Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Strategi Membeli Dividen Saham

Pada saat perusahaan mengumumkan pembagian dividen, umumnya ketika dekat pada tanggal cum date, trader akan mulai mengakumulasi sahamnya. Baca juga: Arti dan Ilustrasi Pembagian Dividen. 

Memang tidak semua saham naik saat emiten mengumumkan dividen. Namun, saham2 yang likuid, yang biasanya membagikan dividen rutin dan nilai dividen per share (DPS)-nya lumayan tinggi, saham2 seperti inilah yang biasanya diincar oleh para pelaku pasar. 

Saham2 seperti ini biasanya bisa anda temukan di saham2 blue chip seperti INDF, HMSP, ASII, TLKM, BBRI, PTBA, BBCA, BMRI, BBNI. Dan saham2 likuid lainnya seperti HRUM, INDY. Baca juga: Daftar Perusahaan yang Rutin Membagi Dividen. 

Banyak pemain saham berpikir harga saham akan naik  menjelang pengumuman dividen (cum date), sehingga trader mulai membeli saham menjelang cum date-nya. Jadi trader berpikir selain dapat dividen, trader juga dapat capital gain. 

Sayangnya persoalannya nggak semudah itu. Pada saat perusahaan mengumumkan pembagian dividen dan setelah tanggal cum date-nya, ada beberapa hal yang mungkin terjadi, dan ini sering sekali saya jumpai saat trading: 

1. Perusahaan mengumumkan pembagian dividen, tetapi harga sahamnya sudah naik tinggi sebelum cum date. 

Hal ini membuat trader bingung apakah harus membeli sahamnya atau tidak? Karena jika harga saham sudah naik tinggi, maka kemungkinan dividen tersebut tetap tidak mampu mengangkat harga sahamnya. Beda cerita jika harga sahamnya masih di harga support.  

Sebagai contoh, saham INDF pernah mengumumkan pembagian dividen sebesar Rp247 per saham. Di satu sisi, harga sahamnya sudah naik tinggi sebelum pengumuman dividen. Sehingga, banyak trader yang bertanya pada saya: "Pak Heze apakah saya sebaiknya beli INDF, karena mau bagi dividen, tapi harga sahamnya kok sudah naik banyak? Apakah tidak ada potensi koreksi?"

2. Setelah cum date, harga saham langsung turun drastis. Baca juga: Bahayanya Membeli Saham pada Saat Cum Date. 

Dalam banyak kasus, trader yang sudah membeli saham beberapa hari atau tepat saat tanggal cum date, harga sahamnya biasanya akan langsung anjlok cukup banyak saat ex date, dan beberapa saham butuh waktu recovery yang cukup lama untuk kembali ke harga semula. Contohnya pernah terjadi di saham BJTM. 

Sehingga, meskipun anda dapat dividen, kemungkinan besar saham anda akan nyangkut, atau jika anda memilih untuk cut loss, maka rugi anda kemungkinan akan lebih besar daripada nilai dividen yang anda terima.

Kebingungan2 trader terkait kapan sebaiknya membeli saham yang akan bagi dividen ini membuat trader seringkali kehilangan momentum yang seharusnya bisa menghasilkan profit. Maka dari itu, di pos ini based on my experience tentunya, ada beberapa tips yang bisa anda terapkan jika anda ingin membeli saham yang akan membagi dividen: 

1. Analisislah saham tersebut jauh hari sebelum tanggal cum datenya 

Jika anda ingin beli dividen, lihatlah pergerakan harga saham2 yang biasanya rutin membagi dividen 2-3 bulan sebelumnya. Saham-saham yang harganya / chart-nya masih di harga bottom beberapa minggu sampai 3 bulan sebelum pengumuman dividen, biasanya harga sahamnya akan cenderung uptrend, terutama saat mendekati cum date. 

Jadi anda bisa curi start lebih awal, sehingga kalaupun harga sahamnya turun drastis saat ex date, anda masih tetap bisa dapat profit dari capital gain plus dividennya itu sendiri. 

Kemudian anda bertanya: "Tapi Pak Heze, darimana kita bisa tahu kapan perusahaan akan mengumumkan dividennya?"

Anda bisa lihat histori pembagian (cum dan ex date) dividen di situs Eddyelly disini: Dividen Eddyelly. Di situs tersebut, anda bisa lihat histori tanggal pembagian selama beberapa tahun. 

Let say anda ingin mengincar dividen saham BBRI. Anda bisa lihat di situs tersebut selama beberapa tahun, pada tanggal berapa saja BBRI mengumumkan pembagian dividen. Jika BBRI selalu mengumumkan pembagian dividen diantara bulan Maret-April, anda bisa coba analisis sahamnya mulai bulan Februari. 

Selain itu, kalau ada emiten2 blue chip yang mau bagi dividen tapi harga sahamnya sedang anjlok drastis, anda bisa mulai membeli sahamnya. 


Contohnya seperti saham HMSP ini. Harga sahamnya anjlok sebelum cum date dividen. Menjelang cum date harga sahamnya langsung naik drastis 11%. 

2. Prioritaskan saham yang harganya sudah di harga bottom / belum naik 

Belilah saham2 yang harganya masih belum naik / naik tapi tapi asih belum terlalu kencang menjelang cum date dividen, karena saham2 seperti inilah yang biasanya bisa melonjak saat cum datenya. Apakah saham2 yang harganya sudah naik tidak bisa naik lagi menjelang cum date? Bisa, tapi kemungkinannya lebih kecil dibandingkan saham2 yang harganya masih diskon.  

3. Apa tujuan anda: Dividen or capital gain? 

Seperti yang saya katakan, saham2 yang naik tinggi saat cum date, biasanya saat ex date harga sahamnya akan anjlok, karena saat ex date anda sudah tidak berhak dapat dividen lagi, sehingga trader yang sudah punya saham di tanggal cum date, akan menjual sahamnya. 

Harga saham saat ex date biasanya akan turun sebesar nilai dividennya. Jadi jika perusahaan A membagi dividen sebesar Rp500 per saham, maka saat tanggal ex date, harga saham akan cenderung turun kurang lebih sebesar Rp500.

Katakanlah anda punya saham di harga 2.000 saat cum date. Dan saat ex date saham anda turun ke 1.500, maka jika anda menjual sahamnya, anda pasti akan rugi. Harga saham mungkin akan kembali lagi setelahnya, tapi anda tidak akan tahu kapan saham tersebut akan kembali ke harga 2.000. 

Karena seperti contoh saham BJTM misalnya yang harga sahamnya belum kembali sampai 4 bulan setelah tanggal ex date dividen. 

Disini anda harus bisa menganalisis, memprediksi dan menghitung untung ruginya. Kalau nilai capital gain yang anda dapatkan sudah lebih besar dari dividennya, lebih baik anda jual saja sahamnya saat cum date, tidak menunggu dapat dividen saat tanggal ex date. 

Misalnya perusahaan bagi dividen sebesar Rp100 per saham. Anda punya sahamnya di harga 2.000 sebanyak 100 lot. Kemudian harga saham tersebut naik saat cum date ke harga 2.200. Maka, jika anda jual sahamnya di harga cum date, capital gain yang anda dapatkan adalah sebesar Rp2 juta ((2.200 - 2.000)) * 100 lot * 100 lembar). 

Dibandingkan dividen yang anda dapatkan hanya sebesar Rp1 juta (100 lot x Rp100 per saham x 100 lembar), maka capital gain yang anda dapatkan 2 kali lipat lebih besar.  

Artinya kalau anda melihat potensi capital gain yang anda dapatkan sudah jauh melebihi nilai dividen yang anda dapatkan nantinya, ada baiknya anda realisasi profit sebelum tanggal ex date (toh anda juga sudah untung gede meskipun tidak dapat dividen). Daripada anda membiarkan saham anda sampai tanggal ex date, di mana saat ex date saham berpotensi turun cepat. 

Kecuali kalau anda memang benar2 ingin dapat dividen dan punya keyakinan harga saham akan kembali lagi dengan cepat, maka anda bisa hold. 

Itulah strategi2 membeli dividen. Di pos ini saya memberikan banyak contoh konkrit yang bukan hanya bicara teori saja. Anda bisa mempraktikannya dalam trading. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.