manajemen modal yang baik. 

Anda harus memisahkan modal anda untuk trading dan investasi. Berapa persen yang mau anda gunakan untuk trading dan berapa persen yang mau anda gunakan untuk investasi. 

Namun kalau anda mau jadi trader sekaligus investor, anda juga harus membeli saham yang benar, karena baik trader maupun investor tujuannya sama yaitu untuk mendapatkan keuntungan. Jadi bagaimana tips agar anda bisa menjadi trader sekaligus investor saham yang benar? 

Selain manajemen modal, anda harus memahami saham2 mana yang bagus untuk trading dan untuk jangka panjang. Jika anda menemukan saham-saham blue chip yang sedang diskon besar atau saham2 uptrend (yang menurut pengamatan anda prospek), maka belilah dan simpan saham tersebut untuk jangka panjang.  

Sebaliknya, kalau anda menemukan saham-saham yang harganya fluktuatif, sahamnya sulit untuk uptrend, grafiknya cenderung naik turun (ketimbang uptrend terus), maka tradingkanlah saham2 tersebut, karena saham2 seperti ini kurang cocok digunakan untuk investasi jangka panjang. 

Akan jauh lebih baik jika anda bisa mendapatkan profit jangka pendek dari saham yang pergerakannya lebih fluktuatif, daripada anda menyimpan saham2 yang fluktuatif untuk jangka panjang, tetapi harganya tidak bergerak naik secara signifikan. 

Contoh konkrit pengalaman penulis sendiri (karena saya juga membagi modal antara trading dan investasi). Saya pernah menginvestasikan modal saya untuk saham2 uptrend seperti BBRI, PTBA, KBLI. Tetapi saham2 yang fluktuatif seperti PGAS, PWON, ELSA, SCMA lebih cenderung penulis tradingkan untuk jangka pendek saja.

Jangan terbalik terburu-buru menjual saham yang masih naik terus (ditradingkan), tetapi justru menyimpan saham2 yang fluktuatif atau bahkan saham yang downtrend untuk jangka panjang (alias jadi investor dadakan). 

Kebanyakan pemain saham yang jadi investor dadakan dan terburu menjual saham uptrend menyebabkan nilai portofolio anda sulit untuk berkembang. Jadi untuk anda yang ingin menjadi investor dan trader saham, anda harus membetulkan mindset anda. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.